TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau lokasi banjir di Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (5/5/2026).
Titik lokasi yang dicek langsung Dedie Rachim ini sempat banjir pada Senin (4/5/2026) kemarin hingga menutup akses Jalan Tumenggung Wiradireja.
Dedie memyampaikan bahwa dilihat dari apa yang beredar di media sosial, saluran kabel PLN yang melintasi sungai seakan-akan jadi penyebab banjir luapan Kali Cibala.
Dedie menemukan saluran kabel PLN yang terbungkus besi memang terpasang menyeberangi aliran kali di samping kanan dan kiri jembatan, tapi ketinggiannya sejajar dengan jembatan.
Namun Dedie di lokasi juga menemukan fakta lainnya.
Yaitu Kali Cibala di kawasan itu yang nyaris tertutup bangunan karena penyempitan.
Terpantau, Dedie langsung memasang wajah kaget sambil menunjuk ke arah badan sungai tersebut.
"Waduh itu," ucap Dedie Rachim sambil menunjuk ke arah badan sungai yang menyempit karena bangunan.
Terpantau, badan saluran kali yang menyempit itu tidak hanya mengalami penyempitan dari samping kiri dan kanan.
Tapi juga penyempitan dari atas karena adanya bangunan di atasnya.
"Sudah kita tinjau bersama-sama dengan PLN Bogor ya, di mana memang ada jaringan kabel PLN yang kalau dilihat dari medsos kan seolah-olah terhalang oleh sumbatan oleh kabel," kata Dedie Rachim kepada wartawan.
"Tetapi kan ini kalau saya lihat langsung kan kita juga harus melihat secara fakta yang terjadi. Bukan hanya kabel PLN, tetapi ada penyempitan Kali Cibala," imbuhnya.
Soal label PLN, kata dia, ditemukan masih sejajar dengan jembatan.
Namun tetap dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh PLN.
"Kabel ini kan sudah disampaikan ke regional ya, Jawa Barat. Nanti silakan, kabelnya sendiri kan tentu ini perlu anggaran. Kalau dilihat kan kabel ini sejajar sama jembatan sebetulnya. Tapi yang lebih mengakibatkan genangan limpasan air itu apa?, penyempitan," ujarnya.
Dedie mengatakan bahwa ke depan pihaknya akan kembali menata kawasan itu termasuk kabel juga akan dibenahi oleh PLN.
"Tadi saya sudah sampaikan, ini kita tata ulang, kita data, kita mundurkan, kita normalisasi. Ini untuk Bogor Utara ada dua, Cibagolo dan Cibala," katanya.
"Nah, ini kita jadikan sebagai prioritas kita untuk mulai tadi penataan. Kan ini banyak ya, bangunan yang semakin menyempit saluran air, harusnya tidak boleh terjadi lagi," ujarnya.
Dedie juga mengingatkan masyarakat untuk sama-sama mencegah penyumbatan aliran air mengingat curah hujan yang juga tinggi belakangan ini.
"Nah, salah satu ikhtiar kita bukan hanya pemerintah daerah, bukan hanya PLN, tapi juga masyarakat membantu bagaimana caranya supaya tidak lagi banyak sumbatan-sumbatan terutama karena diakibatkan oleh sampah," ungkapnya.