TRIBUNNEWS.COM - Foto-foto Kylian Mbappe saat berlibur di Italia bersama aktris Ester Exposito yang juga merupakan kekasihnya, telah memicu kontroversi. Efeknya, presiden klub Real Madrid, Florentino Perez marah besar!
Bukan hanya penggemar, tetapi bahkan manajemen Real Madrid dan beberapa anggota ruang ganti telah menyatakan ketidakpuasan atas apa yang mereka anggap sebagai kurangnya komitmen dari bintang Prancis tersebut.
Momen itu terjadi ketika Real Madrid sedang bersiap menghadapi Espanyol dalam usaha menghalangi laju Barcelona menuju gelar LaLiga, Mbappe justru tertangkap kamera turun dari jet pribadi di bandara Madrid.
Berdasarkan laporan Marca, kunjungannya ke Paris pada bulan Maret saat cedera, dan perjalanan terbarunya ke Cagliari di saat yang sensitif ini tidak hanya membuat fans kesal, tetapi juga merenggangkan hubungannya dengan rekan satu tim dan pelatih.
Banyak yang merasa bahwa Vinicius Junior lebih mendapat tempat di hati dibandingkan Kylian Mbappe.
Dari sumber yang sama menambahkan, bahwa meskipun Mbappe memiliki izin untuk melanjutkan pemulihan di Cagliari, kepulangannya ke ibu kota Spanyol yang terkesan tidak bijaksana memicu reaksi negatif.
Mereka tidak mengharapkan konflik publik akibat hal ini.
Dalam laporan lain yakni laman SPORT, Presiden Florentino Perez telah meminta Mbappe untuk kembali ke pusat pelatihan Valdebebas minggu ini untuk pemeriksaan cedera.
Ia 'menghukum' Kylian Mbappe untuk tetap berpartisipasi dalam pertandingan "El Clasico" di Camp Nou pada 11 Mei.
Ini bukan kali pertama Mbappe menimbulkan kontroversi dengan meninggalkan tim selama pertandingan. Sebelumnya, ia pergi ke Paris untuk memeriksakan cedera lututnya, alih-alih sepenuhnya mempercayai tim medis klub.
Meskipun mencetak 41 gol dalam 41 pertandingan musim ini, pengaruh Mbappe di Bernabeu tetap kontroversial.
Statistik menunjukkan bahwa Real Madrid hanya memenangkan 2 dari 8 pertandingan terakhir mereka ketika Mbappe bermain sebagai starter, sementara mereka memenangkan 6 dari 7 pertandingan tanpa striker Prancis tersebut.
Baca juga: Arbeloa Jawab Pertanyaan Jebakan soal Vinicius Junior dan Kylian Mbappe di Real Madrid
Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang perannya dalam permainan tim secara keseluruhan.
Musim 2025/2026 berakhir dengan mengecewakan bagi Real Madrid. Tim terus tertinggal dalam perebutan gelar, sementara staf pelatih kurang stabil dan masalah internal muncul di ruang ganti.
Para penggemar semakin tidak puas, percaya bahwa manajemen dan para pemain belum menunjukkan tekad yang cukup selama periode penting ini.
Melihat kondisi yang berkembang, pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa tidak bisa memihak antara Kylian Mbappe atau Florentino Perez dalam hal ini.
Dalam menjawab pertanyaan "apakah Mbappe sudah tiba di tempat latihan Madrid?", Arbeloa mengarahkan hal itu kepada staf medis yang bertanggung jawab atas kondisi sang pemain.
"Semua perencanaan untuk pemain yang cedera diawasi oleh staf medis Real Madrid, yang mengontrol kapan pemain harus pergi ke Valdebebas dan kapan tidak," terang Arbeloa dikutip dari laman Diario AS.
"Dari sana, semua orang melakukan apa yang mereka anggap tepat di waktu luang mereka, saya tidak bisa ikut campur dalam hal itu," sambung pria yang juga pernah bermain untuk Los Blancos, julukan Madrid.
Laga El Clasico akhir pekan ini menjadi krusial, baik bagi Real Madrid dan Barcelona.
Barcelona akan memastikan gelar juara LaLiga 2025/2026 jika sukses mengalahkan Real Madrid dengan skor berapapun. Sebab, dengan gap 14 poin dan sisa tiga pertandingan, Madrid tak mungkin mengejar.
Sementara, Madrid membutuhkan kemenangan ini untuk menjaga asa juara, atau setidaknya menunda perayaan gelar juara LaLiga Barcelona di hadapan mereka.
(Tribunnews.com/Giri)