TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, memberikan pembelaan keras terkait tudingan rasisme yang diarahkan kepada kapten Persib, Marc Klok.
Marc Klok dituduh melakukan tindakan rasis pada pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia dalam laga di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat 1 Mei 2026.
Henry Doumbia sebenarnya juga sudah meminta maaf karena salah paham.
Umuh menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung mengada-ada.
Baca juga: Cara Persib Menang dari PSIM Yogyakarta di Stadion GBLA Sore Ini: Fokus Mumpung Lawan Limbung
Berikut adalah poin-poin alasan utama manajemen Persib dalam membantah tuduhan tersebut:
Marc Klok telah bersumpah secara langsung kepada Umuh Muchtar bahwa dirinya tidak melakukan tindakan rasisme.
Klok menekankan latar belakang pribadinya di mana istrinya merupakan orang kulit hitam, sehingga sangat tidak masuk akal jika ia melakukan penghinaan rasis.
Kapten Persib tersebut merasa tidak mungkin merendahkan identitas yang juga melekat pada keluarganya sendiri.
Umuh mempertanyakan klaim Manajer Bhayangkara FC, Sumardji, yang mengaku mendengar ucapan rasis tersebut.
Secara teknis, posisi pelapor saat kejadian berada di tribun atau area yang jauh dari titik perselisihan di lapangan.
Umuh menilai sangat mustahil seseorang yang berada di posisi jauh bisa mendengar percakapan antar pemain di tengah kebisingan stadion.
Umuh menilai tuduhan ini muncul sebagai reaksi emosional karena kubu lawan mengalami kekalahan 2-4 dalam laga tersebut.
Tudingan ini dianggap sebagai upaya mencari-cari alasan atau "mengada-ada" setelah hasil pertandingan tidak memuaskan.
Pihak yang pertama kali menyebarkan isu ini disebut sebagai provokator yang ingin mengganggu kondusivitas tim.
Meski isu ini memanas, Umuh menegaskan tidak akan ada pengaruh terhadap performa Maung Bandung saat menghadapi PSIM Yogyakarta, Senin (4/5/2026).
Persib tetap fokus mengejar kemenangan demi mengamankan posisi puncak klasemen Super League Indonesia dari kejaran Borneo FC.(*)