Liga 1 Jadi Makin Aneh
Hari Widodo May 04, 2026 08:04 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- KOMPETISI sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 atau Super League 2025-2026, segera berakhir. Ke-18 tim peserta rata-rata telah memainkan 31 dari total 34 pertandingan.

Saat ini, ada 3 klub yang bersaing ketat berebut trofi juara. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda di posisi pertama dan kedua dengan perolehan poin 69. Diikuti Persija Jakarta di peringkat ketiga dengan poin 62.

Di papan bawah, PSBS Biak dari Papua dan Semen Padang FC asal Sumatera Barat sudah pasti terdegradasi atau turun ke Liga 2 musim depan. Satunya lagi antara Persis Solo dan Madura United FC.

Sementara untuk tim pengganti, yang sudah pasti baru Garudayaksa FC. Klub yang didirikan pada 4 Juni 2025 itu promosi langsung ke Liga 1 mendatang setelah jadi juara Grup 1 atau wilayah Barat usai laga pamungkas, Sabtu (2/5/2026).

Tim lain yang berpeluang temani Garudayaksa FC adalah Adhyaksa FC Banten selaku runner up Grup 1. Mereka akan hadapi peringkat kedua Grup 2 yakni Persipura Jayapura.

Dengan bakal hadirnya Garudayaksa FC, apalagi kalau diikuti Adhyaksa FC, maka Liga 1 jadi terasa semakin aneh. Pasalnya, Garudayaksa merupakan klub milik Presiden RI Prabowo Subianto. Sedangkan Adhyaksa FC dikelola oleh Kejaksaan Republik Indonesia melalui Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja).

Padahal, saat ini masih ada Bhayangkara FC milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang konon pendanaannya melalui koperasi internal Korlantas Polri.

Sebelumnya, sempat eksis pula PS Tira (Persatuan Sepakbola Tentara Indonesia-Rakyat) yang kini terdampar di Liga 4, level terendah kompetisi sepak bola di Tanah Air.

Sekadar diketahui, bertarung di Liga 1 perlu dana ratusan miliar Rupiah untuk satu musim kompetisi yang berlangsung sekitar 9 bulan.

Berdasar laman Transfermarkt per 15 April 2026, market value atau nilai pasar tim Liga 1 tertinggi Persib Bandung sekitar Rp 144, 44 miliar, terendah PSBS Biak seharga Rp 40,41 miliar. Sedangkan Bhayangkara FC senilai Rp 83,17 di peringkat ke-9.

Market value merupakan akumulasi dari estimasi harga pasar seluruh pemain yang terdaftar dalam tim tersebut. Di Persib Bandung, pemain termahal saat ini adalah Thom Haye. Nilai kontraknya satu musim kompetisi Rp 9 miliar. Dia digaji sekitar Rp 350 juta per bulan.

Ada pun dana klub sepak bola berasal dari kombinasi hak siar televisi, sponsor (jersey/stadion), penjualan tiket pertandingan (matchday), komersial (merchandise), transfer pemain dan subsidi liga dalam hal ini I League.

Untuk klub papan atas, pendapatan komersial dan hak siar bernilai fantastis, sementara klub kecil sering bergantung pada investor atau donasi.

Dengan pengeluaran bernilai fantastis tersebut, sangat disayangkan bila klub bola milik institusi pemerintah ikut bersaing ‘buang uang’. Yang namanya klub profesional ya tujuannya cari untung. Baik lewat penjualan merchandise dan tiket masuk pertandingan.

Untuk itu, tim harus berprestasi dan punya basis suporter berlimpah. Kalau itu terpenuhi, sponsor dan hak siar TV bakal antre.

Lihat saja jersey Persib Bandung dan Bali United FC yang penuh logo berbagai jenama di bagian depan, belakang hingga lengan.

Di sisi lain, ada pula klub Liga 1 yang jerseynya hampir polos. Lalu dari mana dapat untungnya? (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.