Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TAPOS - Ngubek empang menjadi tradisi masyarakat Depok, Jawa Barat yang masih dijaga kelestariannya turun-temurun.
Pada perayaan Lebaran Depok 2026, ngubek empang digelar di tiga lokasi, yakni wilayah Tapos, Cipayung, dan Sawangan, Selasa (5/5/2026).
Momen tersebut diikuti oleh ribuan masyarakat, baik anak-anak, para remaja, hingga orang tua.
Baca juga: Kemeriahan Tradisi Ngubek Empang di Lebaran Depok 2026, Ribuan Warga Basah-basahan Berburu Ikan
Wali Kota Depok Supian Suri menjelaskan, ngubek empang mempunyai makna filosofis yang dalam bagi masyarakat.
“Sebetulnya lebih kepada tidak lepas apapun itu medianya adalah kegotongroyongan, kebersamaan, silaturahmi, kegembiraan, kita semua menjadi bagian yang sama, sebetulnya itu,” kata Supian.
Meskipun tak semua orang mendapatkan ikan, namun mereka dapat merasakan kebersamaan.
“Mungkin ada yang enggak dapat ikan atau yang mungkin ada yang dapat banyak, tapi kebersamaan menjadi satu ruang yang memang penting hari ini buat bangsa kita, buat kota kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD) Baba Dahlan menjelaskan, tradisi ini sudah ada pada masyarakat Depok sejak masa kolonial Belanda.
Dalam tradisi ngubek empang, tersimpan banyak pelajaran tentang gotong royong dan kerja keras.
“Kita mau makan enak itu, harus berusaha dulu, berusaha dulu, dan nikmatnya juga beda dari beli,” kata Baba Dahlan di lokasi.
Masyarakat Depok zaman dahulu, membudidayakan ikan bersama-sama di sebuah empang dan akan dipanen mendekati lebaran. (m38)