Sebelum Hembuskan Nafas Terakhir, CP Harus Datangi Empat Rumah Sakit untuk Mendapat Penanganan Medis
Ardhina Trisila Sakti May 05, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebelum hembuskan nafas terakhir, CP (17) sempat mencari penanganan medis di empat rumah sakit di Kota Pangkalpinang.

Kuasa hukum keluarga, Andi Aziz membeberkan CP sebelumnya sempat menjalani operasi usus buntu 16 Maret 2026 lalu di salah satu rumah sakit swasta di Kota Pangkalpinang.

"Pada tanggal 14 Maret pukul 21.00 wib pasien ke rumah sakit dan jam 11.00 malam dilakukan operasi usus buntu. Sempat dirawat inap, sampai Selasa pagi diperbolehkan pulang," ujar Andi Aziz, Selasa (5/5/2026).

Namun pada siang hari, pasien mengeluh rasa sakit. Pihak keluarga dalam kondisi sempat menginformasikan kembali ke dokter.

"Kita juga menyampaikan ke dokter bahwasanya kondisi pasien belum sehat, tapi dibilang sama dokter nggak apa-apa itu pengaruh obat bius atau gimana," tuturnya.

Sesampainya di rumah kondisi CP justru kian menurun kesehatannya, sehingga pihak keluarga kembali membawanya ke rumah sakit.

Saat CP datang, Andi Aziz mengatakan ruangan pasien kelas 3 sudah penuh, sehingga pihak keluarga memutuskan tak menggunakan BPJS Kesehatan atau mandiri.

"Begitu pakai mandiri, ternyata memang tetap tidak ada kamar. Katanya penuh mulai dari kelas 3 sampai VIP itu penuh, sehingga kita memutuskan untuk mencari rumah sakit lain. Intinya semacam itu, jadi penolakan semacam itu," bebernya.

Tak mendapatkan ruangan, pihak keluarga sempat meminta rujukan hingga akhirnya CP dibawa ke rumah sakit swasta yang lain.

Sempat diterima, namun tak lama kemudian pihak rumah sakit justru menginformasikan tidak ada lagi ruangan.

"Awalnya diterima di pendaftaran itu, tapi baru sampai parkiran, ditelpon tidak ada ruangan. Makanya langsung cabut pindah rumah sakit," bebernya.

Namun pihak keluarga yang mencari penanganan medis harus gigit jari lagi, usai dokter spesialis di rumah sakit ketiga yang didatangi itu tidak ada di tempat.

Tak kunjung ditangani, pihak keluarga membawa CP ke rumah sakit keempat di Pangkalpinang.

Namun sayang, pasien CP menghembuskan nafas terakhirnya pada 22 Maret 2026 di rumah sakit keempat tersebut.

"Korban meninggal dunia itu hari Minggu, setelah semalam dilakukan perawatan di ICU," ucapnya.

Kepergian CP meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Andi Aziz yang juga merupakan paman CP melaporkan kejadian ini ke Polresta Pangkalpinang, guna ada pembenahan terhadap sistem kesehatan yang lebih baik.

"Biarlah anak saya jadi ikon, perubahan mengenai pelayanan rumah sakit, pelayanan BPJS Kesehatan yang tanda kutip banyak sekali dipandang sebelah mata dan lain-lain. Harapan saya anak ku mati tapi meninggalkan perubahan-perubahan yang signifikan, terkait masalah pelayanan kesehatan di masyarakat," jelasnya.

Sementara terkait dengan proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

"Masalah tersangka dan lain-lain, nanti kita menunggu perkembangan daripada Polresta. Kalau masalah BPJS, masalah Ombudsman dan lain-lain mereka masih melakukan investigasi terkait masalah ini," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.