SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pembangunan Museum Harun Keuchik Leumiek (MHKL) Banda Aceh kini memasuki tahap finishing dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Museum ini diproyeksi menjadi ikon edukasi budaya Aceh yang menggabungkan kekuatan koleksi sejarah dengan pendekatan penyajian modern.
Hal itu disampaikan Pendiri MHKL, H Muhammad Kamaruzzaman HKL SE, yang akrab disapa Tgk H Memed saat bertemu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh, Piet Rusdi SSos, di Kantor UPTD Taman Gunongan Banda Aceh, Selasa (5/5/2026).
Dalam pertemuan itu, H Memed menjelaskan pembangunan fisik museum sudah memasuki tahap akhir.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada instalasi sistem pendukung, seperti pencahayaan (lighting), jaringan teknologi informasi dan elektronik (ITE), serta pengembangan ruang pamer dan studio multimedia.
Menurut H Memed, MHKL dirancang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan dan pameran artefak.
"Tapi juga sebagai ruang edukasi yang mampu menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda," kata H Memed dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com malam ini.
Baca juga: Megahnya Gedung Museum HKL, BPK Wilayah I Aceh Berikan Apresiasi Luar Biasa
Memed menambahkan, aspek konservasi menjadi perhatian utama dalam pembangunan museum ini, termasuk penggunaan sistem pencahayaan yang ramah terhadap artefak serta pengaturan suhu dan kelembaban ruangan yang dikontrol secara otomatis.
Pada kesempatan itu, H Memed juga meminta arahan BPK Aceh terkait standar pengelolaan museum sesuai ketentuan nasional, guna memastikan museum ini dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPK Aceh, Piet Rusdi, menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan MHKL.
Ia menilai museum ini memiliki potensi besar dalam mendukung pelestarian warisan budaya Aceh.
Menurutnya, koleksi yang dimiliki MHKL punya nilai historis tinggi karena berasal dari warisan benda-benda bersejarah yang telah lama dihimpun oleh almarhum Harun Keuchik Leumiek.
“BPK Aceh siap memberikan dukungan dan pendampingan agar museum ini dapat berkembang sesuai standar yang berlaku, sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Museum Harun Keuchik Leumiek diharapkan menjadi salah satu rujukan edukasi sejarah dan kebudayaan Aceh, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya daerah.(*)