Siswa Asrama dan Panti Asuhan Semarang Belajar Menjaga Kesehatan Kulit dan Gigi Bareng Ahli
raka f pujangga May 04, 2026 09:11 PM

 

TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak 70 murid SMP dan SMA Asrama Pelajar Ungaran menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ngobrol Seru Bareng Dokter Gigi Retno & Bidan Adelia” membahas Kesehatan Gigi & Kulit.

Acara yang digelar di [Cafe Kebon D'LiK] berlokasi di Jl. Kenanga Indah 2, Genuk, Ungaran, Kabupaten Semarang dalam suasana santai berlangsung, Minggu (3/5/2026).

Baca juga: FAKTA Terbaru Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha: 11 Pengasuh Diperintah Ketua Yayasan

Pada kesempatan tersebut turut hadir siswa-siswi dari panti asuhan Darulhatlonah dan panti asuhan Roudlotul Jannah Ungaran untuk ambil bagian.  

Kegiatan yang diawali dengan pemeriksaan gigi dan kulit oleh drg. Retno dan Bidan Adelia menemukan beberapa deteksi dini terhadap gangguan kesehatan gigi dan kulit pada siswa.

Hasil temuan ini diangkat dan dibahas pada ngobrol tersebut bertujuan edukasi bagi siswa agar memiliki gigi yang cemerlang dan kulit yang halus menawan.

Mereka sangat senang dan bahagia menikmati acara yang dikemas bagus Pengurus dan Anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Ungaran Barat dan Timur yang diketuai Mama Magdalena Simamora; selain itu juga tersedia souvenir dan hadiah kejutan bagi penanya terbaik serta tim yang kompak pada sesi ice breaching.

Ketua Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut, kerjasama yang telah terjalin dengan WKRI Ranting Ungaran dan Panti Asuhan Darulhatlonah serta panti asuhan Roudlotul Jannah Ungaran sudah berlangsung lama dalam berbagai kegiatan.

Pemateri utama drg. Anna Retno Lumbini yang bertugas di UPTD Puskesmas Ungaran melaporkan pemeriksaan gigi pada siswa yang menyatakan bahwa hasil pemeriksaan relatif berkurang pada gigi siswa yang berlubang.

Dijelaskan juga jumlah gigi orang dewasa yang berjumlah 32 merupakan gigi permanen bagi mereka yang telah berusia 20 tahun.

Untuk pertumbuhan gigi susu berlangsung pada usia 6 bulan sampai 2 tahun; kemudian pada usia 6 – 12 tahun jumlah gigi permanen yang telah tumbuh 28; pada hasil pemeriksaan pada siswa sebagian gigi yang berlubang pada gigi geraham. 

Hal ini disebabkan karena perawatan gigi tidak maksimal, sehingga sisa makanan terlebih makanan manis tertinggal pada gigi, termasuk bagi siswa yang sering makan pinang.

Dijelaskan juga oleh drg. Retno proses terjadinya karang gigi yang disebabkan oleh bakteri, kuman, sisa makanan dan air ludah yang berakumulasi membentuk karang gigi.

Untuk menjaga kesehatan gigi diharuskan para siswa memeriksakan gigi ke dokter 6 bulan sekali, menggosok gigi dengan benar sebagaimana diajarkan sehari minimal 2 kali pagi dan malam menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Makanan sehat dan berserat berupa sayur dan buah juga membantu kebersihan gigi secara alami.

Sementara itu Bidan Adelia yang pernah tugas di Kabupaten Membramo dan memiliki putra yang berdarah Biak Papua, menjelaskan bagaimana struktur kulit.

Kulit merupakan organ terluar yang terdiri dari tiga lapisan utama epidermis, dermis, dan hipodermis yang berfungsi melindungi tubuh, mengatur suhu, indera peraba, dan menyimpan lemak.

Epidermis (terluar) pelindung fisik, dermis (tengah) kaya pembuluh darah dan saraf, sedangkan hipodermis (terdalam) menyimpan lemak dan melekatkan kulit ke otot.  

Adapun Struktur dan Fungsi Kulit; Epidermis (Lapisan Luar): Lapisan tipis tanpa pembuluh darah yang berperan sebagai pelindung pertama.

Terdiri dari keratinosit (penghasil keratin) dan melanosit (penghasil pigmen/warna kulit). 

Dermis (Lapisan Tengah): Lapisan tebal di bawah epidermis, mengandung: Folikel Rambut: Tempat rambut tumbuh.

Kelenjar Keringat (Apokrin/Ekrin): Mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat. 

Kelenjar Minyak (Sebasea): Memproduksi sebum untuk menjaga kelembaban kulit dan rambut. Pembuluh Darah: Menyalurkan nutrisi dan oksigen ke kulit.

Merujuk hasil pemeriksaan kulit luar ada siswa yang mengalami sakit Panu, Kurap dan Jerawat untuk mengatasi sakit tersebut unsur utama yang harus diperhatikan adalah kebersihan, mandi sehari 2 kali; tidak menggunakan pakaian yang lembab, tidak memakai pakaian teman, menggunakan handuk kering, menjaga kulit tetap kering dan disarankan menggunakan tabir surya serta sabun kesehatan.

Pada sesi tanya jawab yang dibuka 2 sesi untuk 3 penanya kesempatan tersebut segera dimanfaatkan dengan baik para siswa, dari hasil pantauan ada 9 penanya baik siswa maupun siswi.  

Anna Erna Elisabeth A. Kaomapokeyau siswa kelas VII SMP Mardi Rahayu Ungaran mewakili teman-temannya, bertanya tentang tumbuhnya jerawat di wajahnya.

Bidan Adelia menjawab dengan hati-hati untuk seputar wajah yang sering muncul jerawat baik di dagu maupun didahi bisa dipicu oleh hormonal, tetapi ketika sangat mengganggu bisa ke dokter kulit.

Baca juga: Sosok Hakim Aktif Disebut Jadi Pemilik Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta

"Tips yang perlu diperhatikan adalah sehari-hari ketika pulang aktivitas atau sekolah harus cuci tangan cari pembersih wajah micellar water ditaruh dikapas dibersihkan terus kalau tidak ada aktivitas lanjutan bisa cuci muka, dengan catatan kondisi wajah tidak dalam keadaan berkeringat ya," imbau Adelia.

Tuiame arjen Miagony yang akrab dipanggil Arjen oleh teman-temannya menanyakan "bagaimana kalau lupa gosok gigi dan terlanjur ketiduran dok?"

drg. Retno menjawab sejauh tidak terlalu sering maka hal itu tidak apa-apa, tetapi kalau terlalu sering tidak gosok gigi malam sebelum tidur maka kemungkinan pembentukan karang gigi akan terjadi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.