Bus Wisata Dilarang Masuk TKP Senopati, Taman Pintar Jogja Siapkan Shuttle Gratis untuk Wisatawan
Joko Widiyarso May 05, 2026 04:03 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penutupan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati bagi bus pariwisata per 14 Maret 2026, direspons cepat oleh jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta.

​Salah satunya adalah Taman Pintar Yogyakarta yang kini meningkatkan layanannnya agar kunjungan rombongan wisatawan, terutama pelajar, tidak terganggu oleh perubahan akses tersebut.

​Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Kota Yogyakarta, Karmila, mengaku sudah melakukan berbagai penyesuaian demi menjaga kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung. 

Mengingat TKP Senopati berlokasi tepat di seberang Taman Pintar, pihaknya harus memastkkan rombongan yang datang terlayani dengan baik sejak tiba hingga pulang kembali.

"Sejak adanya penataan ini, kami melakukan pengawalan secara langsung terhadap setiap rombongan yang datang, mulai dari titik kedatangan hingga kepulangan, agar tetap terlayani dengan baik,” ujarnya, Selasa (5/5/26).

​Bagi rombongan yang sudah melakukan reservasi sebelumnya, Taman Pintar menyediakan fasilitas spesial berupa layanan antar-jemput shuttle secara gratis.

Rombongan nantinya akan diarahkan menuju titik penurunan atau drop zone, yang telah ditentukan untuk kemudian dijemput armada resmi dari pihaknya.

​"Misal rombongan parkir di Ngabean atau Menara Kopi, nanti menurunkan pengunjungnya di Jalan Tilarso sebelah Remujung. Ketika selesai kunjungan bisa dijemput lagi di titik itu, atau bisa kami antar ke lokasi parkir," jelasnya.

Sementara bagi rombongan yang belum sempat reservasi, Mila memastikan petugas di lapangan tetap memberikan pendampingan agar pengunjung tetap bisa menjangkau lokasi dengan aman.

​Saat ini, dukungan armada yang tersedia mampu mengangkut sekitar 60 penumpang dalam sekali jalan, dan diupayakan ada peningkatan untuk mengantisipasi periode puncak kunjungan.

​Ke depan, Pemkot Yogyakarta tengah menggodok rencana penataan titik penurunan yang lebih representatif dan terintegrasi di seputaran jantung Kota Pelajar.

Salah satu titik yang dilirik adalah kawasan Sriwedani, meski disebutnya masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut untuk memastikan kesiapannya.

​"Harapannya ada titik penurunan yang representatif dan terintegrasi, sehingga dapat mendukung akses ke berbagai destinasi wisata di kawasan ini. Titik yang memungkinkan di Sriwedani, tapi kemarin kami koordinasi masih perlu penyesuaian, karena terlalu sempit untuk manuver bus," katanya.

​Tak hanya soal akses masuk, kualitas wahana di dalamnya pun turut menjadi perhatian serius, agar Taman Pintar tetap menjadi destinasi unggulan di mata para pelancong.

Merespons masukan dari masyarakat mengenai kondisi beberapa alat peraga tersebut, Mila memastikan proses pemeliharaan rutin terus berjalan secara bertahap.

​"Kami berkomitmen memastikan anak-anak dan rombongan yang datang tetap bisa belajar dan menikmati Taman Pintar dengan nyaman," terangnya.

Sterilisasi kendaraan besar

​Salah satu yang paling terdampak adalah Taman Pintar Yogyakarta, yang diprediksi mengalami tren penurunan angka kunjungan, dan berujung pada merosotnya pendapatan daerah.

Bukan tanpa alasan, imbas dari kebijakan tersebut adalah penutupan akses untuk bus pariwisata berukuran besar di TKP Senopati yang lokasinya tepat di seberang Taman Pintar.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo bilang dalam skenario paling pesimistis, pendapatan Taman Pintar yang semula mampu meraup Rp16 miliar, terancam terjun bebas ke angka Rp6 miliar saja.

​"Kalau hitungannya (potensi penurunan) bisa besar itu. Dari (proyeksi) Rp16 miliar, kemarin teman-teman buat skenario pesimistis itu bisa tinggal Rp6 miliar," ujarnya.

​Meski demikian, orang nomor satu di Kota Yogyakarta itu menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam melihat potensi kerugian hingga Rp10 miliar tersebut.

Sejumlah strategi darurat telah disiapkan agar rombongan wisatawan, terutama yang menggunakan bus besar, tetap bisa mengakses Taman Pintar dengan nyaman.

​Guna menyiasati larangan melintas di Jalan Panembahan Senopati, Hasto menyebut pihaknya sudah menetapkan skenario pengalihan arus dan lokasi parkir. 

Bus pariwisata yang memboyong rombongan menuju Taman Pintar kini diarahkan untuk parkir di beberapa titik penyangga, seperti TKP Kotabaru di lahan eks Menara Kopi.

​Namun, untuk memudahkan wisatawan Taman Pintar supaya tidak berjalan terlalu jauh, skenario drop-off atau penurunan penumpang menjadi kunci utama.

​"Kita berikan guidance. Bus yang mau ke Taman Pintar kita arahkan parkir di Menara Kopi. Tapi untuk menurunkannya, tetap kita upayakan dekat di situ (Taman Pintar)," jelasnya.

​"Dari perempatan Gondomanan ke utara, nanti ada gang masuk. Bus bisa berhenti di situ sebentar untuk drop penumpang, lalu mereka tinggal jalan sedikit masuk ke Taman Pintar," tambah Hasto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.