TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sebuah truk molen pengangkut semen terguling di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (30/4/2026).
Hingga Senin (4/5/2026), truk tersebut masih belum dievakuasi. Penyebab utamanya karena terkendala lokasi yang sempit.
Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri menjelaskan, posisi truk berada di tikungan jalan yang sempit sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Baca juga: Akses Warga 2 Dusun di Sepakung Semarang Tertutup Longsor
Material beton yang semula berada di dalam truk sudah dikeluarkan seluruhnya untuk mengurangi beban kendaraan. Namun hingga kini truk masih tergeletak di lokasi.
"Kesulitannya karena lokasinya di tikungan yang sangat sempit. Jadi, alat untuk mengevakuasi juga harus disesuaikan, tidak bisa langsung ditarik seperti di jalan yang lebih luas," ujarnya.
Terkait kronologi kejadian, Nuri menjelaskan, truk tersebut hendak mengirim beton untuk proyek pelebaran jalan di jalur Sepakung-Pager Gedok, yang merupakan akses menuju kawasan wisata Gunung Telomoyo.
Sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak siang hari sehingga kondisi tanah menjadi lembek.
"Truk tersebut agak minggir, kena tanah, tanahnya amblas. Sebenarnya hari-hari sebelumnya jalan aman-aman saja," katanya.
Nuri memastikan tidak ada kerusakan pada rumah penduduk maupun fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian.
"Tidak ada kerusakan. Posisi truk hanya di bibir jalan, tidak sampai mengenai rumah warga atau musala yang berada di dekat lokasi," sebutnya.
Nuri menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir truk selamat karena telah turun dari kendaraan sebelum truk benar-benar terguling. .
"Sopir aman karena sopir turun dulu. Begitu kena tanah agak miring, turun pelan-pelan," katanya. (*)
• Dalih Polisi Belum Tahan Kiai Cabul di Pati: Tersangka Kooperatif