Papua Pegunungan Gandeng Norwegia Demi Jaga Hutan Sebagai Warisan Budaya
Marius Frisson Yewun May 04, 2026 02:15 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Pegunungan, Lince Kogoya, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan melalui program Folunetsin 2030. 

Hal ini dikatakan saat diwawancarai dalam momen perayaan Hardiknas di halaman kantor gubernur pada pekan kemarin.

Program yang telah berjalan selama tiga tahun ini kini memasuki babak baru dengan melibatkan masyarakat adat dan generasi muda di seluruh delapan kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan.

Baca juga: Tingginya Mobilisasi Warga Jadi Pemicu Utama Kasus Malaria di Kampung Wumuka

Lince Kogoya menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar tugas dinas, melainkan upaya menjadikan aktivitas menanam dan melindungi hutan sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang.

Menurut Lince, identitas Papua Pegunungan sangat erat kaitannya dengan alam. Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga pohon sejak dini.

"Kita tidak boleh tinggal diam. Setelah menjadi provinsi, tanggung jawab menjaga hutan ada pada kita. Generasi muda harus tahu cara menanam, menjaga pohon, dan melindungi hutan agar tetap menjadi warisan budaya yang turun-temurun di Papua Pegunungan," ujar Lince.

Baca juga: Misi Panjang YPMAK Sehatkan Warga Wumuka Hingga Pantau Obat ke Pesisir Pantai

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan agar masyarakat tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan, termasuk untuk kepentingan rumah tangga yang tidak terkontrol. 

"Program Folunetsin 2030 akan menjadi barometer bagi Papua Pegunungan dalam menjaga hutan untuk seterusnya," tegasnya.

Guna memastikan program ini menyentuh akar rumput, dinas kehutanan tengah menyiapkan langkah strategis dengan membentuk kembali unit-unit kerja di tingkat daerah. Sebelumnya, kewenangan kehutanan sempat ditarik sepenuhnya ke tingkat provinsi.

"Saat ini, kami sedang memproses SK Gubernur untuk pembentukan KPA (Kesatuan Pengelolaan Hutan) 8 kabupaten. Kami kembalikan lagi ke daerah masing-masing supaya pemeliharaan hutan lebih teratur di setiap wilayah. Selain menjaga lingkungan, hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD)," jelasnya.

Baca juga: Legenda Persipura Sebut Rekor Penonton Fantastis Adalah Simbol Soliditas Papua

Sebelum program dijalankan secara penuh, Dinas kehutanan akan melakukan sosialisasi masif. Sosialisasi ini tidak hanya menyasar pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan institusi gereja, LSM dan tokoh masyarakat.

"Semua harus siaga hutan. Kita harus hati-hati dalam mempertahankan kehidupan masyarakat untuk turun-temurun," ujarnya.

Upaya penyelamatan hutan di Papua Pegunungan ini juga mendapatkan perhatian dunia internasional. Lince menyebutkan bahwa program ini sejalan dengan dukungan dari luar negeri, termasuk kerja sama dengan pemerintah Norwegia dalam upaya pemeliharaan hutan global.

Baca juga: Menang Lawan Persiku, Persipura Hadapi Adhyaksa FC di Play-Off Promosi

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan dukungan internasional, Lince berharap Papua Pegunungan tetap menjadi paru-paru dunia yang lestari sekaligus mampu mensejahterakan masyarakatnya melalui pengelolaan hutan yang bijak.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.