Kontes Sapi di Wates Kediri Jadi Ajang Dongkrak Harga Ternak 
Wiwit Purwanto May 05, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID KEDIRI - Ratusan peternak sapi dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri ambil bagian dalam kontes ternak yang digelar di lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang digelar dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) ini menjadi ajang kebangkitan sektor peternakan setelah sempat vakum akibat pandemi dan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Disambut Antusias Para Peternak

Kontes ternak tersebut disambut antusias oleh para peternak. Tak hanya sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan promosi potensi ternak lokal khususnya sapi potong.

Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyebut kegiatan ini merupakan kontes ternak pertama yang kembali digelar sejak terakhir kali diadakan pada 2019.

"Ini merupakan event kontes ternak pertama setelah Covid dan PMK, terakhir kita laksanakan tahun 2019," jelasnya.

Baca juga: Kontes Ikan Molly Perdana di Kediri, Potensi Bisnis Menggiurkan 

Menurut Tutik, penyelenggaraan kontes ini juga menjadi bukti bahwa kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Kediri semakin membaik, bahkan saat ini dinyatakan zero PMK.

"Alhamdulillah kondisi PMK saat ini sudah menurun, bahkan Kabupaten Kediri saat ini zero PMK," imbuhnya. 

Tutik menambahkan, dukungan penuh dari Bupati Kediri turut menjadi penyemangat dalam menghidupkan kembali sektor peternakan melalui berbagai kegiatan positif.

Dalam kontes tahun ini, sebanyak 134 ekor sapi ditampilkan oleh para peternak. Secara keseluruhan, populasi sapi potong di Kabupaten Kediri mencapai sekitar 215.000 ekor.

"Ini adalah miniatur potensi peternakan di Kabupaten Kediri," ungkap Tutik.

Baca juga: Kontes Lele Perdana di Lamongan Sukses Digelar, Dua Ekor Lele Juara Dilelang Laku Rp 45 Juta

DKPP juga menyiapkan 10 kategori perlombaan dalam kontes tersebut. Salah satu fokus utama adalah sapi Peranakan Ongole (PO) yang merupakan salah satu plasma nutfah khas Indonesia.

"Kami mengambil sapi PO karena merupakan sapi khas Indonesia yang sejak dulu dibudidayakan masyarakat, termasuk di Kabupaten Kediri yang populasinya masih cukup besar," jelasnya.

Selain itu, terdapat kategori sapi hasil persilangan atau inseminasi buatan (IB) sebagai bentuk apresiasi terhadap program peningkatan kualitas genetik ternak.

Tak ketinggalan, kategori sapi ekstrem juga menjadi perhatian yakni penilaian terhadap sapi dengan bobot besar hasil perawatan maksimal dari peternak.

"Ini sekaligus memberikan peluang pasar ke depan, terutama bagi daerah yang membutuhkan sapi dengan bobot tinggi," tambahnya.

Salah satu peserta, Jamiin peternak asal Desa Kedak Kecamatan Semen turut membawa tiga ekor sapi jenis PO untuk dilombakan.

Dia mengaku tidak melakukan persiapan khusus selain perawatan rutin dan pemberian pakan yang optimal.

"Tidak ada persiapan khusus, hanya perawatan dan pakan yang kita siapkan dengan baik," bebernya.

Jamiin berharap, melalui kontes ini nilai jual sapi lokal khususnya jenis PO dapat semakin meningkat di pasaran.

"Mudah-mudahan dengan adanya lomba ini bisa meningkatkan nilai jual sapi lokal, terutama PO di wilayah Kabupaten Kediri," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.