Disaksikan Tamu Undangan, Sikap Maia Estianty pada Mulan Jameela di Pelaminan El-Syifa Disorot
Achmad Maudhody May 05, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terlihat jelas oleh tamu undangan, sikap Maia Estianty pada Mulan Jameela di pelaminan El Rumi dan Syifa Hadju disorot.

Hari bahagia pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju sukses digelar pada Minggu (26/4/2026).

Namun di balik kebahagiaan itu, ada satu peristiwa yang jadi sorotan publik.

Interaksi dingin antara ibu kandung dan ibu sambung El Rumi yakni Maia Estianty dan Mulan Jameela ramai diperbincangkan.

Dalam kesempatan itu, Maia Estianty nampak mengabaikan kehadiran Mulan Jameela.

Meski sama-sama berada di pelaminan El dan Syifa, Maia dan Mulan tak bersalaman atau bahkan sekedar menyapa satu sama lain.

Situasi itu terekam jelas sorotan kamera dan turut dilihat oleh para tamu undangan hingga jadi perbincangan di media sosial.

Fenomena ini turut mendapat sorotan dari psikolog Tika Bisono yang memberikan pandangannya terkait dinamika tersebut.

Tika menilai, apa yang terlihat di publik hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan situasi. Ia mengamati adanya sikap menghindar dari pihak Maia dalam momen tersebut.

"Yang kita lihat adalah si ibu dengan sikap menghindar, menghindar ketika istrinya si bapak kemudian mau salam. Kita hanya melihat itu saja. Kita tidak melihat si bapak bereaksi seperti apa," ujar Tika Bisono, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Selasa (5/5/2026). 

Ia juga menyoroti sikap Ahmad Dhani yang tampak lebih fokus pada momen bahagia sang anak.

"Saya melihat si bapak sudah fokus kepada anaknya yang menikah, bahagia dengan anaknya yang menikah, tetapi tidak mengungkapkan perasaannya terhadap situasi ini ketika di perhelatan tersebut," lanjutnya.

Baca juga: Reaksi Kamelia saat Diminta Cari Lelaki Pengganti Ammar Zoni, Dilan Janiyar Dibuat Heran

Menurut psikolog lulusan Fakultas Psikologi (FPSI) UI ini, kemungkinan perasaan dari pihak laki-laki tidak bisa disimpulkan secara pasti, namun luka dari pihak perempuan dinilai lebih jelas terlihat.

"Tapi yang saya lihat, kalau mau jujur, bisa jadi yang laki-laki sakit hati juga, bisa jadi, tapi mungkin juga tidak. Yang pasti, yang perempuan, si ibu, rasa sakitnya tidak tahu selesainya kapan, mungkin suatu hari."

Ia menambahkan, kehadiran sosok dari masa lalu dapat memicu kembali luka lama yang belum sepenuhnya pulih.

"Tapi setiap kali bertemu lingkungan di sana dan melihat sosok orang ketiga yang dulu menghancurkan rumah tangganya, pasti luka itu muncul lagi. Satu-satunya jalan yang bisa dia lakukan adalah menghindar," terang Tika. 

Meski begitu, Tika menilai kehadiran Maia dalam acara tersebut tetap menunjukkan tanggung jawab sebagai orang tua.

"Nah, kalau pernikahan anaknya, dia tidak bisa menghindar karena dia ibunya. Jadi, dia harus hadir di situ. Tapi terhadap sosok tersebut, menurut saya, dia punya pilihan, mau menyambut atau menghindar," paparnya.

Psikolog berusia 65 tahun ini juga menegaskan bahwa pilihan untuk menjaga jarak adalah hak pribadi yang tidak bisa dipaksakan.

"Karena saya pribadi juga sangat menolak orang ketiga. Sepertinya semua perempuan, semua istri, seperti itu. Tapi mau merangkul atau menghindar, itu masih menjadi hak prerogatif. Jadi, tidak wajib untuk menerima," tegasnya.

Tika kemudian menyinggung peran pihak ketiga dalam situasi tersebut.

"Nah, yang orang ketiga ini harus tahu diri. Dia harus ikhlas menerima berbagai sikap dan perlakuan dari mantan istri yang dulu tersakiti. Dia harus menerima dengan ikhlas bahwa memang harus mengalami itu karena pernah merusak," katanya.

Menurutnya, kesadaran dan sikap menerima bisa menjadi langkah menuju rekonsiliasi di masa depan.

"Kesadaran itu harus dirasakan. Menurut saya, kalau orang ketiga ini dengan sadar menebus kesalahannya dengan ikhlas menerima perlakuan apa pun yang terjadi, suatu hari justru maaf itu akan muncul," terangnya. 

