700 Diaspora Gresik Padati TMII, Sepakat Pendidikan Kunci Gresik Emas
Titis Jati Permata May 05, 2026 07:32 AM

 

SURYA.co.id, JAKARTA - Sebanyak 700 warga Gresik yang tergabung dalam diaspora Jabodetabek memadati Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (3/5/2026) malam.

Mereka meramaikan gelaran Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal Diaspora Gresik Jabodetabek.

Acara ini menjadi ajang silaturahmi besar sekaligus konsolidasi gagasan untuk memperkuat pembangunan daerah menuju “Gresik Emas”.

Mengusung tema “Gresik Nyawiji: Sinergi Perantau Berdaya, Melestarikan Tradisi dan Budaya Daerah di Kancah Nasional”.

Talkshow Kebangsaan Hingga Peluncuran Buku

Sekitar 700 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh nasional, anggota legislatif, pejabat pemerintah, ulama, akademisi, pengusaha, budayawan, mahasiswa, hingga komunitas diaspora Gresik.

Baca juga: 200 PNS Pemkab Gresik Terima SK Kenaikan Pangkat, Sekda Gresik Washil juga Serahkan SK Pensiun

Acara berlangsung meriah namun tetap khidmat, ditandai dengan rangkaian kegiatan halal bihalal, pertunjukan seni budaya, talkshow kebangsaan, peluncuran buku, pembagian doorprize, doa bersama, hingga pagelaran seni bertajuk “Tulajek, Gresik Nyawiji” oleh Komunitas Kota Seger.

Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya ikatan emosional warga Gresik di perantauan.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., bersama Ibu Faridah Pratikno yang berasal dari Bungah, Gresik. Hadir pula anggota DPR RI Jazilul Fawaid dan Falah, Deputi Bappenas Amich Alhumami, serta Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir.

Visi Gresik Emas 2025

Jazilul Fawaid dalam sambutannya, mengatakan, visi Gresik Emas 2025 harus ditopang oleh pembangunan sumber daya manusia yang kuat.

Ia menekankan, kemajuan daerah tidak cukup hanya mengandalkan sektor industri, tetapi juga membutuhkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.

“Pendidikan harus menjadi fondasi utama. Gresik masa depan harus dibangun oleh SDM yang kuat, bukan hanya ekonomi yang tumbuh,” ujarnya.

Ia juga menyinggung gagasan penguatan ekosistem pendidikan melalui pengembangan institusi pendidikan tinggi sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun daerah.

Pendidikan dan Pelestarian Budaya Beriringan

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., yang menilai  pendidikan dan pelestarian budaya harus berjalan beriringan.

Menurutnya, identitas budaya Gresik perlu terus dirawat agar tetap menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.

Rekomendasi Statregis untuk Pemkab dan Dewan

Sementara itu, dalam sesi talkshow, para narasumber menitipkan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Ketua DPRD Gresik.

Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, diaspora, akademisi, ulama, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pendidikan, kebudayaan, serta ekonomi berkelanjutan.

Pengukuhan Pengurus Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek

Momentum kegiatan ini juga ditandai dengan pengukuhan Pengurus Paguyuban Warga Gresik di Jabodetabek periode 2025–2028, dengan Masbukhin Pradhana, S.T. sebagai ketua terpilih.

Masbukhin menegaskan, paguyuban ke depan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi nyata bagi kontribusi warga Gresik di perantauan.

“Semangat kita adalah nyawiji, bersatu. Diaspora Gresik punya potensi besar untuk ikut membangun daerah asalnya,” kata Masbukhin.

Jadi Agenda Rutin Tahunan

Ia juga berharap kegiatan Festival Budaya Gresik dan Halal Bihalal ini dapat kembali menjadi agenda rutin tahunan, setelah terakhir kali digelar pada 2018 sebelum pandemi Covid-19.

Acara ini menjadi penegasan, diaspora Gresik bukan sekadar komunitas perantau, melainkan kekuatan sosial, budaya, intelektual, dan ekonomi yang berpotensi besar dalam mendukung percepatan pembangunan Gresik ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.