Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, SETIABUDI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini masih terus mengerjakan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan arah Mampang Prapatan.
Penataan ini dilakukan sebagai bagian dari pembenahan kawasan pasca pembongkaran tiang monorel yang sempat mangkrak selama bertahun-tahun.
Berdasarkan pantauan Warta Kota di lokasi, Senin (4/5/2026) pukul 13.30 WIB, pengerjaan masih berlangsung di sejumlah titik.
Para pekerja tampak sibuk mengerjakan konstruksi dengan berbagai material bangunan yang tersebar di area trotoar.
Aktivitas pekerjaan terlihat cukup padat di ruas jalan dari seberang Gedung KPK hingga Gedung Asuransi Wahana Tata.
Baca juga: Usai Tertibkan Trotoar dari PKL, Anggota Satpol PP Jaktim Jaga Kawasan Kramat Jati
Tampak sejumlah alat berat juga masih beroperasi untuk mendukung proses pengerjaan.
Di beberapa bagian, bentuk trotoar sudah mulai terlihat.
Namun, pengerjaan belum sepenuhnya rampung dan masih berlangsung di sejumlah titik lainnya.
Selama proses revitalisasi, sebagian lajur jalan ditutup untuk mendukung pekerjaan proyek.
Papan lainnya bertuliskan "Hati-hati Kurangi Kecepatan Sekarang" dan Awas Beda Tinggi".
Baca juga: Pastikan Revitalisasi Sesuai Rencana, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua
Di sejumlah titik terdapat perbedaan tinggi jalan karena sebagian jalan sudah diaspal, sebagian belum.
Hal itu seperti terlihat di dekat Plaza Festival yang belum diaspal.
Ketinggian jalan di sana berbeda kurang lebih 10 sentimeter dan ada water barrier sebagai tanda pembatas jalan.
Pada beberapa titik, kendaraan hanya dapat melintas di tiga lajur sehingga menyebabkan kepadatan kendaraan.
Terlihat Uditch beton untuk saluran air dan barrier beton pembatas jalan yang lama ditumpuk di pinggir jalan yang belum dibangun trotoar dekat Stasiun LRT Setiabudi.
Pemprov DKI Jakarta diketahui menargetkan revitalisasi trotoar sepanjang 3,8 kilometer dengan lebar mencapai hingga 7 meter.
Proyek penataan ditargetkan rampung sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta pada 22 Juni 2026.
Revitalisasi trotoar ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki.
Sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.
"Terkait progres penataan Jalan HR Rasuna Said, dapat kami sampaikan bahwa saat ini Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan percepatan terkait target penyelesaian penataan kawasan tersebut," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, kepada Warta Kota, Senin.
"Percepatan dilakukan agar manfaat penataan Jalan HR Rasuna Said, khususnya untuk kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas pengguna jalan bisa lebih cepat dirasakan oleh masyarakat," sambungnya.
Dalam penataan kawasan ini, jalur pedestrian di sisi Timur akan diperlebar dengan ukuran dari 4 hingga 7 meter mengikuti konsistensi lajur jalan.
Sedangkan untuk saluran air yang tadinya rata-rata berdimensi 80 cm, kini diperbesar menjadi 120 cm.
Langkah ini merupakan upaya menjadikan Jalan HR Rasuna Said terhindar dari genangan air saat hujan turun.
"Meskipun belum rampung 100 persen, namun perubahannya sudah mulai terasa," tutur dia.
Median jalan yang sebelumnya merupakan penyangga tiang-tiang monorel, kini beralih fungsi menjadi badan jalan.
Jalur Pedestrian sebagian sudah mulai tertata dan tidak hanya aman, tetapi enak dipandang.
Di bawah langkah para pejalan kaki, mulai tersusun jaringan utilitas yang tertanam di bawah tanah.
Etalase Jakarta makin cantik tanpa adanya kabel udara.
"Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintas di Jalan HR Rasuna Said selama proses pembangunan berlangsung," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi keluhan warga soal kemacetan di Jalan HR Rasuna Said yang terjadi selama proses pembongkaran tiang monorel mangkrak.
Ia mengakui, proyek tersebut memang berdampak pada lalu lintas, meski bersifat sementara.
Pramono menjelaskan, proses pembongkaran tiang monorel kini telah rampung. Namun demikian, penataan kawasan masih terus berlanjut, khususnya pada jalur pedestrian yang saat ini tengah dalam tahap penyelesaian.
"Yang pertama untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian, terutama kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek," kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, keseluruhan proyek penataan di kawasan Jalan HR Rasuna Said mencakup pembongkaran tiang monorel, pelebaran jalan, hingga perbaikan trotoar yang untuk sementara waktu memang memakan sebagian badan jalan.
Untuk meminimalisir dampak berkepanjangan, Pemprov DKI memutuskan mempercepat target penyelesaian proyek.
Jika sebelumnya dijadwalkan rampung pada September 2026, kini ditargetkan selesai lebih awal pada Juni 2026.
Percepatan ini dimungkinkan setelah seluruh tiang bekas proyek monorel yang berada di sepanjang jalan tersebut telah selesai dipotong dan dirapikan.
"Mudah-mudahan targetnya adalah tanggal 22 Juni saya akan resmikan sebagai kado (HUT) Jakarta, dan itu akan menjadi sesuatu yang baru. Bahwa Rasuna Said kurang lebih mudah-mudahan bisa seperti Sudirman-Thamrin," jelas Pramono.
Diketahui, Pemprov DKI menggelontorkan anggaran sebesar Rp102 miliar untuk penataan kawasan secara menyeluruh.
Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan badan jalan, drainase, trotoar, taman, hingga penerangan jalan umum. Sementara itu, biaya khusus untuk pemotongan tiang monorel tercatat sekitar Rp254 juta. (m31)