Laporan Hasim Arfah
Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH — Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jamaah haji Indonesia diimbau lebih bijak mengatur aktivitas ibadah dan menjaga kondisi fisik.
Ibadah di hotel dinilai tetap bernilai tinggi selama berada di kawasan Tanah Haram, tanpa harus memaksakan diri ke Masjidil Haram.
Kepala Seksi Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) serta KBIHU PPIH Daker Makkah, Erti Herlina, menyampaikan sebagian besar jamaah yang telah tiba di Makkah kini memasuki fase persiapan menuju Armuzna setelah menunaikan umrah wajib.
“Alhamdulillah hampir 90 persen jamaah yang tiba di Makkah sudah melaksanakan umrah wajib. Sekarang fokus kita adalah persiapan menuju puncak ibadah,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Erti menyoroti tingginya semangat jamaah untuk beribadah di Masjidil Haram.
Baca juga: Pemerintah Indonesia Perketat Pencegahan Haji Ilegal dan Perkuat Perlindungan Jamaah
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi fisik, terutama bagi lansia dan jamaah berisiko tinggi, harus menjadi prioritas.
“Bagi jamaah muda mungkin masih kuat bolak-balik ke Masjidil Haram. Tapi untuk lansia, jika dipaksakan justru bisa mengganggu kesehatan,” jelasnya.
Ia menegaskan, ibadah di masjid hotel tetap memiliki keutamaan selama dilakukan di Tanah Haram. Jamaah tidak perlu merasa khawatir kehilangan pahala.
“Untuk lansia, ibadah di hotel tidak mengurangi pahala. InsyaAllah semua kebaikan di Tanah Haram dilipatgandakan,” ujarnya.
Pelaksana Bimbad Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, menekankan pentingnya prinsip hifdz nafs atau menjaga keselamatan jiwa dalam beribadah.
“Seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan. Yang utama adalah menjaga keselamatan diri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak saling memengaruhi untuk beribadah secara berlebihan hingga memaksakan diri.
“Jangan sampai ada yang merasa minder lalu memaksakan diri. Ibadah itu harus sesuai kemampuan,” katanya.
Sebagai solusi, jamaah dengan keterbatasan fisik dianjurkan mengoptimalkan ibadah di pemondokan.
Selain lebih aman, ibadah di hotel dinilai lebih nyaman karena terhindar dari risiko kelelahan, kepadatan, maupun tersesat.
PPIH menegaskan, menjaga stamina dan kesehatan menjelang Armuzna menjadi kunci utama agar jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar, aman, dan khusyuk.