Angka Perceraian Lumajang Tembus 3.182 Kasus, Dinsos Siapkan Program Putri Jawara untuk Janda
Sudarma Adi May 05, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sebanyak 3.182 kasus perceraian yang masuk Pengadilan Agama Lumajang, Jawa Timur selama 2025.

Ribuan perkara paling banyak dilayangkan oleh istri di Lumajang, sebab 2.462 perkara merupakan gugat cerai, sementara talak yang dilakukan suami hanya 780 kasus.

Pemicu keretakan rumah tangga mereka, 1.397 diantaranya karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus, serta 1.178 karena kondisi ekonomi.

Baca juga: Pertengkaran hingga Ekonomi Jadi Pemicu, Ribuan Istri di Lumajang Pilih Jadi Janda

Faktor Ekonomi dan Perselisihan Jadi Pemicu Utama

Kondisi seperti ini tentunya akan menambah jumlah perempuan yang jadi tukang punggung keluarga. Jika tidak disikapi secara bijak, hal tersebut akan dampak sosial lebih serius.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lumajang Indriono Krishna Murti mengaku telah melupakan program khusus bagi wanita jadi tulang punggung keluarga.

"Kami mengusulkan, bagi perempuan tulang punggung keluarga dari ekonomi tidak mampu, dalam program dari Dinas Sosial Provinsi dalam program Putri Jawara," ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, program tersebut dikhususkan bagi perempuan kepala keluarga, yang memiliki embrio usaha bukan pertanian dan peternakan.

"Program itu berapa penyertaan modal untuk usaha yang sudah dipunyai. Biasanya setelah diverifikasi, mereka dapat pendampingan dan pelatihan dari Diskopindag maupun Disnaker," kata Indriono.

Indriono mengatakan program ini bakan untuk perempuan yang sudah bercerai saja, tetapi juga untuk mereka yang jadi tulang punggung keluarga.

Baca juga: Lumajang Mencekam, Begal Kembali Beraksi dan Pakai Celurit di Jembatan Grobogan

"Misalkan suaminya sakit dan tidak bisa cari nafkah. Jadi dia yang menghidupi keluarganya, dan penting punya unit usaha," katanya.

Sementara bagi perempuan yang bercerai dan belum punya embrio usaha. Indriono mengaku hanya bisa memberikan bantuan sosial.

"Kami mungkin akan menjajaki kerjasama dengan dinas lain yang punya program peningkatan kapasitas dan ketrampilan masyarakat," paparnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.