Berita Terpopuler: Harga Mahal Hak Siar Piala Dunia 2026 Hingga Balasan Inter Milan
Torik Aqua May 06, 2026 12:14 AM

 

Di antaranya ada harga mahal hak siar Piala Dunia 2026.

Selanjutnya Inter Milan balas hinaan pakai Scudetto.

Hingga Timnas Haiti peserta Piala Dunia 2026.

Berikut selengkapnya:

Harga mahal hak siar Piala Dunia 2026

Enam negara di kawasan Asia Tenggara dipastikan telah mengamankan hak siar untuk ajang Piala Dunia 2026. 

Keputusan ini mencakup beberapa negara, termasuk Indonesia dan Vietnam, yang sudah lebih dulu mendapatkan kepastian dari pihak penyelenggara.

Berdasarkan pengumuman resmi FIFA, total ada enam negara di Asia Tenggara yang sudah mendapatkan hak siar turnamen tersebut.

Negara-negara itu adalah Kamboja, Indonesia, Filipina, Singapura, Timor Leste, dan Vietnam.

Di sisi lain, lima negara lainnya di kawasan yang sama masih belum mencapai kesepakatan.

Negara tersebut meliputi Brunei Darussalam, Laos, Myanmar, Malaysia, dan Thailand yang masih berada dalam tahap pembahasan atau negosiasi lanjutan.

Perbedaan status ini terjadi karena nilai hak siar yang ditetapkan FIFA tidak seragam di setiap negara.

Harga ditentukan berdasarkan potensi pasar, popularitas sepak bola, serta nilai komersial di masing-masing wilayah.

Baca juga: Profil Timnas Haiti, Manggung di Piala Dunia 2026 usai Absen Selama 52 Tahun

Baca juga: Daftar Aturan Baru di Piala Dunia 2026, soal Kartu Kuning hingga Kartu Merah

Alasan Thailand dan Malaysia Belum Dapat Hak Siar

Negara seperti Thailand dan Malaysia disebut menghadapi harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan.

Hal ini membuat proses negosiasi berjalan lebih lama.

Sebagai gambaran, di Malaysia, FIFA melalui mitranya pernah menawarkan hak siar Piala Dunia 2026 dengan nilai sekitar 50 juta dolar AS atau lebih dari Rp870 miliar.

Angka tersebut menunjukkan besarnya perbedaan nilai komersial antar negara dalam distribusi hak siar ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Harga Hak Siar Piala Dunia

Saat ini, FIFA dan para mitranya telah menurunkan harga menjadi 35 juta dolar AS (sekitar Rp 609 miliar).

Akan tetapi, Malaysia belum menyelesaikan pembelian tersebut, negosiasi masih berlangsung.

Dalam wawancara dengan media Malaysia baru-baru ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Taufiq Johari mengatakan: "Kementerian telah mencatat seruan publik agar Piala Dunia disiarkan di Malaysia."

"Sebagai kepala kementerian, kami tentu akan mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh para penggemar olahraga."

"Tentu saja, hak siar Piala Dunia akan melibatkan stasiun televisi dan kementerian serta departemen terkait lainnya."

"Selain itu, kita tidak bisa mengabaikan masalah biaya."

"Lalu, kita perlu menilai semua aspek dan dampak potensial jika Malaysia memenangkan hak siar, termasuk penghematan biaya dan pertimbangan keuangan."

Baca juga: Daftar Julukan 48 Tim Peserta Piala Dunia 2026, Ada Si Putih-Biru Langit hingga Tim Samba

Jadwal Piala Dunia

Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menjadi tiga negara tuan rumah untuk pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Ini juga menjadi Piala Dunia pertama yang memiliki jumlah peserta 48, meningkat 16 tim dibandingkan dengan tujuh edisi turnamen sebelumnya.

Total jumlah pertandingan yang akan dimainkan juga meningkat dari 64 menjadi 104.

Beberapa aturan baru juga akan diterapkan selama Piala Dunia 2026, menarik dinantikan kira-kira siapa yang akan menjadi juara.

Inter Milan balas hinaan dengan prestasi

Inter Milan menutup musim 2025-2026 dengan gemilang setelah memastikan diri sebagai juara Serie A.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai kritik yang sempat diarahkan kepada tim sepanjang musim sebelumnya.

Kepastian gelar diraih usai kemenangan meyakinkan 2-0 atas Parma pada pekan ke-35, yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB.

Dua gol kemenangan dicetak oleh Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan.

Hasil tersebut membuat skuad yang dipimpin Lautaro Martinez tidak lagi terkejar oleh pesaing terdekat, Napoli, yang tertinggal cukup jauh di klasemen.

