Berita Persebaya Hari Ini, Milos Gacor Motor Kebangkitan Bajol Ijo, Rivera On Fire
Wiwit Purwanto May 05, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Milos Raickovic kembali menemukan ritme permainan terbaiknya. Gelandang asal Montenegro itu menjawab keraguan dengan dua gol penting saat Persebaya Surabaya menang telak 4-0 atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo.

Milos Raickovic tampil sebagai salah satu aktor utama dalam kemenangan Persebaya Surabaya atas PSBS Biak.

Dua gol yang ia cetak menjadi penentu jalannya pertandingan sekaligus mempertegas perannya di lini tengah Bajol Ijo.

Tidak hanya tajam di depan, kontribusi Milos juga terasa saat bertahan. Ia mencatatkan satu sapuan, dua intersep, serta satu tekel penting yang membantu menjaga keseimbangan permainan tim.

Perannya membuat lini tengah Persebaya tampil lebih solid dan sulit ditembus. Statistik itu menjadi bukti nyata bahwa Milos bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga pengatur ritme permainan.

Baca juga: Cinta Tanpa Batas, Bonek Tunanetra Hadir di Stadion GBT Dukung Persebaya Surabaya

Milos mengungkapkan bahwa performa tersebut tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang ia jalani untuk kembali ke bentuk terbaiknya.

“Kuncinya ada pada kerja keras di setiap sesi latihan serta keyakinan pada kemampuan diri sendiri. Dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, kepercayaan diri saya juga terus meningkat. Itu yang membantu penampilan saya di lapangan,” kata Milos.

Dalam beberapa laga terakhir, grafik permainannya memang menunjukkan peningkatan. Namun, bagi pemain berusia 32 tahun itu, pencapaian pribadi tetap berada di bawah kepentingan tim.

“Saya tentu senang bisa mencetak dua gol di pertandingan (lawan PSBS Biak). Tapi yang terpenting adalah tim bisa terus menjaga ritme dan meraih hasil positif,” ujarnya.

Sebelumnya, Milos sempat berada dalam tekanan. Penampilannya saat menghadapi Persija di pekan ke-27 Super League menuai kritik dari Bonek dan Bonita.

Baca juga: Update Klasemen Persebaya Surabaya, Turun ke Posisi Lima Bajol Ijo Tetap Optimistis 

Momen itu menjadi titik refleksi baginya. Ia mengakui kondisi tersebut sempat menguji mentalitasnya, namun memilih menjadikannya sebagai dorongan untuk bangkit.

“Ini soal mentalitas. Saya tahu harus terus berjuang, karena kerja keras pada akhirnya akan membuahkan hasil,” ucapnya.

Kini, Milos mulai menunjukkan konsistensi yang lebih baik. Ia menyadari perjalanan musim masih panjang dan menuntut fokus penuh dari seluruh pemain.

“Masih ada beberapa pertandingan ke depan yang akan sangat menentukan. Kami harus terus bekerja keras dan menjaga konsistensi agar bisa terus bersaing,” tegasnya.

Sejauh musim ini berjalan, Milos telah tampil dalam 30 pertandingan dengan torehan tiga gol dan satu assist. Angka yang mungkin tidak mencolok, tetapi perlahan ia membuktikan bahwa kontribusinya bukan hanya sebatas statistik.

Baca juga: Persebaya Siap Jor-joran, 6 Nama Masuk Daftar Belanja Bintang Timnas Jadi Kejutan

Kebangkitan Persebaya

Kebangkitan Milos Raickovic menjadi kabar baik bagi Persebaya Surabaya. Performa impresifnya melawan PSBS Biak memperlihatkan bahwa ia mampu menjadi motor permainan tim.

Dua gol yang ia cetak bukan hanya menambah kepercayaan diri pribadi, tetapi juga memberi energi positif bagi rekan setim. Persebaya kini semakin solid di lini tengah.

Kontribusi Milos dalam bertahan juga mendapat apresiasi. Sapuan, intersep, dan tekel yang ia lakukan membantu menjaga keseimbangan permainan Bajol Ijo.

Bagi Bonek, kebangkitan Milos menjadi jawaban atas kritik yang sempat muncul. Mereka melihat kerja keras sang gelandang mulai membuahkan hasil nyata.

Milos sendiri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah tim. Ia tidak ingin pencapaian pribadi mengalahkan kepentingan kolektif.

“Kami harus terus bekerja keras dan menjaga konsistensi agar bisa terus bersaing,” tegasnya. Kutipan ini memperlihatkan komitmen penuh terhadap perjalanan tim.

Persebaya kini menatap sisa laga dengan optimisme. Tiga kemenangan beruntun dengan catatan clean sheet menjadi modal penting.

Milos Raickovic bersama Francisco Rivera dan Bruno Moreira di lini tengah membuat Bajol Ijo semakin tajam. Kombinasi mereka menjadi kunci dominasi permainan.

Kebangkitan Milos juga memperlihatkan pentingnya mentalitas dalam sepak bola. Ia menjadikan kritik sebagai motivasi untuk bangkit dan tampil lebih baik.

Dengan performa yang semakin konsisten, Milos diharapkan bisa menjaga ritme permainan Persebaya hingga akhir musim. Target finis empat besar kini semakin terbuka.

Persebaya masih memiliki tiga laga tersisa melawan Persis Solo, Semen Padang, dan Persik Kediri. Laga ini akan menjadi ujian berat bagi konsistensi tim.

Bonek berharap Milos terus menjaga performa terbaiknya. Dukungan mereka menjadi energi tambahan bagi sang gelandang untuk tampil maksimal.

Kisah kebangkitan Milos menjadi inspirasi bagi pemain lain. Bahwa kerja keras dan mentalitas kuat mampu mengubah kritik menjadi pujian.

