Wakil Dekan UIN Jambi Digerebek di Kos, Rektor Nonaktifkan Jabatan dan Lakukan Pemeriksaan Etik
Tim TribunTrends May 04, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Viral di media sosial video penggerebekan seorang wakil dekan di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi yang diduga berada di sebuah kos-kosan bersama seorang wanita. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, pada Jumat (1/5/2026) malam.

Dosen yang diketahui berinisial DK itu digerebek oleh istri beserta keluarganya. Kejadian tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Jambi, Kasful Anwar, menyampaikan bahwa pihak kampus telah melakukan penelusuran awal dan mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan jabatan tambahan yang diemban oleh yang bersangkutan.

"Setiap sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan," kata rektor dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5/2026).

Kasful Anwar juga mengungkapkan penyesalan atas kejadian tersebut karena dinilai mencoreng nama baik institusi pendidikan. Ia menegaskan bahwa pihak kampus akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut.

"Kami akan langsung melakukan penelusuran lebih mendalam lagi untuk mengambil langkah tindakan tegas," sebutnya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga integritas akademik dan marwah institusi, pihak kampus telah mengambil sejumlah langkah. Di antaranya adalah menonaktifkan yang bersangkutan dari jabatan wakil dekan guna menjaga objektivitas proses pemeriksaan dan kondusivitas lingkungan akademik.

Selain itu, rektor juga memastikan bahwa dosen tersebut akan menjalani pemeriksaan etik untuk memastikan status hukum serta fakta yang sebenarnya terjadi. Jika terbukti melanggar aturan dan kode etik, maka sanksi lanjutan akan dijatuhkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

(Ilustrasi) PENGGEREBEKAN DOSEN - Ilustrasi penggerebekan oknum wakil dekan UIN Jambi di kos-kosan kawasan Telanaipura, Jumat (1/5/2026), yang berujung penonaktifan jabatan oleh pihak kampus.
(Ilustrasi) PENGGEREBEKAN DOSEN - Ilustrasi penggerebekan oknum wakil dekan UIN Jambi di kos-kosan kawasan Telanaipura, Jumat (1/5/2026), yang berujung penonaktifan jabatan oleh pihak kampus. (IMCNews.ID)

Tidak hanya itu, pihak kampus juga menghentikan sementara keterlibatan yang bersangkutan dalam berbagai aktivitas yang mewakili institusi, baik di lingkungan internal maupun eksternal.

Kegiatan akademik seperti mengajar, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat juga untuk sementara waktu dihentikan hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Baca juga: Sosok DK, Dosen UIN Jambi yang Digerebek dengan Mahasiswi di Kos, Bantah Berduaan & Sembunyi di WC

"Atas nama pimpinan dan mewakili institusi, kami juga meminta maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini," kata Kasful Anwar.

Pihak kampus menegaskan bahwa tindakan pribadi yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut tidak mencerminkan nilai, budaya kerja, maupun komitmen lembaga dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat.

Kasus ini pun masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak universitas guna memastikan langkah yang akan diambil ke depan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.