PSS Sleman Punya Rekor Sangar di Stadion Maguwoharjo Musim Ini, Huistra: Kerja Keras Terbayar
Joko Widiyarso May 04, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman menunjukkan rekor kandang yang sangat impresif sepanjang musim ini.

Catatan tersebut menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka promosi ke kasta tertinggi.

Dari total 27 laga di fase grup, PSS memainkan 14 pertandingan kandang. Hasilnya sangat dominan, 11 kemenangan dan 3 hasil imbang. 

Mereka bahkan tak tersentuh kekalahan saat bermain di Stadion Maguwoharjo musim ini.

Tidak hanya solid dalam hasil, PSS juga tajam dengan torehan 32 gol dan hanya kebobolan 7 gol di kandang.

Direktur Teknis PSS Sleman, Pieter Huistra.
Direktur Teknis PSS Sleman, Pieter Huistra. (Dokumentasi untuk Tribun Jogja/Almurfi Syofyan)

Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, mengungkapkan rasa puasnya atas pencapaian tim.

“Ya, perasaan yang sangat luar biasa. Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus, saya rasa salah satu yang terbaik musim ini,” ujar Huistra, Senin (4/5/2026).

Huistra mengatakan, para pemain PSS berhasil menampilkan permainan terbaik di saat-saat yang dibutuhkan di musim ini.

”Jadi, di saat yang tepat, para pemain memberikan performa terbaiknya. Kami telah bekerja keras sepanjang musim, para pelatih, direktur teknis, para pemain, semuanya bersama-sama,” imbuhnya.

Lanjutnya, kerja keras yang dilakukan oleh pemain di sepanjang musim membuat pemain bisa tampil konsisten.

”Dan jika anda bekerja keras dan memiliki rencana, maka anda akan mendapatkan imbalannya pada akhirnya. Kemarin kami mendapatkan imbalan itu, dan saya rasa Sleman adalah klub yang seharusnya berada di Liga Super. Sekarang kami kembali, jadi itu perasaan yang luar biasa,” ujarnya.

Kembali ke Liga 1 

Sebelumnya, PSS Sleman memastikan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIS Semarang.

Hasil itu didapat pada pekan ke-27 Pegadaian Championship 2025/2026, Minggu (3/5/2026) sore di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Kemenangan ini menegaskan kebangkitan PSS yang hanya membutuhkan satu musim untuk kembali ke Super League.

Selain mengamankan tiket promosi, hasil tersebut juga membawa mereka melaju ke partai final, di mana PSS akan menghadapi Garudyaksa FC.

Adapun tiga gol kemenangan PSS dicetak oleh Gustavo Tocantins (36’), Junior Haqi (59’), dan Arda Alfareza (87’).

Ada derby DIY musim depan

DERBY MATARAM - Tim PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta.
DERBY MATARAM - Tim PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta. (Tribun Jogja/Almurfi Syofyan)

Lolosnya PSS Sleman ke Super League musim depan memastikan laga sarat gengsi bertajuk derby DIY yang lama dinantikan segera terwujud.

Pertemuan antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta pun diharapkan bisa dilaksanakan dengan adanya penonton.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut positif kemungkinan tersebut.

 Ia berharap laga derby musim depan dapat berlangsung lancar, aman, dan tetap menjunjung tinggi semangat persaudaraan.

Menanggapi pertanyaan wartawan soal Derby DIY musim depan, Harda menyampaikan harapannya agar tidak ada kendala dalam pelaksanaannya.

“Ya, mudah-mudahan Allah memudahkan, tidak ada masalah. Karena semangat kami adalah seduluran. Olahraga ini sebagai bentuk kompetisi yang harus dipahami oleh semua pihak,” ujar Harda, Minggu (3/5/2026) malam.

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan rivalitas yang tidak sehat di antara suporter kedua tim.

“Artinya suporter PSIM dan suporter PSS melupakan masa-masa lalu. Rivalitas yang tidak sehat harus dihilangkan, karena apa pun kita saudara,” katanya.

Harda menyoroti kedekatan basis suporter kedua tim yang saling beririsan di wilayah DIY, termasuk di Sleman.

Menurutnya, kondisi ini justru harus menjadi kekuatan untuk menjaga kondusivitas.

“PSS itu ada yang di kota pendukungnya, kemudian PSIM juga ada yang di Sleman. Ini yang harus dipahami bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman akan berkoordinasi dengan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, untuk memastikan Derby DIY bisa berlangsung aman dan nyaman di musim depan.

Derby ditonton suporter

Terkait kehadiran penonton, Harda menegaskan harapannya agar laga derby bisa digelar dengan suporter.

“Ya iyalah (harus ada penonton). Kami juga berharap pihak keamanan bisa mengevaluasi izin-izin kuota penonton. Karena PSS juga perlu pemasukan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi loyalitas suporter PSS seperti BCS dan Slemania yang dinilai menunjukkan kecintaan besar terhadap tim.

“Saya yakin dengan potensi yang luar biasa ini, antara pihak keamanan dan Pemkab Sleman bisa berkolaborasi dengan baik, sehingga nanti tidak ragu lagi mengeluarkan izin dengan kapasitas penuh,” ujarnya.

Seperti diketahui, PSS Sleman memastikan tiket promosi ke Super League musim depan setelah menundukkan PSIS Semarang dengan skor 3-0 pada pekan ke-27 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026).

Kemenangan ini mengantarkan PSS ke partai final menghadapi Garudayaksa FC sekaligus mengunci posisi puncak klasemen Grup Timur dengan 56 poin dari 27 pertandingan.

Tiga gol Laskar Sembada dicetak oleh Gustavo Tocantins (36’), Junior Haqi (59’), dan Arda Alfareza (87’).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.