Waspadai Heatstroke, Suhu di Makkah Tembus 40 Derajat, Jemaah Haji Indonesia Mulai Bertumbangan
Sudarma Adi May 05, 2026 08:14 PM

Laporan Sri Juliati, Wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi

TRIBUNJATIM.COM, MAKKAH - Suhu udara di Kota Makkah selama beberapa hari terakhir mencapai sekitar 40 derajat Celsius.

Kondisi ini mulai berdampak pada kondisi kesehatan jemaah haji asal Indonesia. 

Dalam dua hari terakhir, tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) menemukan dua kasus jemaah haji yang diduga mengalami serangan heatstroke.

Kepala Seksi PKPPJH serta Lansia dan Disabilitas, dr Ridwan Siswanto mengungkapkan, kejadian itu terjadi di sekitar Hotel Anjum, kawasan Masjidil Haram. 

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Diingatkan Agar Tidak Membeli Banyak Oleh-oleh dari Arab Saudi

Gejala dan Penanganan Darurat di Lapangan

Kedua jemaah haji dilaporkan tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat berada di area tersebut.

"Selama dua hari ini, ada dua jemaah yang diduga terkena serangan heatstroke. Kenapa masih diduga? Karena kita belum bisa mendiagnosis pasti sebelum ada pemeriksaan lengkap di rumah sakit. Tapi dari gejalanya kemungkinan ke arah sana karena jemaah tiba-tiba terjatuh, tergeletak, dan tidak sadarkan diri," kata dr Ridwan Siswanto kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, tim PKPPJH yang berada di lokasi langsung melakukan penanganan awal begitu menerima laporan. Jemaah haji segera dipindahkan ke tempat yang lebih teduh dan sejuk untuk menurunkan suhu tubuh.

“Langkah pertama, kami cek kesadaran, kemudian membawa jemaah ke tempat yang ber-AC di sekitar Pos Terminal Jabal Ka'bah. Kami juga memeriksa tanda vital seperti tekanan darah dan saturasi oksigen," jelasnya.

Beruntung, salah satu jemaah haji mulai sadar setelah mendapatkan penanganan awal. Petugas kemudian memberikan minum secara bertahap serta makanan ringan seperti kurma hingga kondisinya berangsur membaik.

Namun, satu jemaah lainnya harus dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Dari hasil pemeriksaan awal, jemaah haji tersebut diduga juga memiliki masalah jantung.

"Ada kemungkinan antara serangan jantung atau dipicu oleh paparan panas ekstrem. Bahkan, di rumah sakit sempat disarankan untuk tindakan operasi bypass," tambah Arief.

Ridwan pun menekankan pentingnya mitigasi dan kewaspadaan sejak dini, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu heatstroke.

Diketahui, heatstroke adalah kondisi gawat darurat medis akibat paparan panas ekstrem, di mana suhu tubuh meningkat drastis hingga mencapai lebih dari 40 derajat celcius.

Baca juga: Viral Video Jemaah Haji Kadiman Asal Pacitan Tersesat di Makkah, Kemenhaj Pastikan Hoaks

Kondisi ini terjadi karena kegagalan tubuh mengatur suhu, menyebabkan kerusakan organ vital, dan berpotensi fatal jika tidak ditangani segera. 

Menurutnya, heatstroke dapat dipicu oleh kombinasi cuaca panas, kurang minum, kelelahan, dan kurang tidur. 

Cuaca panas ekstrem, aktivitas fisik tinggi, dan kurangnya asupan cairan disebut menjadi pemicu utama gangguan kesehatan tersebut.

Oleh karena itu, dr Ridwan juga mengimbau agar jemaah haji Indonesia rutin minum.

Hal ini penting dilakukan agar kecukupan cairan di dalam tubuh tetap terjaga dan menghindari dehidrasi.

"Sering minum berkala, setiap 5 menit minum 2 teguk, 5 menit minum 2 teguk, gitu," kata dr Ridwan.

Ia menjelaskan gejala awal heatstroke biasanya berupa sakit kepala, mudah lelah, linglung, bicara mulai tidak jelas, hingga disorientasi. 

"Kalau masih pusing sampai dia jatuh, lemas itu namanya heat exhaustion. Tapi kalau heatstroke, jemaah sudah mulai mengamuk dan hilang kesadaran. Tentunya disertai dengan suhu tubuh yang lebih dari 40 derajat," ujarnya.

Jika sudah heatstroke berat, lanjut Ridwan, bisa berdampak fatal karena menyebabkan kegagalan multi organ.

Untuk mencegah kondisi tersebut, jemaah diimbau menjaga pola istirahat, rutin minum, dan tidak memaksakan ibadah sunnah berlebihan.

Selain itu, jemaah juga diminta tetap mengonsumsi obat rutin, terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. 

Diare dan demam juga harus diwaspadai karena dapat memperparah dehidrasi.

Ridwan juga mengimbau jemaah menggunakan payung, topi lebar, pakaian yang menyerap keringat, serta sunscreen untuk mengurangi paparan panas matahari langsung

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.