TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Upaya pemerataan akses listrik di wilayah pedesaan terus didorong pemerintah melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Salah satunya terlihat dari kunjungan kerja anggota DPR RI ke wilayah terpencil di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang kini mulai merasakan manfaat kehadiran listrik setelah bertahun-tahun hidup tanpa aliran energi memadai.
Bertempat di Dusun Karya Sejati, Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Lisdes dilakukan pada 29 April 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pemerataan listrik benar-benar dirasakan oleh masyarakat di daerah terpencil.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Fransiscus Maria Agustinus Sibarani, yang secara langsung meninjau kondisi lapangan sekaligus berdialog dengan masyarakat setempat.
Kunjungan ini dipusatkan di SD Negeri 22 Kuala Mandor A dan turut melibatkan tim dari PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat serta pemerintah desa.
Dalam kesempatan tersebut, Sibarani menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung keberhasilan Program Lisdes.
• Pastikan Keandalan Listrik, PLN Perkuat Pengamanan Objek Vital Lewat Simulasi Darurat di Sintang
Program ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam mempercepat pemerataan energi di seluruh Indonesia.
Ia juga menekankan bahwa program tersebut mendukung target pemerintah dalam mencapai rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2029, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Sebanyak 84 kepala keluarga di Dusun Karya Sejati kini telah merasakan manfaat listrik dari PLN.
Sebelumnya, masyarakat setempat selama puluhan tahun hanya mengandalkan penerangan dari pelita dan genset, yang tidak hanya terbatas tetapi juga membutuhkan biaya operasional cukup tinggi.
Dengan hadirnya listrik, masyarakat kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.
Sibarani pun mengingatkan agar listrik tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber penerangan, tetapi juga sebagai sarana untuk menunjang kegiatan produktif.
Ia mendorong warga untuk memanfaatkan energi listrik dalam mengembangkan usaha kecil, meningkatkan produktivitas kerja, hingga membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Menurutnya, pemanfaatan yang tepat akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
• Benarkah Cuaca Panas Jadi Penyebab Tagihan Listrik Membengkak? Ini Kata PLN
Lebih jauh, Sibarani berharap Program Lisdes dapat terus diperluas hingga menjangkau seluruh wilayah yang belum teraliri listrik.
Pemerataan energi dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri.
Baginya, kehadiran listrik di Dusun Karya Sejati bukan sekadar menghadirkan fasilitas energi, tetapi juga menjadi simbol nyata perubahan dan kemajuan.
Listrik membawa harapan baru bagi masyarakat, sekaligus memperkuat makna kemerdekaan melalui peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Program Lisdes diharapkan terus menjadi prioritas nasional dalam mewujudkan Indonesia yang terang dan merata.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, DPR, dan PLN, akses listrik hingga ke pelosok desa bukan lagi sekadar target, melainkan kenyataan yang terus diwujudkan.