Kawasan Teluk Memanas: Diserang Rudal dan Drone, UEA Ancam Membalas, Pejabat Iran Buka Suara
Rita Noor Shobah May 05, 2026 06:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil menghadapi serangan lintas negara yang diluncurkan Iran pada Senin (4/5/2026).

Serangan tersebut terdiri dari rudal balistik (rudal jarak jauh yang meluncur mengikuti lintasan parabola), rudal jelajah (rudal yang terbang rendah dengan sistem navigasi canggih), serta kendaraan udara tanpa awak (UAV atau drone).

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan, “pertahanan udara UEA menghadapi 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 UAV yang diluncurkan dari Iran, yang mengakibatkan 3  orang terluka.

UEA menyebut total ada 19 rudal dan drone yang diluncurkan Iran pada Senin (4/5/2026).

Baca juga: Memanas! Iran Siap-siap Gempur Armada AS yang Kawal Kapal di Selat Hormuz

Namun, belum ada rincian mengenai berapa banyak proyektil yang berhasil dihancurkan.

Sebelumnya, otoritas di Fujairah melaporkan adanya serangan drone ke fasilitas pelabuhan minyak yang memicu kebakaran dan menyebabkan tiga warga negara India mengalami luka-luka.

Sumber yang dikutip CNN menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel digunakan untuk membantu mencegat proyektil di wilayah udara UEA. 

CNN telah meminta tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri UEA terkait laporan tersebut.

Axios sebelumnya melaporkan bahwa Israel secara diam-diam telah mengerahkan Iron Dome untuk membantu UEA, yang dinilai mencerminkan semakin eratnya hubungan kedua negara sejak menjalin hubungan diplomatik sekitar enam tahun lalu.

Hingga kini, situasi di kawasan Teluk masih berada dalam kondisi siaga tinggi di tengah eskalasi serangan lintas negara.

Baca juga: Dua Kapal Tanker Iran Masuk Selat Lombok, Salah Satunya Bawa Minyak Rp 3,8 Triliun

Iran Bantah Serang UEA

Seorang pejabat militer Iran menyatakan negaranya tidak memiliki rencana untuk menyerang Uni Emirat Arab (UEA), di tengah laporan serangan drone yang memicu kebakaran di fasilitas minyak strategis Fujairah.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah IRIB pada Senin (4/5/2026), menyusul tudingan dari pihak UEA yang menyebut serangan berasal dari Iran.

Insiden terjadi di kawasan Fujairah Petroleum Industries Zone (FOIZ), salah satu pusat energi utama di kawasan.

3 WN India Menjadi Korban 

Otoritas setempat mengonfirmasi kebakaran hebat akibat serangan tersebut, yang juga menyebabkan tiga warga negara India mengalami luka tingkat sedang.

Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, tim pertah

Baca juga: Iran Anggap AS Langgar Gencatan Senjata Imbas Rencana Bantu Kapal Lewati Selat Hormuz

4 Drone Meluncur ke UEA

Di waktu yang hampir bersamaan, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan adanya peluncuran empat rudal ke wilayahnya. T

iga rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara satu lainnya jatuh ke laut.

Ketegangan di kawasan Teluk terus meningkat sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas pada akhir Februari.

Situasi ini berdampak langsung pada jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz.

Upaya gencatan senjata sempat dilakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan memperpanjang masa gencatan tanpa batas waktu yang jelas.

UEA Siap Balas Serangan

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan akan menggunakan “hak penuh dan sah” untuk merespons serangan yang dituding berasal dari Iran.

Pernyataan ini muncul di tengah rangkaian insiden yang melibatkan serangan drone, rudal, hingga kebakaran di fasilitas energi strategis.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa (5/5/2026) dini hari, pemerintah UEA menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Serangan ini merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang tidak dapat diterima,” demikian pernyataan resmi UEA.

Pemerintah juga menegaskan memiliki hak untuk mengambil langkah balasan sesuai hukum internasional.

Di sisi lain, media pemerintah Iran mengutip pejabat militer senior yang menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA.

Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi lanjutan dari otoritas Iran.

Kebakaran Fujairah dan Korban Luka

Situasi memanas setelah serangan drone memicu kebakaran besar di kawasan industri minyak Fujairah Oil Industry Zone (FOIZ), salah satu pusat penyimpanan energi terbesar di Timur Tengah.

Otoritas setempat melaporkan tiga warga negara India mengalami luka tingkat sedang dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Tim pertahanan sipil langsung dikerahkan dan masih berupaya mengendalikan api di lokasi kejadian.

Insiden ini terjadi tak lama setelah Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan berhasil mencegat tiga rudal yang diluncurkan dari Iran, sementara satu rudal lainnya jatuh ke laut.

Ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah disebut sebagai hasil intersepsi sistem pertahanan udara.

Harga Minyak Melonjak

Dampak dari eskalasi tersebut langsung terasa di pasar global.

Harga minyak Brent melonjak tajam dan sempat menembus USD115 per barel, naik lebih dari 5 persen dalam sehari.

Kenaikan ini dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi, mengingat Fujairah merupakan jalur penting ekspor minyak yang berada di luar Selat Hormuz—jalur utama yang saat ini juga dilaporkan mengalami ketegangan.

Sebelumnya, harga minyak juga sempat naik setelah muncul laporan serangan terhadap kapal perang Amerika Serikat, meski kemudian turun kembali setelah dibantah pihak AS.

Ketegangan Regional Meluas

Selain serangan ke daratan, laporan juga menyebut adanya serangan terhadap kapal tanker terkait perusahaan energi ADNOC di Selat Hormuz.

Pemerintah Qatar mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional serta kebebasan navigasi.

Qatar juga menyerukan pembukaan tanpa syarat Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

Hingga saat ini, situasi keamanan di kawasan Teluk masih terus berkembang.

Belum ada konfirmasi resmi dari Iran terkait dugaan serangan, sementara komunitas internasional terus memantau eskalasi yang berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas global, khususnya sektor energi dan perdagangan.

Sekolah di UEA Kembali Terapkan Belajar Daring hingga 8 Mei

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kembali memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh di seluruh sekolah hingga Jumat, 8 Mei 2026, menyusul meningkatnya ketegangan keamanan akibat serangan yang dikaitkan dengan Iran.

Keputusan ini diumumkan oleh Ministry of Education UAE setelah sistem peringatan darurat nasional aktif beberapa kali dalam hitungan jam akibat deteksi rudal di wilayah negara tersebut.

Langkah cepat diambil oleh pihak sekolah dan otoritas pendidikan dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke platform daring, guna memastikan keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan tetap terjaga.

Meski dilakukan secara online, kegiatan akademik tetap berjalan sesuai jadwal.

Sekolah juga diminta terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan memberikan informasi terbaru kepada orang tua serta siswa jika terjadi perubahan kebijakan.

Kebijakan ini muncul hanya beberapa pekan setelah sekolah-sekolah di UEA kembali membuka pembelajaran tatap muka pada 20 April, usai hampir tujuh minggu menerapkan sistem daring akibat konflik kawasan.

Sebelumnya, pembelajaran jarak jauh telah diberlakukan sebagai langkah antisipasi di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Otoritas pendidikan bahkan telah menyiapkan sistem fleksibel agar institusi dapat beralih cepat antara pembelajaran tatap muka dan daring sesuai kondisi keamanan.

Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan proses pendidikan tetap berlangsung tanpa gangguan, sekaligus menjaga keselamatan seluruh pihak di tengah situasi yang masih belum stabil di kawasan Teluk. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.