Belum Ada Titik Terang, Hasil Uji Lab Sampel Makanan SPPG Jurit Baru Masih Tahap Inkubasi
Idham Khalid May 04, 2026 04:07 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari SPPG Jurit Baru, Pringgasela, Lombok Timur yang diduga memicu keracunan massal pada Jumat (24/4/2026) masih belum bisa diumumkan.

Sampel makanan yang sebelumnya diduga terkait dengan peristiwa keracunan yang dialami sekitar 51 orang penerima manfaat tersebut, sudah melalui proses pengujian di laboratorium. Namun,hingga kini tahap konfirmasi masih berlangsung guna memastikan ketepatan hasil uji.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, Yogi Abaso Mataram, menyampaikan bahwa secara prosedur teknis, uji laboratorium sudah selesai. 

Namun, untuk memastikan hasilnya benar-benar sahih dan dapat dipertanggungjawabkan, masih diperlukan uji konfirmasi lanjutan.

"Proses uji sejatinya sudah rampung, tetapi kami tetap harus melakukan konfirmasi ulang agar hasil yang diperoleh akurat," katanya saat dihubungi pada Senin (4/5/2026).

Baca juga: Siswa SD dan SMP Satu Atap Suela Lombok Timur Belum Tersentuh Program MBG Prabowo

Ia menambahkan, uji konfirmasi dilakukan melalui proses inkubasi mengingat pertumbuhan bakteri membutuhkan rentang waktu tertentu untuk bisa diidentifikasi secara pasti. Karena itu, hasil akhir belum bisa diumumkan dalam waktu dekat.

"Nantinya, hasil resmi akan kami sampaikan langsung kepada Dinas Kesehatan Lombok Timur sebagai pengirim sampel. Dinas Kesehatan-lah yang berwenang menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab keracunan massal tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, menyatakan pihaknya masih menanti hasil resmi dari BPOM Mataram. 

Hingga kini, laporan tersebut belum diterima karena proses pengujian masih terus berjalan.

"Kami masih menunggu hasil uji dari BPOM Mataram untuk memastikan penyebab pastinya," pungkasnya singkat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.