Tega Menghabisi, AFT Ternyata Masih Sering Minta Uang ke Mantan Mertuanya, Gaji Sebagai Kasir Kurang
Talitha Daren May 04, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus perampokan yang berujung pada pembunuhan terhadap nenek Dumaris (60) di Pekanbaru, Riau, terus mengungkap fakta baru.

Salah satu pelaku yang merupakan menantu korban, AFT, diketahui kerap meminta uang kepada keluarga sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menyebut AFT masih menjalin komunikasi dengan keluarga korban meski sudah tidak tinggal bersama sejak 2023.

Informasi tersebut diperoleh dari keterangan anak korban, Arnold, yang menyebut AFT masih sering meminta nafkah.

Diketahui, AFT meninggalkan rumah sejak 2023 setelah menikah dengan Arnold.

Ia kemudian menikah siri dengan pria lain berinisial SL dan menetap di Medan, Sumatera Utara.

Selama berada di Medan, AFT bekerja sebagai kasir di sebuah spa.

Meski telah memiliki pekerjaan, ia disebut tetap meminta bantuan keuangan kepada korban.

Fakta ini menambah rangkaian motif dalam kasus pembunuhan yang menggemparkan tersebut.

Polisi pun terus mendalami keterlibatan para pelaku dan hubungan mereka dengan korban.

Baca juga: Pesta Narkoba Usai Habisi Nenek di Pekanbaru, Kini Pelaku Pembunuhan Tak Bisa Jalan Usai Ditembak

Pelaku Sering Minta Uang pada Korban

AFT diketahui meninggalkan rumah pada 2023 setelah menikah dengan anak korban, Arnold, lalu menikah siri dengan pria lain berinisial SL dan tinggal di Medan, Sumatera Utara.

Selama di Medan, AFT bekerja sebagai kasir di salah satu spa. Meski demikian, ia tetap meminta bantuan uang kepada korban.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyebut korban tetap bersikap baik terhadap menantunya tersebut.

“Ibu mertuanya itu sangat baik, memperhatikan bagaimana keharmonisan tetap terjaga, supaya anaknya betul-betul terjaga dengan baik,” ujar Pandra.

Menurut dia, korban kerap membantu kebutuhan AFT meski sudah tidak lagi tinggal bersama.

“Apapun keperluannya selalu dibantu sama korban,” katanya.

Baca juga: Pesta Narkoba Usai Habisi Nenek di Pekanbaru, Kini Pelaku Pembunuhan Tak Bisa Jalan Usai Ditembak

Rekaman CCTV Ungkap Aksi Perampokan yang Tewaskan Nenek di Pekanbaru. (tangkapan layar CCTV via Tribun Pekanbaru)

Jadi Otak Perampokan dan Pembunuhan

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, mengungkapkan AFT menjadi otak perampokan dan pembunuhan terhadap korban.

Aksi tersebut dilakukan bersama suami sirinya, SL, serta dua rekannya, EW dan L.

Motif pembunuhan disebut karena sakit hati, di mana pelaku mengaku sering dimarahi oleh korban saat masih tinggal bersama.

“Untuk motif perbuatan keji ini, AFT beralasan saat tinggal di rumah korban, dia mengaku sering dimaki-maki dan dimarahi,” ungkap Muharman.

Baca juga: 4 Pelaku Pembunuhan Nenek di Pekanbaru Langsung ke Tempat Hiburan Malam Usai Eksekusi, Pesta Narkoba

PEMBUNUHAN DI PEKANBARU - Mantan menantu menjadi otak kasus pembunuhan nenek di Pekanbaru
PEMBUNUHAN DI PEKANBARU - Mantan menantu menjadi otak kasus pembunuhan nenek di Pekanbaru (Tribun Trends/tangkapan layar CCTV via Tribun Pekanbaru dan Kompas.com/Idon)

Namun, polisi juga menemukan adanya motif lain, yakni keinginan pelaku untuk menguasai harta korban.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Rabu (29/4/2026) pagi.

Aksi pelaku terekam kamera CCTV. Salah satu pelaku pria menjadi eksekutor dengan memukul korban menggunakan kayu balok.

Setelah kejadian, para pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban, seperti perhiasan emas, uang 400 dolar Singapura, paspor, dan telepon genggam.

(TribunTrends.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.