Tanggapan Jenderal Purn Dudung, Tudingan Rizieq Shihab Disebut Pembisik ke Prabowo 'Kabur ke Yaman'
Salomo Tarigan May 05, 2026 07:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah tanggapan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman terkait tudingan Rizieq Shihab soal 'Pembisik'

Awal mula viral di medsos penyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pernyataan “kabur ke Yaman”.

Jenderal Purnawirawan (Purn) TNI Dudung Abdurachman yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan disebut Rizieq Shihab menjadi pembisik Prabowo Subianto.

Baca juga: MERASA Difitnah Lecehkan Tersangka Wanita, Penyidik Polrestabes Medan Laporkan Pencemaran Nama Baik

RIZIEQ SHIHAB
RIZIEQ SHIHAB (Foto dok TRIBUNNEWS/Jeprima)

 Rizieq yang pernah mendekam dipenjara tersebut menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta para pengkritiknya untuk kabur ke Yaman.

Rizieq yang keluar penjara 10 Juni 2024 itu mengatakan bahwa pernyataan Prabowo "Kabur ke Yaman" itu karena mendapat bisikan dari "Jenderal baliho.

Rizieq mengatakan Jenderal baliho itu kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih.

Baca juga: Alasan Polda tak Menahan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra Berstatus Tersangka

Jabatan tersebut diemban oleh Dudung sebelum kemudian menjadi Kepala Staf Kepresidenan. 

Dudung mengatakan bahwa pernyataan Rizieq tidak ada yang dapat dipercaya sehingga tidak perlu didengar.

 

"Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya," ujar Dudung Senin (4/5/2026).

Rizieq mengaku heran dengan pernyataan Presiden Prabowo menyebut spesifik negara Yaman. 

Padahal kata dia Prabowo sejak dulu hanya menyebut pergi ke luar negeri saja bagi mereka yang kontra dengan pemerintah.

"Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq.

"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar Saudara?" Katanya.

Rizieq menduga pernyataan Prabowo tersebut karena mendapatkan bisikan dari Jenderal Baliho. 

"Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,"katanya.

Untuk diketahui saat menjadi Pangdam Jaya Dudung bersikap tegas memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020.

Dudung membantu Satpol PP DKI menurunkan baliho FPI karena organisasi itu sudah dibubarkan, namun mendapatkan resistensi.

Tren Kabur Aja Dulu

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung pihak yang menyerukan tren kabur aja dulu.

Ia pun mempersilakan pihak tersebut meninggalkan Indonesia jika memang menjadi keinginannya.

Prabowo menegaskan bahwa masa depan Indonesia cerah, tak ada anggapan Indonesia gelap.

 

"Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?" ucap Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Ia mengajak masyarakat, khususnya kalangan intelektual, lebih objektif dalam melihat kondisi global dengan membaca dan memahami perkembangan dunia.

Prabowo menyebut Indonesia kini termasuk negara yang dinilai aman di dunia.

Baca juga: Alasan Polda tak Menahan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra Berstatus Tersangka

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.