Sosok dr. Myta Aprilia Azmy, Dokter Muda yang Gugur di Tengah Pengabdian
M Zulkodri May 04, 2026 07:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Duka mendalam menyelimuti dunia kesehatan Indonesia atas kepergian seorang dokter muda penuh dedikasi, Myta Aprilia Azmy, yang wafat di usia 25 tahun setelah berjuang melawan kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada Jumat (1/5/2026) di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, setelah sebelumnya menjalani tugas sebagai dokter internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Kepergiannya tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga memicu perhatian luas terhadap kondisi kerja dokter magang di Indonesia.

Sosok Penuh Dedikasi dan Harapan Keluarga

Lahir pada 13 April 2001, dr. Myta dikenal sebagai pribadi yang gigih dan menjadi tumpuan keluarga.

Ia tengah berada di fase akhir pengabdian sebagai dokter internship, yang seharusnya rampung pada Agustus 2026.

Bagi keluarga, Myta bukan sekadar anak, tetapi juga harapan masa depan.

Kepergiannya yang begitu mendadak meninggalkan luka mendalam, terlebih ia baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 beberapa waktu lalu.

Di mata keluarga, dr. Myta bukan sekadar anak, tetapi juga harapan.

Ia disebut sebagai tumpuan keluarga yang sedang menapaki jalan panjang menuju masa depan.

Perwakilan keluarga, dr. Pebri Mahardika, mengungkapkan bahwa masa internship yang dijalani dr. Myta sebenarnya sudah hampir rampung.

Ia dijadwalkan menyelesaikan program tersebut pada Agustus 2026.

“Almarhumah ini menjadi tumpuan keluarga. Sebentar lagi seharusnya menyelesaikan program internship dan menjadi dokter umum sepenuhnya,” ungkapnya dengan nada haru.

Namun takdir berkata lain. Perjalanan yang tinggal selangkah lagi harus terhenti secara mendadak.

Tetap Bertugas Meski Sakit

Fakta yang terungkap kemudian menambah pilu kisah hidupnya.

Meski telah mengalami gejala sesak napas dan demam sejak Maret 2026, dr. Myta disebut tetap menjalankan tugas jaga malam.

Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah adanya laporan dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang mengungkap bahwa almarhumah tetap dijadwalkan bekerja di tengah kondisi kesehatan yang memburuk.

Beban Kerja Berat dan Jam Tugas Panjang

Selain kondisi sakit, dr. Myta juga diduga menjalani beban kerja yang cukup berat.

Tak hanya soal kondisi sakit, dr. Myta juga diduga menjalani jam kerja yang jauh dari ideal.

Alih-alih mengikuti standar 8 jam per hari, ia disebut harus bekerja hingga 12 jam sehari, khususnya saat bertugas di instalasi gawat darurat.

Ketua IKA FK Unsri, dr. Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa sistem kerja yang tidak berjalan optimal turut memperpanjang jam tugas para dokter magang.

”Kalau ada pasien yang belum beres penanganannya, jam kerjanya bakal diperpanjang. Padahal, mestinya penanganan itu bisa dioper ke dokter jaga berikutnya,” kata Ahmad.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan kerja yang berpotensi menguras fisik dan mental tenaga medis muda.

Kondisi Kritis hingga Wafat

Menjelang akhir hayatnya, kondisi kesehatan dr. Myta terus menurun.

Saturasi oksigennya dilaporkan sempat turun drastis hingga di bawah 80 persen sebelum akhirnya dirujuk ke ruang ICU di Palembang.

Meski telah mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.

Ia meninggal dunia hanya beberapa bulan sebelum menyelesaikan masa pengabdian yang telah dijalaninya dengan penuh tanggung jawab.

Alarm bagi Sistem Kesehatan

Kepergian dr. Myta kini menjadi pengingat penting bagi dunia medis Indonesia.

Banyak pihak mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja dokter internship, termasuk jam kerja, supervisi, serta perlindungan kesehatan tenaga medis muda.

Kasus ini tidak hanya menjadi kisah duka seorang dokter muda, tetapi juga refleksi bagi sistem pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan kesejahteraan para tenaga medis di garis depan.

Kepergian dr. Myta meninggalkan pesan kuat, dedikasi tinggi harus diimbangi dengan perlindungan yang layak, agar pengabdian tidak berujung pada pengorbanan yang terlalu mahal.

Tribuntrends/Kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.