Laporan Wartawan Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Seorang wanita pengendara sepeda motor diperkirakan masih pelajar, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Rel Kereta Api, di persimpangan jalan Lorong Dr. Sadeli, Gampong Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, Senin (4/5/2026) malam.
Korban terjatuh dengan sepmornya dan mengalami luka parah pecah kepala, saat melintasi jalan aspal yang rusak parah akibat banjir akhir 2025 lalu yang hingga belum diperbaiki.
Informasi dihimpun Serambinews.com, menyebutkan, kecelakaan tunggal yang dialami anak perempuan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Rel Kereta Api, atau persisnya di persimpangan empat Lorong Sadeli atau di belakang Corner Cafe.
Korban mengendarai seomor metix belum diketahui jenisnya ini pada saat itu mengarah dari arah pusat kota menuju persimpangan Pasar Hewan Jakan Syiah Kuala.
Saat tiba di persimpangan 4 itu, korban tisak bisa mengendalikan sepmornya, akibat aspal jalan yang rusak parah bergelombang pascabanjir akhir tahun lalu.
Menurut keterangan warga sekitar, selama ini telah beberapa kali terjadi kecelakaan di jalan rusak di persimpangan Lorong Dr. Sadeli ini.
Namun sampai sekarang kerusakan jalan ini masih terbiarkan belum diperbaiki oleh pihak terkait Pemerintah Kota Langsa.
Sedangkan Jalan Rel Kereta Api ini cukup padat pelintas, karena jalan itu sebagai jalur alternatif lintas tengah untuk pengurai kemacetan Jalan A Yani (Jalan Protokol).
Sementara pascakejadian, korban yang tak sadarkan diri dengan kondisi pecah kepala dan banyak mengeluarkan banyak darah di lokasi, telah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kondisi korban yang sedang mendapatkan perawatan medis dalam keadaan kritis.
Baca juga: Jalan Rusak Bireuen Takengon Sudah Diperbaiki Secara Darurat
Warga Langsa, Rizki, mengatakan, melihat kondisi kerusakan parah jalan di persimpangan empat Lorong Dr. Sadeli yang telah lama terbiarkan itu, Pemko Langsa diharapkan segera mengambil inisiatif perbaikan sementara.
Sehingga ke depan di persimpangan jalan rel kereta api yang sekarang warga menyebutnya 'persimpangan maut' ini tidak lagi memakan korban masyarakat pelintas. (*)