PROHABA.CO - Kasus kematian tragis menimpa seorang perempuan muda bernama Syafitri Yana (23) di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan mengenaskan setelah jasadnya terkubur secara dangkal di belakang sebuah rumah kontrakan di wilayah Dabo Singkep, Lingga pada Selasa (28/4/2026).
Penemuan jasad korban sontak menggegerkan warga sekitar.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Yana serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga tengah mencari keberadaan suami korban, Zakaria alias Jaka, yang diketahui menghilang sejak jasad korban ditemukan.
Meski belum dapat dipastikan keterlibatannya, polisi menilai keterangan Jaka sangat penting karena ia merupakan orang terdekat korban.
Di balik kasus ini, kesaksian dari Suarman alias Nanang, abang kandung Jaka sekaligus abang ipar korban, turut menjadi perhatian.
Nanang mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, pasangan tersebut sempat terlibat pertengkaran atau cekcok.
Bahkan, keduanya sempat meminta keluarga datang untuk membantu menyelesaikan permasalahan rumah tangga mereka.
Nanang mengaku tidak menaruh curiga setelah konflik tersebut tampak mereda.
Ia menceritakan bahwa pada Senin (27/4/2026) pagi, sehari sebelum jasad korban ditemukan, Jaka sempat datang ke rumahnya.
Saat itu, Jaka menitipkan kunci rumah dan mobil, serta berpamitan untuk pergi menenangkan diri.
Menurut pengakuan Jaka, ia hendak menemui anaknya dari pernikahan sebelumnya.
Baca juga: Wanita Muda di Aceh Timur Ditemukan Meninggal Tergantung, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri
Saat itu, Nanang hanya berpesan agar adiknya berhati-hati selama perjalanan.
Tak lama kemudian, Jaka mengabarkan bahwa dirinya telah berada di Batam dan berencana melanjutkan perjalanan melalui bandara pada hari yang sama.
Komunikasi antara keduanya sempat terputus, namun kembali tersambung keesokan harinya.
Saya tanya sudah sampai, dia bilang sudah,” ungkap Nanang saat ditemui di sela-sela proses autopsi di TPU Telek, Kamis (30/4/2026) malam.
Pada Selasa (28/4/2026) sore, Jaka kembali menghubungi Nanang dan meminta pinjaman uang sebesar Rp3 juta.
Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi saat itu, namun Nanang berjanji akan mencarikan solusi.
Tak lama berselang, Nanang menerima kabar mengejutkan dari anaknya terkait penemuan mayat di belakang rumah kontrakan Jaka.
Awalnya ia tidak mengetahui identitas korban, hingga kemudian dipastikan bahwa korban adalah seorang perempuan.
Mendengar kabar tersebut, Nanang langsung menduga bahwa korban adalah Syafitri Yana, mengingat pertengkaran yang terjadi sebelumnya.
Ia pun segera menghubungi Jaka untuk meminta penjelasan.
Namun dalam percakapan singkat, Jaka membantah keterlibatannya.
“Dia bilang bukan dia pelakunya.
Saya minta dia pulang untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Nanang.
Setelah itu, Nanang dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
Baca juga: Harga BBM Pertamina Naik per 4 Mei 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Melonjak
Dalam perjalanan, ia kembali mencoba menghubungi Jaka, namun nomor telepon adiknya tersebut уже tidak aktif hingga saat ini.
Nanang berharap agar Jaka segera pulang dan menyerahkan diri jika memang terlibat dalam kasus tersebut.
Ia mengaku terus dimintai keterangan oleh polisi, sehingga aktivitasnya terganggu.
Sementara itu, hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik memberikan petunjuk penting terkait penyebab kematian korban.
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengungkapkan bahwa korban diduga meninggal akibat kekerasan pada bagian leher.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya patah pada tulang lidah yang mengindikasikan korban mengalami kehabisan napas akibat tekanan di leher dan mengakibatkan mati lemas," ungkap AKBP Pahala dikutip Tribunbatam.id, Jumat (1/5/2026).
Temuan tersebut mengarah pada dugaan kuat bahwa korban meninggal karena dicekik.
Autopsi dilakukan oleh tim Bid Dokkes Polda Kepulauan Riau di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telek, Kecamatan Singkep, pada Kamis (30/4/2026) sekira pukul 19.40 WIB.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Zakaria alias Jaka untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib.
Baca juga: Korban Tenggelam di Krueng Kila Nagan Ditemukan Meninggal, Bupati TR Keumangan Sampaikan Apresiasi
Baca juga: Lima Jenazah Satu Keluarga Ditemukan Terkubur di Pekarangan Rumah di Indramayu
Baca juga: Ngamar dengan Mahasiswi, Wakil Dekan UIN di Jambi Digerebek Istri Sah