Ia menilai sikap tersebut justru akan membangun respek dari lingkungan sekitar.

"Orang akan respek karena orang ketiga ini dengan sadar menebus kesalahannya. Bukan malah menunjukkan sikap sebaliknya. Bukan seperti itu. Tapi justru dengan kedewasaan, dia sadar harus menebus kesalahan itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Tika menegaskan bahwa ini bukan soal gengsi, melainkan kesadaran moral.

"Ini bukan soal gengsi. Ini benar-benar soal, kalau dia orang baik, dia akan sangat merasa bersalah. Bukan malah merasa senang," tambahnya.

Ia pun menekankan bahwa penilaian publik bisa dilihat dari sikap sehari-hari.

"Nah, apakah yang bersangkutan orang baik atau tidak, kita lihat saja dari tingkah lakunya, sikapnya, dan cara komunikasinya," ucapnya.

Di sisi lain, Tika kembali menegaskan hak Maia sebagai pihak yang pernah terluka.

"Sementara itu, si ibu yang tersakiti ini memiliki hak prerogatif untuk bersikap seperti apa."

"Artinya, demi kebahagiaan anak dalam pernikahannya, paling tidak si ibu hadir untuk anaknya dan tidak membuat keributan," pungkasnya. 

Reaksi Ahmad Dhani 

Terkait sikap pentolan Duo Maia tersebut di resepsi El dan Syifa, Ahmad Dhani memberikan tanggapan.

Ahmad Dhani pun memiliki jawabannya sendiri atas sikap Maia.

"Bisa diprotes," kata pemilik nama lengkap Ahmad Dhani Prasetyo ini singkat, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (30/4/2026).

Enggan menanggapi lebih jauh, Ahmad Dhani justru mengalihkan pembahasan ke rangkaian acara lain dari pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju.

Bukan ngunduh mantu, El dan Syifa kemarin baru saja memiliki satu agenda penutup berupa pesta intimate yang telah digelar di Bali.

"Tanggal 1. Bukan (ngunduh mantu), itu acaranya El sama teman-temannya," ujar Dhani.

Akan tetapi, pria 54 tahun ini mengaku tidak mengetahui konsep pernikahan El dan Syifa di Bali.

"Enggak tahu saya," jelasnya.

Akun Ahmad Dhani Raib Usai Diduga Sindir Maia Estianty

Akun Instagram milik musisi pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani, @ahmaddhaniofficial, secara misterius menghilang dari ruang pencarian digital pada Minggu (3/5/2026) malam.

Kejadian ini berlangsung tak lama setelah suami Mulan Jameela tersebut mengunggah rangkaian pernyataan yang diduga kuat menyindir mantan istrinya, Maia Estianty.

Ditemui awak media di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Ahmad Dhani membantah keras tudingan netizen bahwa dirinya sengaja menonaktifkan akun demi mencari sensasi.

"Ngapain saya bikin drama kayak gitu? (Akun hilang) ini belum tentu bisa balik lagi lho. Postingan hilang, follower hilang. Rugi semua," tegas Dhani sembari bersiap memasuki mobilnya, dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/5/2026).

Sebagai seorang politisi, Dhani mengaku sudah paham dengan pola serangan media sosial yang menggunakan buzzer—akun tanpa identitas yang digerakkan untuk tujuan tertentu.

Ia menduga hilangnya akun tersebut dipicu oleh pelaporan massal (report) karena keberaniannya mengungkap fakta lama.

"Ada orang yang ketakutan lah. Tim saya lagi nyari mungkin terduganya siapa," tambahnya.

Sindir Akting Terburuk Wanita

Sebelum akunnya lenyap, Dhani sempat mengunggah foto tampak belakang bersama putrinya, Safeea Ahmad, dalam acara siraman El Rumi.

Ia menyebut Safeea menangis karena menyaksikan sebuah ‘drama’ yang dinilainya sebagai “akting terburuk dari seorang wanita” yang berusaha membangun narasi seolah menjadi korban.

Dhani juga menyinggung isu perselingkuhan masa lalu sosok wanita tersebut dengan seorang petinggi stasiun televisi.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, publik menduga kuat narasi tersebut ditujukan kepada Maia Estianty.

SINDIRAN PEDAS - Kolase Ahmad Dhani dan Maia Estianty di momen pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, dicapture Jumat (1/5/2026).
SINDIRAN PEDAS - Kolase Ahmad Dhani dan Maia Estianty di momen pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, dicapture Jumat (1/5/2026). (Instagram/ahmaddhaniofficial/maiaestiantyreal))

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.