TRIBUNJAKARTA.COM - Peristiwa mencekam terjadi pada perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di lintas antara Stasiun Jurangmangu dan Stasiun Pondok Ranji, Senin (4/5/2026).
Insiden itu terjadi saat hujan deras disertai petir mengguyur kawasan tersebut.
Dalam rekaman video yang dikutip dari Instagram @depok24jam, terlihat percikan api besar muncul dari tiang Listrik Aliran Atas (LAA) KRL.
Percikan api itu tampak menyala dari kejauhan dan diduga dipicu oleh sambaran petir.
Akibat kejadian tersebut, aliran listrik pada rangkaian KRL terganggu hingga menyebabkan kereta berhenti dan mengalami mati listrik di tengah perjalanan.
Kondisi itu membuat sejumlah penumpang panik.
Beberapa di antaranya terlihat berusaha keluar dari dalam gerbong dengan cara melompat melalui jendela.
Dalam video yang sama, tampak warga di sekitar lokasi turut membantu proses evakuasi penumpang dari dalam kereta.
Sejumlah penumpang, termasuk ibu-ibu, terlihat dituntun turun dengan hati-hati.
Peristiwa ini menyebabkan perjalanan KRL di lintas tersebut terganggu.
Hingga kini, petugas masih melakukan penanganan untuk memulihkan kondisi prasarana agar operasional kereta dapat kembali normal.
Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line lintas Rangkasbitung mengalami gangguan operasional pada Senin (4/5/2026) sore akibat kendala pada Listrik Aliran Atas (LAA).
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan gangguan terjadi karena adanya percikan api di tiang LAA sehingga aliran listrik terpaksa dimatikan sementara.
"Untuk keselamatan perjalanan Commuter Line dan jaringan LAA, untuk sementara aliran LAA dimatikan," ujar Leza dalam keterangan tertulis, Senin dikutip Kompas.com.
Akibat pemadaman tersebut, perjalanan KRL pada lintas Pondok Ranji-Sudimara tidak dapat dilalui sejak pukul 16.30 WIB.
Untuk menekan dampak keterlambatan, KAI Commuter menerapkan rekayasa operasional sementara.
"Untuk sementara perjalanan Commuter Line dari arah Rangkasbitung atau Parung Panjang hanya sampai Stasiun Serpong, sedangkan perjalanan Commuter Line dari arah Tanah Abang hanya sampai Stasiun Kebayoran," kata Leza.
Saat ini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi agar perjalanan KRL jalur Green Line dapat kembali normal.
KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan dan keterlambatan perjalanan yang dialami pengguna.
Sementara itu, peristiwa tersebut turut terekam dan diunggah di media sosial Instagram melalui akun @jalur5.
Dalam unggahan itu, terlihat penumpang jalur Green Line menumpuk di dua stasiun, yakni Pondok Ranji dan Jurangmangu.
Penumpukan diduga terjadi akibat gangguan listrik yang membuat para pengguna KRL diminta turun dari kereta.
"Saat ini, penumpang diminta turun karena KRL akan ditutup," tulis dalam unggahan tersebut.