- Puluhan aktivis anti-pemerintah menggelar aksi demo di Yerusalem Barat pada Sabtu (2/5/2026) malam waktu setempat.
Mereka menuduh para pejabat melancarkan perang yang memicu ketidakamanan di seluruh wilayah.
Rekaman yang dirilis Viory menunjukkan para aktivis memukul genderang sambil mengecam pemerintah Israel.
Namun, demo tersebut dibubarkan oleh polisi hingga terjadi aksi menyeret.
Yael, salah satu aktivis mengatakan bahwa pemerintahan Benjamin Netanyahu telah membahayakan nyawa warga Israel dan Palestina selama tiga tahun terakhir.
Ia mengaku tidak tenang karena harus berlindung di bunker lalu berpindah ke tempat aman lainnya ketika serangan terjadi.
Yael pun menyindir slogan pemerintah yang katanya ingin menjadi mitra perdamaian.
Ia mewakili para aktivis mendesak para pejabat untuk mundur.
"Kehidupan kami kacau. Kami berpindah dari satu sirene ke sirene lainnya, dari satu bom ke bom lainnya, dan kami membutuhkan pemerintah untuk menjadi mitra perdamaian," kata Yael.