Melihat Koleksi Museum Marsinah Nganjuk: Sepeda Ontel Bersejarah hingga Blazer Kenangan Pernikahan
Sarah Elnyora Rumaropen May 06, 2026 10:35 AM

SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Pembangunan Rumah Singgah dan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kini telah tuntas 100 persen, dan berdiri megah. 

Kehadiran museum ini menjadi ruang memorial yang emosional bagi pihak keluarga, karena merangkum berbagai koleksi pribadi dan perjalanan hidup sang Pahlawan Nasional yang telah dirawat rapi selama 32 tahun.

Benda-benda bersejarah seperti sepeda onthel hingga blazer krem yang ikonik kini terpajang untuk publik, menyimpan kisah mendalam yang tetap melekat kuat dalam ingatan keluarga hingga saat ini.

Penyelesaian Pembangunan

Pelaksana Proyek, Suhartono mengatakan, persiapan pembangunan Rumah Singgah dan Museum Marsinah mulai dilaksanakan akhir Desember 2025.

Memasuki Lebaran 2026, Rumah Singgah dan Museum Marsinah telah terbangun kokoh.

"Progres pembangunan Rumah Singgah dan Museum Marsinah saat ini sudah selesai 100 persen," katanya, Senin (4/5/2026).

Baca juga: Momen Haru Buruh Nganjuk Long March ke Makam Marsinah, Prabowo Bahas Rencana Resmikan Museum

MUSEUM MARSINAH NGANJUK - Tampak depan gedung Rumah Singgah dan Museum Marsinah pada Senin (4/5/2026) telah tuntas dibangun. Kehadiran museum ini menjadi ruang memorial yang emosional bagi pihak keluarga, karena merangkum berbagai koleksi pribadi dan perjalanan hidup sang Pahlawan Nasional yang telah dirawat rapi selama 32 tahun. (SURYAMALANG.COM/Danendra Kusuma)

Rumah Singgah dan Museum Marsinah punya luasan mencapai 76 meter x 12,5 meter dan dibangun di samping rumah masa kecil Marsinah.

"Intinya, Rumah Singgah dan Museum Marsinah sudah siap pakai dan diresmikan," ungkap Suhartono.

Bangunan ini memiliki tiga bagian, meliputi gedung museum, taman, dan rumah singgah.

Fasilitas dan Pembagian Zona Museum

Suhartono menjelaskan, Rumah Singgah dan Museum Marsinah terbagi dalam tiga zona meliputi gedung musem, taman, dan rumah singgah. 

Bagian pertama, gedung museum akan memamerkan koleksi perjalanan hidup Sang Pahlawan Nasional Marsinah.

Di bagian tengah, terdapat taman berpenutup kanopi serta dilengkapi kolam ikan di kedua sisi yang bisa diakses pengunjung untuk bersantai.

"Pembangunannya memperhatikan tingkat kenyamanan pengunjung," ujarnya.

Baca juga: Cerita di Balik Museum Marsinah Nganjuk, Dibangun Tanpa APBN Akan Diresmikan Langsung oleh Prabowo

Pada sisi belakang berdiri bangunan rumah singgah yang menyuguhkan empat kamar berukuran sekira 4x4 meter.

Setiap kamar berisi penyejuk udara atau AC, kasur, lemari, kamar mandi, dan meja rias, serta disediakan pula meja makan dan dapur.

"Disediakan pula meja makan dan dapur. Bangunan ini mungkin diperentukkan untuk rumah singgah," ungkap Suhartono. 

Guna menyuplai air bersih, dibangun sumur sedalam 40 meter beserta tandon.

Di balik rumah singgah, dibuat taman kecil supaya sirkulasi udara baik, serta disiapkan empat kamar mandi untuk pengunjung umum, dengan salah satu kamar mandi berkloset elektrik.

Keterikatan Emosional dan Koleksi Keluarga

Dengan beragamnya koleksi perjalanan hidup Sang Pejuang Buruh yang terpajang di museum, keluarga Marsinah, yakni Marsini dan Wijiati, mengaku punya keterikatan dengan benda-benda tersebut.

Benda-benda itu, sampai kini masih menyimpan kisah yang tetap melekat dalam ingatan mereka. 

Adik Marsinah, Wijiati mengatakan sempat menengok bangunan dan isi museum beberapa hari lalu setelah menghadiri peresmian Monumen Marsinah di area makam, Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Update Museum Marsinah di Nganjuk Jelang Diresmikan Prabowo: Fasilitas Jalan Rampung

MUSEUM MARSINAH NGANJUK - Adik Marsinah, Wijiati berfoto dengan latar blazer krem, salah satu koleksi yang terpajang di Museum Marsinah, beberapa hari lalu. Pada Selasa (5/5/2026), Wijiati bercerita, blazer krem tersebut digunakan Marsinah saat menghadiri acara resepsi pernikahannya. (Dok Pribadi Wijiati)

"Bermacam koleksi mbak Marsinah sudah ada di museum," katanya, Selasa (5/5/2026).

Dari deretan koleksi itu, pandangan Wijiati terpusat pada pakaian blazer krem yang kerap dikenakan Marsinah, termasuk saat menghadiri resepsi pernikahan Wijiati di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, tahun 1993 silam. 

"Mesti, begitu melihat lagi pakaian tersebut, saya jadi ingat momen mbak Marsinah datang ke resepsi saya," jelasnya.

Wijiati juga berterima kasih kepada Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea atas perannya dalam pembangunan tersebut.

"Bangunan rumah singgah dan museum megah sekali. Saya sebagai keluarga senang dan bangga," ucapnya.

Barang Pribadi dan Sepeda Ontel Bersejarah

Kakak Marsinah, Marsini menyebut koleksi di museum meliputi pakaian, tas jinjing, tikar serat untuk taplak meja, rantang, ijazah, piagam, foto, dan sepeda ontel.

Barang pribadi Marsinah, terlebih baju, selama ini dijaga oleh Marsini. 

"Baju itu saya taruh di lemari. Pindah-pindah rumah saya bawa dan rawat. Tersimpan rapi sekitar 32 tahun. Rantang dipakai membawa bontotan makanan Marsinah," sebutnya.

Baca juga: Pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk Dimulai, Akan Diresmikan Presiden Prabowo Pada 2 Mei 2026

Marsini menambahkan, tas milik Marsinah adalah peninggalan saat adiknya pernah berjualan tas tatkala bekerja di pabrik kawasan Porong, Sidoarjo, dekat Tanggulangin yang merupakan pusat kerajinan. 

Namun, bagi Marsini, benda peninggalan yang paling tak terlupakan adalah sepeda onthel yang digunakan secara turun-temurun.

"Sepeda onthel awalnya orang tua beli baru untuk saya. Kemudian, setelah saya lulus sekolah, sepeda itu dipakai adik (Marsinah)," urainya.

Rencana Peresmian oleh Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, bahwa dirinya akan meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk pada Mei ini.

Hal itu dikatakan saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

"Bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama Museum Marsinah," terangnya.

Baca juga: Kisah Marsinah Aktivis Buruh yang Perjuangkan Hak Pekerja Saat Orde Baru, Kini Dapat Gelar Pahlawan

Prabowo menyatakan, negara telah mengangkat Marsinah sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2025 lalu.

"Kita telah mengangkat ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional," ujarnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.