Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengkritik keras serangan rudal dan drone di kawasan Teluk Persia pada Senin (4/5/2026) lalu.
Pezeshkian meluapkan kemarahannya kepada Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran setelah muncul klaim bahwa serangan ke Uni Emirat Arab berasal dari Teheran.
Ia menilai tindakan tersebut tidak dikoordinasikan dengan pemerintah sipil.
Pezeshkian bahkan menyebut IRGC tidak bertanggung jawab atas serangan ini.
Operasi militer itu diduga dilaksanakan secara sepihak oleh IRGC.
Pimpinan dalam operasi ini adalah Ahmad Vahidi.
Menurut Pezeshkian, eskalasi semacam itu dapat memperluas konflik hingga sulit dikendalikan.
Dikutip dari Caliber, Presiden Iran itu bahkan menyebut langkah IRGC sebagai sebuah kegilaan.
Hal ini dinilai dapat membawa konsekuensi besar bagi negara Iran.
Adapun serangan ini dilaporkan pertama kali terjadi pada pagi hari di wilayah udara Uni Emirat Arab.
Operasi ini masih dapat dicegat meski tetap memicu kebakaran di sejumlah titik kawasan Fujairah.
Pihak Kementerian Pertahanan UEA pun mengonfirmasi bahwa serangan itu menjadi bagian dari gelombang serangan yang meluas.
Hingga saat ini, IRGC pun tidak secara terbuka mengklaim bahwa serangan tersebut berasal langsung dari Teheran.