Gelar ini menjadi scudetto ke-21 bagi Inter sepanjang sejarah klub, mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan utama di sepak bola Italia, termasuk dalam rivalitas dengan AC Milan.

Menariknya, kesuksesan ini juga diraih di bawah arahan Cristian Chivu yang menjalani musim perdananya bersama tim utama. 

Baca juga: Momen Krusial Inter Milan Jelang Rengkuh Double Winner, Gawat Jika Terpeleset

Baca juga: Bek Kaki Kiri Inter Milan Diincar Barcelona, Bastoni Sosok yang Cocok untuk Taktik Hansi Flick

Bangkit di Tangan Chivu

Sebelumnya Chivu hanyalah juru taktik tim Primavera yang naik kelas setelah Simone Inzaghi cabut ke Al Hilal akhir musim lalu.

Kesuksesan Inter Milan musim ini dalam merebut gelar Liga Italia juga terbilang tidak mudah.

Pasalnya, musim lalu mereka gagal juara dengan hanya terpaut satu poin dari Napoli.

Kegagalan tersebut mendapatkan sorotan tajam dan kritikan mengingat mereka sempat kalah beruntun di pekan krusial saat ditekuk Bologna dan AS Roma dengan skor identik 0-1.

Terlebih penunjukkan Chivu sebagai allenatore juga dianggap blunder karena dianggap minim pengalaman.

Kini, di tangan Chivu, I Nerazzurri berhasil bangkit dan membuktikan diri mereka layak untuk mendapatkan scudetto ke-21.

Prestasi bagi klub dan Chivu sebagai pelatih mengingat ia pernah mengangkat trofi juara sebagai pemain saat menjadi bagian dari treble bersejarah pada 2010.

"Saya rasa saya sudah seperti itu sebelumnya,” kata Chivu sambil tersenyum seperti dikutip dari DAZN Italia.

"Saya sudah melakukan beberapa hal sebagai pemain…tetapi saya senang untuk para pemain ini, untuk klub ini, dan untuk para penggemar luar biasa yang telah mendukung kami sejak awal."

"Saya tidak akan mengulangi seluruh cerita musim lalu, ejekan dan penghinaan terhadap kelompok ini."

"Namun, para pemain telah bekerja keras, bangkit kembali, dan menemukan apa yang dibutuhkan untuk musim kompetisi baru," ujarnya.

Lebih lanjut Cristian Chivu mengungkapkan kebahagiaannya masih sama seperti saat menjadi pemain.

Bedanya, ia kini sudah beruban saat menjadi pelatih Inter Milan.

Baca juga: Italia Gagal ke Piala Dunia 3 Kali Beruntun, Pemain Inter Milan Bikin Mental Runtuh di Adu Penalti

Apresiasi Pemain

Ia pun tak lupa mengapresiasi kerja keras para pemainnya hingga Inter bisa menjadi juara Liga Italia.

"Ini adalah gelar ke-21 dan satu halaman lagi dalam sejarah gemilang klub ini," tutur Chivu melanjutkan.

"Dulu saya masih muda, sekarang sudah ada uban di rambut saya, tapi saya sama bahagianya seperti saat masih menjadi pemain."

"Para pemain layak mendapat pujian hari ini, mereka luar biasa," pungkasnya.

Inter Milan masih berpeluang untuk merebut satu gelar tersisa musim ini.

Coppa Italia bisa dikawinkan dengan scudetto jika mereka mampu menaklukkan Lazio di partai final yang dihelat pada Kamis (14/5/2026) pukul 02.00 WIB.

Profil Timnas Haiti di Piala Dunia 2026

Profil Timnas Haiti yang kembali mentas di Piala Dunia edisi 2026 setelah absen selama 52 tahun.

Piala Dunia 2026 menjadi ajang bangkitnya tim sepak bola nasional dari kawasan Karibia.

Haiti merupakan negara di Kepulauan Karibia yang berada di Bemua Amerika.

Haiti menempati sepertiga bagian barat Pulau Hispaniola, serta berbatasan langsung dengan Republik Dominika di sebelah timur.

Baca juga: Profil Timnas Panama, Tangan Dingin Eks Barcelona Bawa Los Canaleros ke Panggung Piala Dunia 2026

Skuad berjuluk Les Grenadiers tersebut membawa mimpi besar masyarakat Haiti yang berjumlah sekitar 12 juta jiwa.

Setelah penantian panjang sejak terakhir tampil di Piala Dunia 1974, Timnas Haiti akhirnya kembali bersinar dan sebentar lagi bakal meramaikan pentas sepak bola dunia.

