SURYA.CO.ID - Ini lah rekam jejak Dudung Abdurachman, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang pasang badan untuk Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait tudingan politisi Partai Ummat, Amien Rais.
Mantan Jenderal bintang 4 ini menyebut tudinagn Amien Rais itu fitnah.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini juga meminta semua pihak berhenti melakukan provokasi yang tidak berdasar.
Dudung mengaku mengenal dekat sosok Teddy dan menjamin integritas yang bersangkutan.
"Mari kita sama-sama, tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling curiga, saling memfitnah, ya. Seperti yang kemarin Pak Amien Rais juga, aduh, sudahlah. Saya tahu persis bagaimana Teddy, adik saya itu, sopan banget dia," ujar Dudung saat ditemui di Kantor KSP, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Rekam Jejak Dudung Abdurachman yang Jabat Kepala Staf Kepresidenan, Karier Moncer Saat di TNI
Dudung menyayangkan sikap Amien Rais yang menurutnya tidak mencerminkan nilai-nilai agama dalam melontarkan pernyataan. Ia menilai tuduhan tersebut sangat jauh dari fakta di lapangan.
"Kemudian kalau ada tuduhan-tuduhan itu kan fitnah. Katanya dia bisa dikatakan sangat dekat dengan agama, tapi pernyataan-pernyataannya menurut saya itu tidak benar dan bahkan memprovokasi," lanjutnya.
Mengenai adanya dorongan agar pihak kepolisian mengusut pernyataan Amien Rais tersebut, Dudung menyerahkan sepenuhnya pada prosedur hukum yang berlaku. Ia mengaku tidak menaruh simpati pada gaya politik yang bersifat menakut-nakuti.
"Ya coba aja suruh minta dia, ya. Coba aja dia suruh minta. Sesuaikan aja prosedur. Coba aja kalau misalnya memang itu, jangan hanya nakut-nakutin aja, ya. Jangan hanya memprovokasi. Ya terus terang aja saya enggak simpati dengan pernyataan dia," tegas Dudung.
Ia mengimbau agar para tokoh bangsa lebih fokus pada upaya menjaga stabilitas nasional daripada menyebarkan narasi yang memicu perpecahan. Terlebih, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan global di bidang ekonomi dan hukum.
Sebelumnya, Amien Rais dalam video yang beredar luas melontarkan kritik terhadap kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya. Dalam pernyataannya, ia mengaitkan isu tersebut dengan aspek moralitas dan menilai hubungan tersebut telah melampaui batas profesionalitas.
Dudung Abdurachman lahir pada 19 November 1965 di Bandung, Jawa Barat.
Ia merupakan putra seorang pensiunan tentara, tumbuh dalam lingkungan sederhana yang menanamkan kedisiplinan sejak dini.
Semangat pengabdian pada negara mengantarnya menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan lulus pada tahun 1988 dari kecabangan Infanteri.
Karier militernya diawali dengan berbagai penugasan di lingkungan Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat), yang membentuk karakter kepemimpinannya.
Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 741/Satya Bhakti Wirottama dan terus meniti jenjang karier hingga menjadi Panglima Kodam Jaya/Jayakarta pada tahun 2020.
Namanya mulai dikenal publik secara luas saat menjabat Pangdam Jaya. Di tengah maraknya baliho Front Pembela Islam (FPI) dan meningkatnya ketegangan sosial politik di Ibu Kota, Dudung mengambil tindakan tegas dengan menertibkan baliho bergambar Rizieq Shihab.
Langkahnya itu menuai kontroversi, namun juga dianggap sebagai sikap tegas TNI dalam menjaga ketertiban umum.
Kariernya terus menanjak hingga ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada November 2021 menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang saat itu diangkat menjadi Panglima TNI.
Sebagai KSAD, Dudung dikenal berkomitmen memperkuat profesionalisme prajurit dan mendekatkan TNI AD kepada rakyat.
Ia aktif mengunjungi berbagai daerah, dari pedalaman Papua hingga pulau-pulau terluar Indonesia, untuk memastikan kehadiran dan pengabdian TNI benar-benar dirasakan masyarakat.
Dudung juga sempat menyampaikan pandangan yang menegaskan bahwa TNI bukan alat politik dan harus tetap netral.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu sektarian, terutama menjelang Pemilu.
Setelah pensiun dari militer, Dudung Abdurachman tetap aktif di ranah sosial dan kebangsaan.
Karakter kepemimpinannya yang tegas namun humanis menjadi ciri khasnya, dan ia kerap diundang dalam berbagai forum untuk berbicara soal nasionalisme, keamanan, dan ketahanan bangsa.
Dudung menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional sebelum akhirnya dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Senin (27/4/2026).