11 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Grabag, Bupati Magelang Pastikan Penanganan Cepat
Muhammad Fatoni May 04, 2026 11:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Banjir bandang menerjang Dusun Batur, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang pada Minggu (3/5/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ini dipicu hujan deras yang mengguyur sejak sore hari disertai material longsoran yang menyumbat aliran sungai dan drainase.

‎Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menjelaskan kejadian tersebut disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 16.00 WIB menyebabkan aliran material berupa lumpur, kayu, dari hulu Gunung Sokorini terbawa arus sungai.

Material tersebut kemudian menyumbat gorong-gorong di permukiman warga hingga air meluap ke jalan dan rumah.

‎"Berdasarkan laporan yang kami terima ada sekitar 11 rumah yang terdampak luapan air bercampur lumpur, tentunya ini menjadi keprihatinan bersama dan saya meminta kepada seluruh pihak bersama sama warga masyarakat untuk bahu-membahu menbersihkan material yang masih menumpuk," jelasnya.

Baca juga: Seorang Pelajar Terseret Arus di Pantai Parangtritis Bantul Usai Nekat Main Air di Area Rip Current


‎‎Ia juga menjelaskan saat ini keselamatan jiwa menjadi yang utama, setelah tidak dilakukan penyisiran tidak ada korban jiwa kemudian fokus penanganan pada rumah yang terdampak.

‎‎“Kami langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk turun ke lokasi melakukan penanganan darurat. Yang terpenting adalah memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujar Grengseng.

‎Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

‎“Kami minta masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan, agar meningkatkan kewaspadaan. Segera laporkan jika ada tanda-tanda potensi bencana,” tambahnya.

Pembersihan Lumpur

‎Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menjelaskan saat ini fokus penanganan pada pembersihan material lumpur dan kayu yang terbawa banjir karena cuaca masih turun hujan sehingga dikhawatirkan ada banjir susulan.

‎"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa namun banjir membawa material yang tentunya berpotensi mengakibatkan banjir kembali saat hujan dengan intensitas tinggi kembali turun," Jelas Bambang.
‎‎
‎Warga Dusun Batur, Suheri (65) menjelaskan banjir terjadi dengan ketinggian air setinggi 3 meter, saat itu kendaraannya sempat hanyut namun sekarang sudah ditemukan. 

‎"Waktu itu kejadian pas maghrib, saya buka pintu tiba-tiba airnya sudah tinggi, langsung saya minta yang di dalam rumah, ada istri dan anak saya untuk keluar," jelas Suheri. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.