Timnas Haiti menjadi salah satu dari 48 tim peserta Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Perjalanan Timnas Haiti di Piala Dunia 2026 akan dimulai dari persaingan di Grup C bersama Brasil, Maroko, dan Skotlandia.

Perjalanan Timnas Haiti Menuju Piala Dunia 2026

Timnas Haiti berhasil melewati dua ronde kualifikasi zona CONCACAF (konfederasi sepak bola untuk Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) dengan performa yang meyakinkan.

Pada ronde kedua, Timnas Haiti finis sebagai runner-up Grup C di bawah Curacao.

Timnas Haiti meraih tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat pertandingan.

Satu-satunya kekalahan Timnas Haiti terjadi saat takluk 1-5 dari Curacao, tim yang juga berhasil melaju ke putaran berikutnya.

Memasuki ronde ketiga, Timnas Haiti tergabung ke dalam grup yang kompetitif bersama Kosta Rika, Honduras, dan Nikaragua. 

Timnas Haiti hanya menelan satu kekalahan, yakni kalah 0-3 dalam laga tandang melawan Honduras.

Yang krusial, Timnas Haiti mampu meraih empat poin dari dua pertemuan melawan Kosta Rika. Hasil tersebut membantu mereka mengamankan posisi puncak Grup C.

Selain itu, Timnas Haiti juga diuntungkan oleh hasil imbang tanpa gol antara Kosta Rika dan Honduras.

Hingga pada akhirnya, Timnas Haiti memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Nikaragua.

Kiprah Timnas Haiti di Piala Dunia

Satu-satunya penampilan Timnas Haiti di Piala Dunia hingga saat ini terjadi pada tahun 1974, kala itu digelar di Jerman Barat.

Saat itu mereka lolos ke Piala Dunia 1974 setelah menjuarai Kejuaraan CONCACAF pada tahun sebelumnya.

Di Piala Dunia 1974, Timnas Haiti tergabung ke dalam grup berat bersama Italia, Argentina, dan Polandia.

Timnas Haiti yang kala itu di bawah asuhan Antoine Tassy harus menerima tiga kekalahan beruntun, yakni 1-3 dari Italia, 0-7 dari Polandia, dan 1-4 dari Argentina.

Tiga kekalahan membuat Timnas Haiti hanya mampu finis di fase grup. 

Meski begitu, Timnas Haiti tetap mampu mencatatkan momen bersejarah lewat dua gol yang dicetak Emmanuel Sanon sepanjang turnamen.

Pelatih Timnas Haiti: Sebastien Migne

Sebastien Migne merupakan pelatih yang ditunjuk sebagai nakhoda Timnas Haiti pada Maret 2024. 

Ia kemudian langsung memimpin seluruh perjalanan tim dalam kualifikasi menuju Piala Dunia 2026.

Pelatih asal Prancis tersebut memiliki latar belakang sebagai pemain yang sempat berkarier di divisi bawah sepak bola Inggris pada akhir 1990-an.

Kemudian saat berusia 26 tahun, Sebastien Migne pensiun sebagai pemain dan ganti jobdesk menjadi pelatih.

Pengalaman kepelatihannya cukup luas, mulai dari Oman, Republik Demokratik Kongo, hingga mampu membawa Kenya lolos ke Piala Afrika 2019.

Sebastien Migne juga sempat menangani Guinea Khatulistiwa, lalu dipercaya menjadi asisten Rigobert Song di Timnas Kamerun pada 2022.

Dengan berbagai pengalaman tersebut, Sebastien Migne akhirnya ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Haiti sekaligus membawa mereka lolos Piala Dunia 2026.

Pemain Bintang: Duckens Nazon

Duckens Nazon diprediksi akan menjadi bintangnya Timnas Haiti di Piala Dunia 2026,

Duckens Nazon yang berposisi sebagai penyerang sampai saat ini menjadi figur penting dalam skuad Les Grenadiers.

Pemain kelahiran 7 April 1994 tersebut mengukuhkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa untuk Timnas Haiti.

Dalam 75 penampilannya bersama Timnas Haiti, Duckens Nazon telah mencetak 44 gol.

Adapun saat ini, Duckens Nazon membela Esteghlal FC yang berkiprah di Liga Pro Iran. 

Jadwal Timnas Haiti di Piala Dunia 2026

Minggu (14/6/2026) pukul 08.00 WIB

Haiti vs Skotlandia di Stadion Gillette, Foxborough, Amerika Serikat

Sabtu, (20/6/2026) pukul 08.00 WIB

Brasil vs Haiti di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat

Kamis, (25/6/2026) pukul 05.00 WIB

Maroko vs Haiti di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.