TRIBUNTRENDS.COM - Kisah pilu menyelimuti dunia medis setelah meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, dokter magang asal Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Sebelum wafat, Myta diketahui sempat mencurahkan keluh kesah kepada sang ibu terkait kondisi fisiknya yang menurun.
Ia diduga mengalami kelelahan berat akibat beban kerja selama menjalani masa magang.
Saat itu, Myta bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Kondisi kesehatannya disebut terus menurun hingga akhirnya jatuh sakit.
Dari hasil pemeriksaan medis, kadar oksigen dalam tubuhnya bahkan dilaporkan berada di bawah 80 persen.
Situasi tersebut membuat Myta harus segera dirujuk ke RS Mohammad Hoesin untuk mendapatkan penanganan intensif.
Meski telah mendapat perawatan, nyawanya tidak tertolong. Myta dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026.
Kejadian ini pun memicu perhatian publik terkait beban kerja tenaga medis, khususnya dokter muda.
Baca juga: Dokter Magang Unsri Diduga Meninggal Karena Beban Kerja Berlebihan, Kemenkes Akan Investigasi
Namun tak bertahan lama, Myta menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (1/5/2026).
Atas kasus tersebut, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) memberikan perhatian khusus.
IKA FK Unsri pun berkirim surat ke Menteri Kesehatan guna mengusut kematian Myta.
“dr. Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” bunyi surat dari IKA FK Unsri kepada Kementerian Kesehatan RI.
“Adanya arahan untuk merahasiakan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami,” sambung IKA FK Unsri.
Baca juga: Sosok dr. Myta, Dokter Magang Meninggal Usai Tetap Bertugas saat Kondisinya Kritis, Baru Ultah ke-25
Atas kabar kematian Myta, sang ibu, Okta Yusri mengaku pilu.
Okta menyebut bahwa Myta adalah anak harapan keluarga yang jadi kebanggaan orangtua.
"Kami sangat berduka yang sangat dalam, perasaan kami rasanya masih hancur karena kehilangan anak kami yang sangat kami harapkan, yang sangat kami banggakan," ujar Okta Yusri dalam tayangan Youtube metro tv news, Selasa (5/5/2026).
Diungkap Okta, putrinya itu memang sering curhat kepadanya.
Termasuk soal pekerjaannya sebagai dokter magang yang dikeluhkan oleh Myta.
Kepada sang ibu, Myta mengeluh lelah karena setiap hari harus berada di rumah sakit hingga malam hari.
Padahal Myta berangkat dari kosannya di pagi hari.
Baca juga: Mahasiswa Unsri Mengaku Dipaksa Saling Cium Saat Ospek, Ini Pengakuan Senior yang Viral di Medsos
"Memang dia (Myta) sering bercerita bahwasanya kalau kerja memang capek katanya, perginya pagi, pulangnya sudah larut malam," pungkas Okta.
Mengenang sosok sang putri, Okta pun menceritakan curhatan terakhir Myta.
Ternyata sebelum meninggal, Myta sempat menunjukkan hal tak biasa.
Awalnya, Okta terkejut saat mendengar Myta masih jaga di IGD padahal posisinya kala itu ia sedang berulang tahun.
Ternyata kala itu Myta sedang dalam kondisi sakit hingga harus diinfus.
"Waktu itu komunikasi terakhir kebetulan Myta tanggal 13 April dia lagi ulang tahun, dia lagi jaga di IGD. Ditanya (sang ibu) 'Myta lagi jaga ya nak?'. (kata Myta) 'iya bu, Myta lagi diinfus di ruang jaga dokter'," ujar Okta.
Setelah itu, Okta pun dilanda perasaan cemas karena Myta tidak bisa dihubungi.
Namun mendadak pada dini hari, Myta mengirimkan chat ke sang ibu berisikan pesan tak biasa.
Hal itu sontak membuat ibunda makin curiga.
"Besoknya saya telepon, (Myta) enggak bisa dihubungi. Kami pikir istirahat karena dari jaga malam. Besoknya dihubungi lagi, dia kayak ngechat tapi hurufnya enggak jelas lagi, sekitar jam 2 an. Kami hubungi lagi jam 5 tidak bisa," kata Okta.
Hingga akhirnya Okta meminta bantuan teman Myta untuk mengecek ke kosan.
Dari sanalah baru terkuak bahwa Myta kondisinya kian melemah.
"Saya hubungi temannya, mau lihat dia di IGD dia jaga atau tidak, rupanya enggak ada. Dilihat di IGD, tidak ada. Rupanya dia dalam keadaan sudah tidak sadar dan linglung," imbuh Okta.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)