TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) akan segera membangun jembatan darurat di Dusun Pussepang, Desa Jambumalea, Kecamatan Tapango, Selasa (5/5/2026).
Setelah jembatan sepanjang 15 meter penghubung empat wilayah kecamatan ini amblas akibat luapan air sungai.
Baca juga: 2 PNS dan 1 PPPK Dispoparekraf Sulbar Viral Ngaku Belum Tahu Larangan Live TikTok di Tempat Kerja
Baca juga: Pembudidaya Ikan di Mamuju Tengah Dapat Edukasi Pupuk Subsidi
Kini kondisi jembatan telah dirobohkan untuk pembangunan ulang jembatan darurat.
Warga saat ini harus memutar sejauh 20 Km, melewati jalan alternatif karena jalan penghubung terputus.
Kepala Dinas PUPR Polman, Husain Ismail mengatakan upaya penanganan awal telah dikerjakan untuk segera membangun jembatan darurat sepanjang 15 meter.
"Alat berat sudah kita kerahkan untuk robohkan itu jembatan, saat ini penanganan darurat, yakni jembatan darurat," kata Husain kepada wartawan.
Dia menjelaskan langkah penanganan awal dengan merobohkan jembatan sebelumnya yang sudah amblas karena sudah tidak layak.
Kemudian akan kembali dibangun jembatan darurat di lokasi jembatan yang sama sepanjang 15 meter.
Husain menyebut anggaran digunakan dalam pembangunan jembatan darurat ini yakni Bantuan Tidak Terduga (BTT).
"Karena ini pengerjaan tidak terencana, jadi kita usulkan anggaran BTT, setelah diasesmen BPBD mengenai tanggap darurat," ungkapnya.
Dia menyebut anggaran BTT diusulkan itu berdasarkan kebutuhan pengerjaan jembatan dilokasi.
Seperti penyewaan alat berat, biaya operator, bahan bakan, lantai jembatan dan biaya pemasangan besi jembatan.
Husain mengaku anggaran BTT itu sementara dihitung untuk segera diusulkan ke badan keuangan Pemkab Polman.
Dia menambahkan jembatan terputus ini memang merupakan akses vital masyarakat utamanya anak-anak menuju sekolah di kota.
Kejadian ambruknya jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wita, pagi tadi.
Diduga disebabkan derasnya arus sungai akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tapango.
Akibatnya, pondasi jembatan bagian timur terkikis hingga tidak mampu menopang struktur jembatan.
Jembatan ambruk ini sudah tidak dapat lagi dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.
Polisi dari Polsek Tapango juga telah memasang garis kuning tanda larangan melintas.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli