Laporan wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Penemuan enam benda yang diduga sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Dukuh Purwokerto, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali, menggegerkan warga.
Temuan tersebut mencakup keramik hingga gerabah yang diduga memiliki nilai historis tinggi.
Benda-benda itu ditemukan oleh penggali kubur saat melakukan aktivitas penggalian makam pada Senin (4/6/2026).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Sunardi, menjelaskan bahwa total ada enam benda yang ditemukan.
Benda tersebut terdiri dari satu mangkuk gerabah, satu mangkuk keramik, dua piring keramik, satu gelas, serta sejumlah pecahan keramik.
Menurutnya, salah satu temuan paling menarik adalah piring keramik yang memiliki tanda khusus di bagian bawahnya.
“Pada bagian bawah piring terdapat bukti merek dan cap bergambar Spink serta aksara Jawa. Benda ini diproduksi oleh produsen terkenal atas nama Petrus Regout,” ujarnya.
Sunardi mengungkapkan bahwa Petrus Regout merupakan produsen keramik ternama asal Maastricht, Belanda, yang telah beroperasi sejak pertengahan abad ke-19.
Temuan ini mengindikasikan adanya jejak aktivitas masa lampau di wilayah tersebut, terutama yang berkaitan dengan perdagangan atau penggunaan barang impor.
Hal ini membuka peluang adanya hubungan historis Boyolali dengan jalur distribusi barang luar negeri pada masa lalu.
Baca juga: Gali Makam, Warga Cepogo Boyolali Temukan Keramik Diduga Benda Cagar Budaya
Saat ini, seluruh benda yang diduga sebagai ODCB tersebut telah diamankan oleh Disdikbud Boyolali untuk proses kajian lebih lanjut.
“Benda-benda ini sudah kami bawa ke Museum Hamong Wardoyo untuk diamankan sekaligus diteliti lebih mendalam,” kata Sunardi.
Pihaknya juga akan melakukan penelitian lanjutan guna memastikan nilai sejarah, usia, serta status resmi benda-benda tersebut sebagai cagar budaya.
"Untuk nilainya berapa benda tersebut, tim kami masih akan melakukan kajian. Untuk saat ini yang utama kami mengamankan dulu benda tersebut," ujarnya
(*)