TRIBUNJAKARTA.COM - Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menanggapi hasil survei Muda Bicara ID yang dirilis belum lama ini.
Hasil survei menunjukkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung masuk tiga besar Gubernur berkinerja terbaik versi anak muda.
Pramono mengungguli Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun masih berada di bawah Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Sherly dipilih 18,50 persen responden, Pramono dipilih 17,30 persen responden dan Dedi Mulyadi dipilih 17,10 responden.
Sementara di peringkat ke-4 adalah Gubernur Yogyakarta Sri Sultan HB X dengan dipilih 15 persen responden, dan ke-5 Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dipilih 7,20 persen responden.
Chico menilai, hasil survei tersebut merupakan apresiasi terhadap para Gubernur yang telah bekerja setelah dilantik bersama pada 20 Februari 2025 lalu.
"Kami melihat hasil ini sebagai apresiasi untuk semua Gubernur yang ada di daftar tersebut sekaligus tantangan yang membangun," kata Chico kepada TribunJakarta, Senin (4/5/2026).
Chico mengatakan, Jakarta memiliki persoalalan yang kompleks. Hal itu membuat Pramono fokus pada program yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Perbaikan transportasi umum, pengelolaan tata kota yang lebih baik, penanganan banjir, serta inisiatif pemuda dan ekonomi kreatif," papar Chico.
Di sisi lain, Chico mengakui, Jakarta sebagai Ibu Kota selalau menjadi sorotan masyarakat luas, termasuk generasi muda.
"Masukan dari anak muda sangat berharga untuk terus meningkatkan kinerja," ujarnya.
Chico menekankan, Setiap daerah memiliki tantangan yang unik, dan Pemprov Jakarta siap berkolaborasi dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk bekerja lebih baik lagi, mendengarkan aspirasi generasi muda, dan berkolaborasi antar-daerah demi kemajuan Indonesia," pungkasnya.
Survei ini sendiri menggunakan 800 responden dengan kriteria berusia 17-40 tahun, dari seluruh Indonesia, yang persebarannya disesuaikan dengan struktur demografi asli Indonesia.
"Kita batasi di usia 17 sampai 40 tahun. Kita ambil data populasinya itu dari BPS sebenarnya. Kalau respondennya sendiri kita memang pakai stratified random sampling. Jadi memang kita sudah punya data base, data anak muda dari berbagai latar belakang. Kalau di survei ini kita pisahkan dari jenis kelamin, kemudian dari segi usia, selain itu juga dari persebaran provinsi, kita ngambil proporsi nasional, jadi memang lebih banyak di Jawa, 52 persen di Jawa, sisanya tersebar se-Indonesia. Termasuk juga latar belakang profesi juga kita proporsionalkan, dan pendidikan terakhir kita proporsioanalkan," papar Iqbal.
Populasi: Sejalan dengan data populasi nasional, responden asal Pulau Jawa mendominasi dengan 52,6 persen. Proporsi wilayah lain juga mengikuti distribusi penduduk riil, di mana Sumatera menjadi kontributor terbesar kedua (19,6 persen), diikuti oleh Maluku-Papua (10,3 persen), Sulawesi (7,1 persen), Kalimantan (6,3 persen), dan Bali-Nusra (4,1 persen).
Dominasi Pekerja Swasta dan Freelancer: Sektor Pekerja Swasta (35,0 persen) adalah profesi utama, diikuti oleh Freelancer (14,1 persen). Tingginya angka pekerja lepas ini relevan dengan tren gig economy
Tingkat Pendidikan: Mayoritas responden adalah lulusan SMA/Sederajat (48,5 persen) dan Strata 1 (42,2 persen). Dengan total 90,7 persen lulusan pendidikan menengah dan tinggi, responden memiliki literasi yang memadai untuk menilai kebijakan pemerintah dan mengadopsi teknologi baru.
Kondisi Finansial: Distribusi penghasilan bulanan didominasi oleh kelompok Rp4 juta – Rp7 juta (29,3 persen) dan Rp2 juta – Rp4 juta (27,7 persen). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelas ekonomi menengah yang sensitif terhadap kebijakan fiskal dan stabilitas harga nasional.
Dari 800 responden yang terpilih, mereka dikirimkan kuesioner melalui aplikasi pesan singkat dan surel untuk selanjutnya diisi dan dikirimkan kembali.
Iqbal menjelaskan, survei kinerja kepala daerah ini dilakukan secara universal, tidak parsial per wilayah.
Maka, responden di suatu daerah bisa memilih Gubernur daerah lain, yang dinilainya memiliki kinerja terbaik.
Secara teknis, responden ditampilkan seluruh nama Gubernur di Indonesia, lalu mereka diminta memilih gubernur dengan kinerja terbaik, dan boleh beberapa nama dari daerah mana saja.
"Mana yang menurut anak muda itu memiliki kinerja yang baik lah di tingkat daerah. Nanti mereka memilih beberapa nama dan hasilnya yang tercantum itu.
Baca juga: Pramono Anung Ungguli Dedi Mulyadi dalam Survei Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda
Baca juga: JPO Karet Sudirman Amblas, Pramono Jamin Aduan Warga di Medsos Segera Ditindaklanjuti
Baca juga: Soroti Layanan Publik di Kelurahan, Pramono Tegas Soal Pungli: Jangan Sampai!