TRIBUNBANTEN.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,0 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya pada Senin (4/5/2026) dini hari.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pukul 02.06.13 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 8,25 Lintang Selatan dan 108,25 Bujur Timur, atau sekitar 66 kilometer barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 29 kilometer.
Dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di wilayah selatan Jawa.
Baca juga: Cuaca Hari Ini di Banten, Senin 4 Mei 2026: Cek Hujan di Lebak, Pandeglang, Serang dan Cilegon
Getaran gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah daerah, antara lain wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, hingga Pangandaran.
Intensitas gempa berada pada skala II–III MMI, yang berarti getaran terasa jelas di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat yang melintas.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
BMKG juga memastikan bahwa hingga pukul 02.31 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memastikan informasi resmi hanya diperoleh melalui kanal komunikasi terpercaya milik BMKG, seperti situs resmi, media sosial terverifikasi, serta aplikasi mobile resmi BMKG.
Doa yang Dianjurkan Saat Terjadi Gempa
Dalam situasi gempa bumi, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW saat menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi, adalah sebagai berikut:
Teks doa (Latin):
Allahumma inni as’aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa arsalta bih. Wa a‘udzubika min syarrihaa, wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa arsalta bih.
Terjemahan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan atas apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, keburukan yang terkandung di dalamnya, dan keburukan atas apa yang Engkau kirimkan.”
Doa tersebut tidak hanya dianjurkan saat gempa bumi, tetapi juga ketika menghadapi bencana alam lainnya seperti angin topan, banjir, maupun longsor.