Serangan Iran ke UEA Picu Kecaman Global, Ancaman Baru Stabilitas Energi Dunia
Facundo Chrysnha Pradipha May 05, 2026 02:23 PM

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan yang diduga dilakukan Iran terhadap Uni Emirat Arab (UEA) memicu gelombang kecaman global.

Serangan tersebut disebut menyasar fasilitas energi strategis dan jalur pelayaran vital di kawasan Teluk, yang selama ini menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Insiden ini terjadi di tengah rapuhnya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Negara-negara di Timur Tengah hingga Barat langsung bereaksi keras, menilai serangan ini sebagai ancaman serius terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global.

Ketegangan di Selat Hormuz pun kembali menjadi sorotan, mengingat jalur ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Iran

Pemerintah Iran membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan terhadap UEA.

Baca juga: Serangan AS ke Kapal Cepat IRGC Meleset, Iran Sebut 5 Warga Sipil Jadi Korban

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan agar situasi tidak semakin memburuk.

“Amerika Serikat dan UEA harus berhati-hati agar tidak terseret kembali ke dalam konflik yang lebih dalam,” ujarnya.

Al Jazeera melaporkan, media pemerintah Iran juga mengutip pejabat militer yang menyatakan Teheran “tidak memiliki rencana” untuk menargetkan UEA.

Uni Emirat Arab (UEA)

UEA menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone.

Serangan tersebut bahkan memicu kebakaran besar di kawasan industri minyak Fujairah.

Menurut pejabat setempat, insiden itu merupakan ancaman serius terhadap infrastruktur vital.

“Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara kami,” tegas otoritas UEA, dikutip Al Jazeera.

Arab Saudi

Arab Saudi mengecam keras serangan tersebut dan menyatakan solidaritas penuh kepada UEA.

“Kami mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan Iran yang menargetkan fasilitas sipil dan ekonomi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.

Al Jazeera melaporkan, Riyadh juga mendesak Iran menghentikan agresi yang dapat memperburuk situasi kawasan.

Qatar

Qatar menyebut serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan UEA,” bunyi pernyataan resmi Doha.

Qatar juga menegaskan dukungan penuh terhadap langkah UEA menjaga stabilitas kawasan.

Kuwait

Baca juga: Eskalasi Meningkat, Israel Siaga Tinggi untuk Kemungkinan Perang dengan Iran Kembali Dimulai

Kuwait menilai serangan tersebut sebagai ancaman langsung terhadap jalur pelayaran internasional.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kebebasan navigasi,” kata Kementerian Luar Negeri Kuwait.

Al Jazeera melaporkan, Kuwait memperingatkan dampak besar terhadap rantai pasok global.

Bahrain

Bahrain menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya.

“Ini adalah serangan teroris yang mengancam stabilitas kawasan,” tegas pemerintah Bahrain.

Negara itu juga mendesak Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas.

Yordania

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, mengecam keras insiden tersebut.

Ia menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran hukum internasional yang jelas”.

Yordania juga menyatakan solidaritas penuh terhadap UEA.

Jerman

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mendesak Iran kembali ke meja perundingan.

“Teheran harus kembali ke meja negosiasi dan menghentikan blokade Selat Hormuz,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan dampak global dari eskalasi konflik ini.

Baca juga: Trump Tagih Janji! Korea Selatan Didesak Kirim Kekuatan Militer Hadapi Iran di Selat Hormuz

Kanada

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengecam serangan tersebut.

“Kanada mengutuk keras serangan rudal dan drone yang tidak beralasan ini,” katanya.

Ia juga menyerukan de-eskalasi dan solusi diplomatik.

Prancis

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut serangan itu tidak dapat dibenarkan.

“Serangan ini tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat diterima,” tegas Macron.

Prancis juga berkomitmen mendukung sekutu di kawasan Teluk.

Inggris

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyerukan Iran kembali ke jalur diplomasi.

“Eskalasi ini harus dihentikan,” ujarnya.

Militer Inggris juga melaporkan dua kapal kargo terbakar di lepas pantai UEA, menambah kekhawatiran keamanan maritim.

Uni Eropa

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengecam keras serangan tersebut.

“Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” katanya.

Ia menegaskan stabilitas Timur Tengah berdampak langsung pada keamanan energi Eropa.

Baca juga: Trump Tagih Janji! Korea Selatan Didesak Kirim Kekuatan Militer Hadapi Iran di Selat Hormuz

Gulf Cooperation Council (GCC)

Sekjen GCC, Jassim Mohammed Al Badawi, mengecam serangan terhadap kapal tanker.

“Ini adalah ancaman serius terhadap keamanan jalur pelayaran internasional,” ujarnya.

GCC menyatakan dukungan penuh kepada UEA.

India

India mengecam keras serangan yang melukai tiga warganya di Fujairah.

“Serangan ini tidak dapat diterima,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal.

NDTV melaporkan, India juga menyerukan penghentian permusuhan dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Amerika Serikat

Meski tidak dikutip langsung dalam insiden ini, kebijakan AS tetap menjadi sorotan.

Langkah Presiden Donald Trump untuk membuka kembali jalur Selat Hormuz dinilai Iran sebagai pemicu ketegangan.

Al Jazeera melaporkan, Iran menyebut kebijakan tersebut sebagai “petualangan militer” yang berisiko memperluas konflik.

Dampak Global

Ketegangan terbaru ini kembali menegaskan betapa krusialnya Selat Hormuz bagi perekonomian dunia.

Gangguan di jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan mengganggu rantai pasok internasional.

Sejumlah negara pun kini mendorong solusi diplomatik untuk mencegah konflik berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.