Tim Dosen UAJY Raih Hibah Bestari Saintek Pengembangan Living Lab di Bukit Turgo
Hari Susmayanti May 04, 2026 04:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Dosen Fakultas Teknobiologi (FTb), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), menorehkan prestasi melalui pendanaan Program Hibah Penelitian Bestari Saintek yang diselenggarakan oleh Kemendikti Saintek dan LPDP.

Program ini berfokus untuk membangun laboratorium hidup di lapangan, dengan fokus pada isu yang jelas sehingga penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di lokasi tersebut.

Program ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem Bukit Turgo dan desa penyangga yang mengalami degradasi akibat penurunan biodiversitas, erosi, dan tekanan aktivitas manusia.

Selain berfokus pada pemulihan lingkungan, program ini juga menargetkan perbaikan tata kelola, peningkatan literasi konservasi, serta penguatan kapasitas ekonomi dan teknologi masyarakat.

Dengan pendekatan lintas disiplin, riset ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Program hibah mulai tahap seleksi sejak tahun 2025 dan diumumkan lolos pendanaan pada Maret 2026.

Baca juga: Suster Ika, Alumni UAJY yang Selamatkan 13 Korban TPPO di Maumere

Tim penelitian diketuai oleh Prof. Ir. Ign. Pramana Y., M.Si., Ph.D. (Dosen Biologi) dengan melibatkan enam anggota, di antaranya:

  • Prof. Aloysius Gunadi Brata, S.E., M.Si., Ph.D. (Dosen Ekonomi Pembangunan)
  • Dr. Vincentia Reni Vitasurya, S.T., M.T. (Dosen Arsitektur)
  • Dra. L. Indah Murwani Yulianti, M.Si. (Dosen Biologi)
  • Drs. P. Kianto Atmodjo, M.Si. (Dosen Biologi)
  • apt. Ines Septi Arsiningtyas, S.Farm., M.Sc., Ph.D. (Dosen Biologi)
  • Vincentius Tri Setyo Budi, S.Si. (PLP FTb)

Tim ini akan melaksanakan program selama satu tahun dengan judul penelitian “Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo.”

Penelitian ini menekankan kolaborasi lintas disiplin untuk mengkaji dan mengembangkan potensi biodiversitas secara berkelanjutan.

Pramana juga mengungkapkan tantangan dalam proses pelaksanaan program hibah ini, terutama karena melibatkan banyak anggota dari lintas disiplin, termasuk mahasiswa, serta upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di Bukit Turgo.

“Kami perlu mendorong keterlibatan masyarakat agar tertarik untuk berpartisipasi, meskipun waktu yang tersedia terbatas, dengan harapan program ini dapat berkelanjutan,” ujar Pramana.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan meraih pendanaan hibah ini, serta harapannya agar peluang serupa dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh Sivitas Akademika UAJY.

Ia mendorong Sivitas Akademika UAJY untuk berani mencoba mengikuti program serupa yang tidak hanya meningkatkan kualitas riset, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim akan bekerja sama dengan berbagai mitra, yaitu Balai Taman Nasional Gunung Merapi dan pemerintah daerah sebagai mitra utama.

Adapun mitra pendamping meliputi Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Wisata Turgo dan Kelompok Kreatif Acacia, serta didukung oleh LSM Endemic Community Indonesia.

Sebagai penutup, keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat peran UAJY dalam menghasilkan penelitian yang kolaboratif, aplikatif, dan berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.