Misi Panjang YPMAK Sehatkan Warga Wumuka Hingga Pantau Obat ke Pesisir Pantai
Marius Frisson Yewun May 04, 2026 02:15 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Divisi Kesehatan meninjau program Kampung Sehat, di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah pekan kemarin. 

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar, Staf Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Frans Wabiser dan Rulian Takayuta, dan Staf Divisi Perencanaan Program Kesehatan Foeby Lakasa serta masyarakat Wumuka. 

Dalam kesempatan tersebut, Tim Divisi Monev Kesehatan YPMAK kampung sehat langsung meninjau dan melihat pelayanan kampung sehat. 

Dalam kesempatan tersebut tim Divisi Kesehatan Kampung Sehat YPMAK telah melakukan monitoring kesehatan menanyakan langsung kepada masyarakat Kampung Wumuka beberapa fasilitas kesehatan yang ada di kampung tersebut. 

Baca juga: Legenda Persipura Sebut Rekor Penonton Fantastis Adalah Simbol Soliditas Papua

Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar, menegaskan bahwa pihaknya ingin melihat secara langsung dampak layanan Program Kampung Sehat yang dijalankan mitra terhadap masyarakat.

Ia mengatakan, monitoring dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelayanan kesehatan yang diberikan, termasuk oleh tenaga suster, bidan, dan fasilitator, dapat diterima dan memberi manfaat nyata bagi warga.

“Kami ingin melihat bagaimana dampak layanan dari mitra kepada masyarakat, apakah benar-benar membantu dan bagaimana hubungan tenaga kesehatan dengan warga di kampung,” ujarnya.

Di sana mereka juga menilai capaian target layanan, seperti jumlah pemeriksaan kesehatan, kegiatan edukasi, hingga tingkat pemahaman masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Baca juga: Pelatih Persiku Doakan Persipura Jayapura Lolos ke Liga 1

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelayanan pengobatan (kuratif), tetapi juga dari peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

“Kami mendorong mitra agar tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi lebih banyak melakukan edukasi tentang hidup bersih dan sehat,” katanya.

Selama melaksanakan program tersebut, YPMAK ikut memberi perhatian khusus pada kesehatan ibu dan anak, dengan harapan tidak ada lagi kasus gizi buruk pada balita serta meningkatnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan dan melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan.

YPMAK mengharapkan dengan pendampinga, nantinya masyarakat mampu mandiri dalam menjaga kesehatan, termasuk memahami cara pencegahan penyakit seperti malaria dan pentingnya mengonsumsi obat sesuai anjuran.

Baca juga: Menang Lawan Persiku, Persipura Hadapi Adhyaksa FC di Play-Off Promosi

Karena pola pikir dan perilaku hidup sehat tidak bisa diubah secara instan sehingga YPMAK tidak menyerah ketika menghadapi kendala di lapangan.

“Edukasi ini pekerjaan jangka panjang, tapi kami yakin tidak ada usaha yang sia-sia. Kami berharap derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat dan setidaknya setara dengan daerah lain,” tutupnya.

Salah satu warga Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah, Mama Helena Tiwoku menyampaikan pelayanan Kampung sehat yang dirasakannya cukup baik dan sangat membantu saat akan memeriksa kondisi kesehatannya. 

"Kondisi fasilitas sudah bagus, fasilitas kesehatan untuk mama kita waktu melahirkan bagus, nanti ada diberikan vitamin sampai sudah rasa sehat baru kita keluar, " ucap mama Helena Tiwoku. 

Baca juga: Mantan Pemain Persipura Era 90-an Apresiasi Perjuangan Tim Kembali ke Liga 1

Sementara itu, Tim Pelayanan Kampung Sehat di Kampung Wumuka, Bidan Yulyanti Santi dan Suster Cristi Rupilu menjelaskan, pihaknya rutin memberikan pelayanan kesehatan, termasuk pemberian makanan tambahan bagi balita yang mengalami kekurangan berat badan.

“Pemberian makanan tambahan dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu. Menu yang diberikan bervariasi, seperti olahan ikan dan bubur kacang hijau,” jelas Bidan Yulyanti Santi

Selain itu, Yulyanti menjelaskan, pihaknya juga melaksanakan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) dan penyakit menular bagi lansia setiap bulan, yang disertai kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) seperti senam bersama.

Menurutnya, pelayanan kesehatan turut menyesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat yang sebagian besar beraktivitas di wilayah pesisir.

Baca juga: Markus Mahjar Yakin 100 Persen Persipura Segera Kembali ke Liga 1

“Kami juga melakukan pemantauan minum obat bagi pasien malaria, bahkan sampai ke pantai untuk memastikan mereka mengonsumsi obat sesuai jadwal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasien malaria yang berada di kampung akan dipantau setiap hari, termasuk pemberian obat sesuai waktu yang sama sejak hari pertama. Khusus untuk jenis malaria tertentu, pengobatan diberikan hingga 14 hari.

Dalam pelayanan kesehatan, keluhan yang paling sering ditemui pada masyarakat, terutama lansia, adalah nyeri badan, demam, dan sakit kepala yang dipengaruhi aktivitas sehari-hari.

“Sekarang pelayanan obat satu pintu melalui pustu, sehingga kami berkoordinasi untuk memastikan pelayanan berjalan bersama,” katanya.

Baca juga: RD Ingatkan Pemain Persipura Momentum Emas Tidak Datang Dua Kali

Dalam satu kampung terdapat tiga tenaga pelayanan Kampung Sehat yang terdiri dari tenaga kesehatan dan fasilitator, yang bertugas memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.