Tribunlampung.co.id, Tapanuli Tengah - Dua perawat di RSUD Pandan kini harus menanggung konsekuensi setelah insiden jatuhnya seorang bayi di ruang perawatan intensif. Keduanya langsung dijatuhi sanksi, bukan sekadar teguran.
Pihak rumah sakit memutuskan keduanya diskors sementara. Selama dua minggu ke depan, mereka tidak diperbolehkan bertugas sambil menjalani evaluasi ulang.
Keputusan ini diambil setelah manajemen menilai ada kelalaian saat menjalankan prosedur dasar penanganan pasien, terutama bayi yang masih sangat rentan.
Meski begitu, rumah sakit menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini. Namun, tetap saja, kesalahan sekecil apa pun di ruang seperti PICU bisa berakibat fatal.
Di sisi lain, keluarga pasien sempat terpukul. Mereka menuntut penjelasan, bahkan meminta pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi bayi benar-benar aman.
Baca juga: Nasib Bayi yang Jatuh ke Lantai Akibat Perawat Lalai Ketika Merapikan Sprei
Dikutip dari Tribun-Medan.com, insiden yang menggegerkan itu terjadi tepatnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan, Tapanuli Tengah pada Sabtu (2/5/2026). Hal itu terjadi setelah seorang perawat berbuat lalai sehingga pasien yang masih bayi terjatuh ke lantai.
Kelalaian perawat RSUD Pandan ini terjadi di Ruang PICU, atau ruang unit perawatan intensif di rumah sakit khusus untuk anak usia 1 bulan hingga 18 tahun dengan kondisi medis serius, kritis, atau pascaoperasi yang mengancam jiwa.
Pasien yang terjatuh ke lantai RSUD Pandan ini belum genap dua bulan. Ia merupakan anak dari pasangan keluarga Zendrato dan Telambanua, warga Kecamatan Sibabangun.
Direktur RSUD Pandan dr Jandri A Nababan mengaku sudah mengetahui informasi kejadian seorang bayi terjatuh dari tempat tidur akibat kelalaian perawat.
Jandri menjelaskan awal mula sang bayi masuk RSUD Pandan karena mengalami sesak napas serta gejala sianosis atau warna kebiruan pada kuku dan bibir.
Pasien kemudian segera diberikan bantuan oksigen dan ditempatkan di tempat tidur khusus bayi di ruang PICU.
Keesokan harinya, dua perawat inisial F dan TL bertugas masuk ke kamar PICU untuk merapikan tempat tidur bayi sembari memeriksa kondisi selang infus.
"Nah itu, salah satu perawat mengangkat bed tanpa memegang bayi. Sesuai SOP, seharusnya perawat mengangkat pasien. Ternyata luput. Saya anggap itu sebuah kelalaian," ujar Jandri, Senin (4/3/2026).
Jandri mengungkap nasib kedua perawat yang membuat bayi terjatuh dari tempat tidur di RSUD Pandan resmi dijatuhi sanksi skorsing selama dua minggu.
Selama masa tersebut, juga akan dilakukan asesmen ulang untuk menguji kelayakan kedua perawat berinisial F dan TL, dalam menangani pasien.
"Sudah diskorsing per hari ini selama dua minggu, begitu juga dengan haknya. Selama masa skorsing juga dilakukan esesmen, apakah keduanya layak menangani pasein atau tidak," kata Jandri.
Ia mengatakan, dua perawat yang terindikasi lalai karena membuat bayi terjatuh dari tempat tidur saat menarik sprei itu berstatus P3K dan PNS.
"Ini tergolong kejadian yang tidak diinginkan, tidak ada unsur kesengajaan," ucapnya.
Lantas bagaimana kondisi bayi setelah terjatuh dari tempat tidur ke lantai?
"Kalau akibat benturan itu, sampai saat ini belum ada," ungkap Direktur RSUD Pandan dr Jandri A Nababan.
Terkait dampak benturan akibat jatuh, pihak rumah sakit mengklaim hingga saat ini belum ditemukan adanya komplikasi medis yang ditimbulkan.
"Keluarga pasien marah dan meminta melakukan scanning. Hasilnya tidak ada persoalan akibat jatuh dan sesaknya sudah berkurang. Kondisi pasien sudah stabil," sebut dr Jandri.
Bayi terjatuh dari tempat tidur rumah sakit ke lantai RSUD Pandan ini bermula ketika sang perawat berbuat lalai pada Sabtu (2/5/2026).
Ketika itu, sang perawat sedang merapikan tempat tidur sembari menggulung sprei. Namun, sang bayi juga ikut tergulung lalu terjauh ke lantai.
Kejadian bayi terjatuh dari tempat tidur akibat kelalaian perawat saat menarik sprei ini pun membuat kaget keluarga pasien di RSUD Pandan.
"Ada kejadian seorang bayi terjatuh dari tempat tidur. Kejadiannya sekitar pukul 4 Sore di Ruang PICU RSUD Pandan dikarenakan perawat lalai saat menarik sprei," ujar saksi mata yang tak mau dicantumkan namanya.
Ia melanjutkan, ada dua orang perawat yang bertugas merapikan tempat tidur sang bayi sore itu.
Diduga seorang perawat menarik seprei tempat tidur bayi tersebut dengan posisi cukup tinggi hingga ke arah perutnya, kemudian bayi tersebut ikut tergulung di dalam seprei lalu terjatuh.
"Perawat itu menarik sprei terlalu tinggi yang membuat sang bayi ikut tergulung lalu terjatuh. Mamak bayi saat itu lagi buang sampah. Banyak yang kaget atas kejadian ini," ujarnya.