Dengan kontribusi Milos, Persebaya Surabaya semakin percaya diri menghadapi sisa musim. Bajol Ijo siap menutup kompetisi dengan catatan terbaik

Francisco Rivera mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak Persebaya Surabaya musim ini dengan torehan 12 gol. 

Francisco Rivera, gelandang serang asal Meksiko berusia 31 tahun, menjadi sosok paling menonjol di lini tengah Persebaya Surabaya. Ia mencatat 27 penampilan dengan torehan 12 gol, menjadikannya top skor klub musim ini.

Rivera bukan hanya pencetak gol, tetapi juga kreator serangan. Ia kerap menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan, membuat permainan Bajol Ijo lebih hidup.

Dalam laga melawan PSBS Biak, Rivera mencetak dua gol yang mempertegas perannya sebagai motor serangan. Gol tersebut lahir dari kerja sama apik dengan Bruno Moreira dan Malik Risaldi.

Pelatih Bernardo Tavares memuji kontribusi Rivera. “Ia pemain yang selalu bekerja keras, tidak hanya mencetak gol, tetapi juga membantu tim dalam bertahan dan menyerang,” ujarnya.

Rivera bergabung dengan Persebaya sebagai salah satu pemain asing yang diandalkan. Kehadirannya melengkapi komposisi pemain asing lain seperti Milos Raickovic, Bruno Moreira, dan Gustavo Fernandes.

Persebaya sempat mengalami tren minor di awal musim, namun kebangkitan Rivera menjadi salah satu faktor penting dalam tiga kemenangan beruntun terakhir.

Bonek pun memberikan apresiasi besar kepada Rivera. Dukungan mereka terlihat jelas di stadion maupun media sosial, menegaskan kedekatan emosional antara pemain dan suporter.

Rivera sendiri mengaku senang dengan pencapaiannya. “Yang terpenting adalah tim menang. Gol saya hanyalah bonus dari kerja keras seluruh tim,” katanya.

Selain mencetak gol, Rivera juga rajin memberikan assist. Ia menjadi pemain yang paling banyak terlibat dalam proses terciptanya gol Persebaya musim ini.

Kehadirannya membuat lini tengah Persebaya lebih stabil. Rivera mampu mengatur tempo permainan dan memberi keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

Perubahan gaya bermain Rivera juga mendapat sorotan. Ia kini lebih sabar dalam mengolah bola dan tidak lagi memaksakan aksi individu.

Hal ini membuat Persebaya tampil lebih kolektif. Kombinasi Rivera dengan Raickovic dan Toni Firmansyah menjadikan lini tengah Bajol Ijo semakin solid.

Dengan torehan 12 gol, Rivera kini masuk jajaran pencetak gol terbanyak di Liga 1. Ia bersaing dengan nama-nama besar seperti:

  • David da Silva (Malut United, 22 gol)
  • Alex Martins (16 gol)
  • Mariano Peralta (15 gol)
  • Maxwell (15 gol)
  • Dalberto (15 gol)
  • Moussa Sidibé (12 gol)
  • Juan Felipe Villa (11 gol)
  • Ciro Alves (11 gol)
  • Joel Vinícius (11 gol)

Kondisi Persebaya Terbaru dan Jadwal Laga Berikutnya

Persebaya Surabaya kini berada di posisi kelima klasemen dengan 51 poin dari 31 pertandingan. Mereka tertinggal dua poin dari Malut United di posisi empat.

Tiga kemenangan beruntun dengan catatan clean sheet menjadi modal penting. Bajol Ijo menang 0-2 atas Malut United, 0-4 atas Arema FC, dan 4-0 atas PSBS Biak.

Pelatih Bernardo Tavares menilai tren positif ini sebagai periode terbaik tim. “Lebih mudah bekerja dengan suasana kemenangan, dengan getaran positif, daripada sebaliknya,” ujarnya.

Persebaya masih memiliki tiga laga tersisa musim ini. Mereka akan tandang ke markas Persis Solo pada 9 Mei 2026.

Selanjutnya, Bajol Ijo akan menghadapi Semen Padang pada 15 Mei 2026. Laga ini diprediksi berat karena lawan sedang berjuang keluar dari zona degradasi.

Pertandingan terakhir musim ini akan digelar di Gelora Bung Tomo melawan Persik Kediri pada 23 Mei 2026.

Tavares menilai dua laga tandang akan menjadi ujian berat. “Pertandingan seperti ini paling sulit karena lawan bermain dengan mempertaruhkan hidup mereka,” katanya.

Suporter Bonek tetap memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka di stadion maupun media sosial menjadi energi tambahan bagi tim.

Pemain muda seperti Toni Firmansyah juga mendapat sorotan. Konsistensinya di lini tengah membuat Tavares memuji kontribusinya.

“Yang terpenting adalah meraih kemenangan dengan gawang tetap bersih. Itu memberi kepercayaan diri bukan hanya untuk penjaga gawang, tetapi juga untuk lini serang,” ujar Tavares.

Dengan kondisi tim yang solid, Persebaya optimistis bisa menyapu bersih tiga laga sisa. Target finis empat besar menjadi motivasi utama.

Momentum positif ini diharapkan berlanjut hingga akhir musim. Persebaya ingin menutup kompetisi dengan catatan terbaik di bawah asuhan Tavares.

Rivera sendiri menegaskan komitmennya. “Kami akan bekerja keras lagi. Kami perlu fokus hingga kompetisi selesai. Tinggal tiga pertandingan, dua away dan satu laga kandang,” katanya.

Dengan performa Rivera dan dukungan penuh Bonek, Persebaya Surabaya siap menatap akhir musim dengan optimisme tinggi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.