KOBA, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bakal menerapkan program jemput bola membenahi sektor pendidikan, khususnya terkait angka rata-rata lama sekolah. Program jemput bola ini dirancang untuk menjangkau lapisan masyarakat terdalam guna memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasarnya di bidang pendidikan.
"Kita ingin sedikit demi sedikit Bangka Tengah ini mengalami perubahan. Jadi di Bangka Tengah ini angka rata-rata lama sekolah masih rendah, jadi itu yang harus kita kejar kembali," ujar Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Senin (4/5).
Menurut Algafry Rahman, dalam pelaksanaannya teknis jemput bola akan dilakukan dengan merangkul komunitas-komunitas lokal untuk mendeteksi anak-anak yang putus sekolah. Kemudian, komunitas ini akan kembali dilibatkan dalam mengajak mereka agar mau mengenyam pendidikan formal maupun non-formal.
"Ini salah satu program saya, yang ingin mengajak sejumlah komunitas di Bangka Tengah ini, agar nantinya anak putus sekolah kembali bisa sekolah," sebutnya.
Algafry Rahman berharap, melalui upaya yang dilakukan itu diharapkan bisa membuat angka rata-rata lama sekolah Kabupaten Bangka Tengah di tahun 2027 bisa lebih baik dari saat ini. "Target kita, meski masih dalam proses, di tahun 2027 ada perubahan yang lebih baik untuk angka rata-rata lama sekolah ini, karena kita akan jemput bola di masyarakat melalui program ini," jelasnya.
Seperti diketahui, data menunjukkan jika penduduk Bangka Tengah rata-rata baru menempuh pendidikan hingga kelas 2 SMP. Dengan demikian pemerintah daerah melakukan sejumlah upaya agar bisa memenuhi target angka lama sekolah selama 13 tahun dari pemerintah pusat. (w4)