Dulu Pernah Ngecat Zebra Cross, Begini Kisah Hidup Pemilik Bengkel Vespa OnScoot Garage Banjarmasin
Hari Widodo May 06, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Suara kompresor sesekali memecah suasana di sebuah bengkel kecil di kawasan Jalan Sultan Adam, Banjarmasin. 

Bau cat dan oli bercampur di udara. Di sudut ruangan, seorang pria dengan topi arah ke belakang tampak fokus menunduk dengan tangan cekatan menyemprotkan cat ke bodi Vespa yang sudah terlepas dari rangkanya. Dialah Onad.

Kalau melihatnya sekarang, mungkin tak banyak yang tahu jalan hidupnya dimulai dari pekerjaan-pekerjaan sederhana.

Jauh sebelum dikenal sebagai pemilik bengkel Vespa, pria 28 tahun tersebut pernah berada di titik paling bawah, menjalani apa saja yang bisa dikerjakan.

“Dulu sempat kerja serabutan, ngecat jalan, zebra cross,” kenangnya, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Cerita Perjuangan Jihandoyo Mantan Juara Voli SEA Games Raih Prestasi,  Jemput Mimpi dari Ambil Bola

Itu terjadi saat ia masih tinggal di Tanjung Kabupaten Tabalong, kampung halamannya.

Upahnya tak besar, tapi cukup untuk bertahan. Tak hanya itu, Onad seringkali terjun ke berbagai bidang pekerjaan. Dari sektor pekerjaan kasar, hingga meracik minuman. Semua dicicipinya.

Hingga pada suatu malam, Onad terpikir untuk pergi merantau, mencari asa di luar kampungnya.

“Saya melihat peluang di Banjarmasin,” katanya.

Merantau bukan perkara mudah. Tanpa kepastian, tanpa jaminan. Tapi Onad tetap berangkat. Di kota ini, ia memulainya dari nol lagi. Barista kopi menjadi pilihannya.

Namun meski rutinitasnya tak jauh dari kopi, ada satu hal lain yang diam-diam terus ia pelihara, kecintaannya pada scooter.

“Main Vespa ini memang sudah lama,” ujarnya.

Dari sekadar hobi, nongkrong bareng komunitas, hingga mulai belajar memperbaiki sendiri. Pelan-pelan, ketertarikan itu berubah jadi sesuatu yang lebih serius.

Sampai akhirnya Onad bertanya di benaknya, kenapa tidak sekalian dijadikan jalan hidup? Dari situlah semuanya berubah.

Tahun 2024 menjadi titik balik. Onad memberanikan diri membuka bengkel sendiri, OnScoot Garage.

Berbekal ilmu yang ia pelajari di lapangan, berbekal koneksinya dalam berkomunitas, bengkel kecil itu kini dikenal di kalangan pecinta Vespa di Banjarmasin.

Mulai dari sekadar polish, repaint, hingga restorasi total, semua dikerjakan dengan tangan dingin Onad.

“Tak instan. Semua dibangun dari kepercayaan dan rasa yakin,” katanya.

Awalnya hanya membantu teman, lalu teman dari teman, hingga akhirnya pelanggan datang tanpa diminta. Hingga akhirnya dari bengkel tersebut muncul sebuah gerakan dengan tajuk

“Excel-kan Sekitarmu”, terinspirasi dari Vespa Excel, salah satu tipe klasik yang punya tempat tersendiri di hati para penggemarnya.

Kini, apa yang ia bangun pelan-pelan mulai terlihat hasilnya. Dari yang dulu pernah mengecat jalanan, kini ia “mengecat mimpi” orang lain, menghidupkan kembali Vespa tua agar kembali bersinar.

Di balik semua itu, Onad menyimpan satu pesan sederhana. Pesan yang lahir dari perjalanan panjangnya sendiri.

“Jangan pernah mengubah keputusanmu karena takut pada pandangan masyarakat. Mereka hanya akan memberi nasihat, bukan makanan,” katanya.

Baca juga: Kisah Perempuan Kalsel Penakluk Gunung, Pernah Tersesat 5 Jam Saat Cari Jalur

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi bagi Onad, itu prinsip hidup. Ia tahu betul rasanya diremehkan, diragukan, bahkan mungkin dianggap “cuma coba-coba”. “Sebab, pencapaian kecil terasa besar bagi kami yang memulai semuanya dari bawah,” lanjutnya.

Dari pekerja serabutan, barista, hingga kini menjadi pemilik bengkel dan membuat gerakan, Onad membuktikan selama mau mulai, sekecil apa pun langkahnya, selalu ada kemungkinan untuk sampai lebih jauh.

“Perjalanan 10 ribu kilometer akan dimulai dari satu langkah kaki,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Rifki Soelaiman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.