SRIPOKU.COM – Psikolog Tika Bisono menyoroti dinamika hubungan antara Maia Estianty dan Ahmad Dhani setelah keduanya resmi bercerai.
Menurut Tika, hubungan pasca-perceraian yang masih menyisakan konflik menunjukkan bahwa perpisahan tersebut tidak berjalan secara sehat.
Ia menilai, penyebab perceraian yang melibatkan pihak ketiga menjadi salah satu faktor utama yang meninggalkan luka emosional mendalam bagi kedua belah pihak.
"Disebut dengan perceraian yang tidak sehat," ujar Tika, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Selasa (5/5/2026).
Ia kemudian menjelaskan bahwa perselingkuhan hampir selalu menyisakan dampak psikologis yang tidak sederhana.
"Karena memang penyebabnya, sebagaimana rata-rata perceraian, kalau sudah perselingkuhan pasti ada luka."
"Baik buat yang perempuan maupun yang laki-laki itu sama."
Lebih lanjut, Tika menilai dalam kasus ini pihak perempuan berada pada posisi yang lebih dirugikan.
"Nah, tapi kalau dalam kasus (Ahmad Dhani dan Maia Estianty) ini, kita semua tahu penyebabnya ada orang ketiga dan yang dirugikan adalah pihak perempuan," terangnya.
Ia juga menyinggung adanya perbedaan sudut pandang dari pihak laki-laki yang terkadang tidak merasa telah menyakiti.
"Nah, yang laki-laki itu tidak merasa merugikan, tidak merasa menyakiti. Ibaratnya seolah-olah memang begini keadaannya, ya sudah terima saja."
"Padahal kalau dari sisi orang ketiga, situasi perkawinan yang disodok orang ketiga itu tidak pernah bagus. Tidak pernah bagus dan dampaknya pasti jelek."
Tika menegaskan bahwa dampak dari konflik tersebut bisa berlangsung lama, tergantung pada kedalaman luka yang dirasakan.
"Masalahnya adalah dampak jelek ini, mau pendek, sedang, atau panjang usianya, tidak selesai-selesai. Itu tergantung orangnya dan tergantung juga rasa sakit itu seberapa dalam," bebernya.
Ia juga mengingat kembali situasi masa lalu yang dinilai memperparah kondisi emosional, terutama bagi pihak ibu.
"Nah, dalam kasus yang kita bicarakan ini, ada situasi yang sang ibu tidak boleh bertemu anak-anak, kalau tidak salah."
"Saya masih ingat kasus ini. Nah, itu pasti sangat dalam bagi sang ibu, tidak boleh bertemu anak-anaknya."
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi semakin berat karena terjadi saat anak-anak masih dalam usia kecil.
"Padahal ketika itu terjadi, anak-anak masih cukup kecil, belum remaja. Nah, sakit-sakit yang dipendam ini, dimaafkan bisa, tapi dilupakan tidak bisa. Itu akan selalu muncul, luka itu."
Ia menambahkan, trauma masa lalu bisa kembali muncul ketika seseorang berhadapan dengan pemicu yang berkaitan dengan pengalaman tersebut.
"Ketika sang ibu ini harus bertemu dengan penyebab terjadinya perceraian atau bertemu dengan orang ketiga, itu akan selalu membangkitkan trauma-trauma tersebut."
Meski begitu, Tika menilai peluang pemulihan tetap ada jika masing-masing pihak mampu menata kehidupan baru dengan baik.
"Nah, sudah bagus jika istri dan suami yang bercerai ini, insyaallah, harapan saya tidak mengalami PTSD atau post traumatic syndrome disorder."
"Tapi dengan situasi sekarang, mereka bisa menata ulang lagi, bisa kembali 'normal', dan dengan pasangan yang sekarang justru menjadi sumber terapi terhadap trauma yang dulu terjadi," pungkasnya.
Baca juga: Ahmad Dhani Mendadak Muncul di Bareskrim Polri Usai Instagram Hilang, Temui Jenderal Bintang Dua
Akun Instagram milik Ahmad Dhani, @ahmaddhaniofficial, tiba-tiba tidak bisa diakses dan seolah lenyap pada Minggu (3/5/2026).
Ketika dimintai penjelasan soal hilangnya akun tersebut, pentolan Dewa 19 itu justru merespons santai, bahkan sempat melontarkan candaan.
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun," ucap Dhani.
Saat ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan penyebab akun tersebut menghilang, Dhani menduga ada pihak tertentu yang merasa terancam.
“Ya, ada orang yang ketakutan lah,” ujar Ahmad Dhani.
Ia juga menilai, hilangnya akun itu bisa saja berkaitan dengan sikapnya yang belakangan cukup vokal, termasuk saat menyinggung dugaan perselingkuhan yang melibatkan salah satu petinggi stasiun televisi swasta.
“Mungkin juga,” katanya singkat.
Ayah dari Al, El, dan Dul ini menduga kejadian tersebut tidak lepas dari peran buzzer yang sengaja digerakkan untuk membungkamnya.
Ia memastikan timnya tengah menelusuri pihak yang berada di balik dugaan tersebut.
"Nanti diungkap lagi di jumpa pers, tenang aja. Enggak ada Instagram, kan ada ada pers."
"Tim saya lagi nyari siapa yang mengarahkan buzzer-buzzer itu, enggak ada (langkah hukum), gimana caranya," bebernya.