Mujiono Kades Buncitan Tewas Leher Terikat Selang, Polisi Sebut Bukan Dibunuh, Punya Banyak Utang
M Zulkodri May 04, 2026 07:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Kepala Desa (Kades) Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Mujiono, ditemukan tewas di kantornya pada Minggu (3/5/2026) sekira pukul 16.00 WIB.

Mujiono tewas dengan kondisi lehernya terikat selang air yang dikaitkan ke jendela kecil di dinding kantor dalam posisi duduk di kursi sofa.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh petugas kepolisian, dipastikan Mujiono meninggal dunia bukan karena penganiayaan atau pembunuhan.

Diduga kuat Kades Buncitan tersebut meninggal dunia karena bunuh diri.

Penyelidikan petugas menemukan bahwa korban sempat mencari informasi di ponselnya terkait cara mengakhiri hidup.

Ada beberapa hal terkait mengakhiri hidup yang sempat dibuka.

Termasuk juga ditemukan riwayat penelusuran terkait hukum utang apabila meninggal dunia.

Baca juga: Sosok Bos TV yang Dituding Selingkuhan Maia Estianty, Pernah Gugat Ahmad Dhani Rp 1,3 Triliun

Hal ini menguatkan dugaan korban mengakhiri hidup adalah tekanan finansial yang berat.

Diketahui, dalam bisnis jual beli tanah kavling yang dijalankan sejak 2023, korban memiliki kewajiban pembayaran kepada pemilik lahan sebesar Rp 270.000.000 yang jatuh tempo pada akhir Mei 2026 ini.

Korban juga tercatat memiliki utang kepada salah satu ketua RW di Desa Buncitan sebesar Rp 100.000.000.

Selain dua utang tersebut, korban juga disebut memiliki pinjaman lain kepada sesama kepala desa di wilayah Sedati, namun belum diketahui nominal pastinya.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma.

“Kami menemukan adanya beban utang yang cukup besar dan jatuh tempo dalam waktu dekat, ini menjadi salah satu faktor yang sedang kami dalami sebagai latar belakang kejadian,” lanjutnya.

Temuan tersebut diperkuat dengan adanya dokumen berupa surat perjanjian dan surat kuasa penagihan utang yang ditemukan di meja kerja korban saat polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya jeratan di lehar yang menjadi penyebab kematian, sehingga mengarah pada kesimpulan mengakhiri hidup.

“Tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Luka jeratan di leher yang menyebabkan korban mengalami mati lemas,” kata Siko, Senin (4/5/2026).

Detik-detik Mujiono Ditemukan Tewas

Berdasarkan rekaman CCTV dari pemeriksaan polisi, korban datang ke balai desa sekira pukul 10.52 WIB.

Dia kemudian masuk ke kamar mandi masih mengenakan jaket dan helm.

Sekira pukul 11.06 WIB, M terlihat mondar-mandir di sekitar selang air dan menarik selang itu lantas memotongnya.

Sekira pukul 12.52 WIB, M masuk ke kamar mandi mengenakan pakaian seperti saat dia ditemukan sudah meninggal dunia.

Sekira pukul 12.54 WIB dia kembali ke ruang kerjanya.

Dan sekira pukul 16.22 WIB, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi leher terikat selang di ruang kerjanya.

Korban ditemukan pertama kali oleh M Khojim, tukang kebersihan, Minggu (3/5/2026) sekira pukul 16.00 WIB.

Usai menyapu kantor desa, M Khojim ke kamar mandi untuk cuci tangan, setelah itu dia melihat sepeda motor Vario milik kades terparkir di depan pintu ruang kades.

“Saya datang mau bersih-bersih seperti biasa. Tapi pintu sudah terbuka dan motor korban masih ada,” ujarnya.

Khojim kemudian melihat pintu ruangan terbuka dan lampunya dalam kondisi mati.

Dia kemudian berusaha mengecek, melihat kades duduk di kursi tapi dipanggil tidak merespons.

"Saya mencoba membangunkan korban namun tidak ada respons. Lalu saya menyalakan lampu ruangan dan terkejut melihat korban meninggal dengan leher terlilit selang air," jelasnya.

Saat lampu dinyalakan, diketahui korban sudah dalam kondisi meninggal, lehernya terikat selang yang terkait dengan ventilasi dinding kantor.

Khozim mengaku jika terdapat tiga orang perangkat desa yang sempat terlihat beraktivitas di balai desa sejak Minggu (3/5/2026) siang, sebelum penemuan jenazah.

Kendati demikian, kendaraan mereka sudah tidak ada saat Khozim tiba.

"Sebelumnya ada tiga orang yang ada di balai desa, tapi waktu saya datang mau bersih-bersih sore tadi mereka sudah tidak ada," jelasnya.

Melihat kades sudah tidak bernyawa, Khojim kemudian menghubungi ketua RW dan bersama-sama mengecek lokasi.

Kepala desa meninggal dengan cara mengenaskan, mereka lantas melapor ke Polsek Sedati.

Tak lama berselang, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian.

Polisi langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah alat bukti.

Sementara jasad M dibawa ke RS Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil penyidikan menyebut, korban meninggal dunia akibat mengakhiri hidup.

Meski demikian, polisi memastikan proses penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh guna mengantisipasi adanya kemungkinan lain yang belum terungkap dalam peristiwa tersebut.

(Bangkapos.com/TribunMadura.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.