TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf buka suara terkait polemik pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang ramai disorot publik karena disebut mencapai Rp700 ribu per pasang.
Dirinya mengatakan angka tersebut bukan harga final, melainkan pagu anggaran yang disusun sebelum proses lelang.
Baca juga: Jelang Setahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Larang Bullying dan Tegaskan Pendampingan Siswa
"Prosesnya dilakukan dengan pagu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Pagunya telah ditetapkan setelah melalui survei dan mekanisme yang ada, kemudian dikonsultasikan," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dirinya siap untuk membuka seluruh proses pengadaan sepatu dalam program Sekolah Rakyat, menyusul polemik harga yang ramai dibicarakan publik.
Baca juga: KPK Ingatkan Gus Ipul Waspadai Celah Korupsi Pengadaan Sekolah Rakyat Kemensos
Proses pengadaan, kata Gus Ipul, telah dilakukan sesuai mekanisme dan terbuka untuk diperiksa oleh lembaga pengawas.
"Boleh diaudit, boleh dicek selebihnya apakah ini sudah memenuhi standar apa belum nanti kan ada proses," ujarnya.
Gus Ipul menegaskan tidak ada ruang bagi praktik manipulasi anggaran di kementeriannya.
"Sudah bukan waktunya lagi otak-atik anggaran kementerian, sudah bukan waktunya lagi korupsi, sudah bukan waktunya lagi kongkalikong," tegasnya.
Gus Ipul mengaku tidak ikut campur dalam proses pengadaan barang dan jasa, termasuk sepatu yang menjadi sorotan.
Menurutnya, tidak ada titipan dalam proses pengadaan di Sekolah Rakyat.
"Saya dan Pak Wamen komitmen dari awal untuk tidak akan mengintervensi, tidak akan mencampuri, tidak akan titip-titip," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh proses pengadaan menjadi tanggung jawab pejabat teknis seperti PPK dan Pokja, dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.
Terkait isu harga sepatu yang disebut mencapai sekitar Rp700 ribu, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan pagu anggaran yang telah ditetapkan melalui mekanisme survei.
"Pagunya telah ditetapkan setelah melalui survei dan kemudian dikonsultasikan," jelasnya.
Dalam praktiknya, kata Gus Ipul, pemenang lelang dipilih dari penawaran dengan harga paling rendah namun tetap memenuhi spesifikasi.
"Pemenangnya tentu yang paling murah dan memenuhi standar yang telah ditetapkan," ujarnya.
Pada pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat tahun 2025, harga realisasi lebih rendah dari pagu.
"Sepatu siswa pagunya 700, harga realisasinya 640, ada selisih," ungkapnya.
Selama ini, Gus Ipul mengatakan program-program Kemensos, termasuk Sekolah Rakyat, telah melalui audit lembaga resmi negara.
Seluruh program Kemensos, kata Gus Ipul, telah diaudit oleh BPKP dan BPK.
Baca juga: 4 Juta Anak Putus Sekolah, Gus Ipul Dorong Gotong Royong lewat Program Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga meluruskan beredarnya foto sepatu di media sosial yang disebut sebagai bagian dari pengadaan Kemensos.
Dirinya menegaskan sepatu dalam foto tersebut bukan berasal dari pengadaan Kemensos, melainkan bantuan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
"Itu pemberian khusus dari Ibu Gubernur Jawa Timur, bukan pengadaan dari Kementerian Sosial," ujarnya.
Seluruh sepatu untuk tahun anggaran 2025, kata Gus Ipul, telah didistribusikan kepada siswa Sekolah Rakyat.
"Yang untuk tahun 2025 semuanya sudah dibagikan secara keseluruhan ke siswa-siswa Sekolah Rakyat," katanya.
Sebelumnya, Pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat tahun 2026 yang mencapai Rp 27 miliar menuai sorotan publik di media sosial.
Sebab, sepatu yang diperuntukkan bagi 39.345 siswa itu jika dikalkulasi memiliki harga satuan Rp 700.000 per pasang.